Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA DI ERA SOCIETY 5.0 PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D3 TATA BUSANA St. Aisyah; Rosmiaty; Kurniati; Andi Nur Maidah
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Program D3 Tata Busana sebagai jenjang penididikan vokasi yang luarannya dipersiapkan untuk bekerja, maka kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik untuk bersaing di era society 5.0 yakni berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi serta memilik kemampuan problem soving. Berdasarkan dari hal tersebut dalam menghadapi era society 5.0 ada dua hal yang harus dilakukan yaitu adaptasi dan kompetisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan Mahasiswa D3 Tata Busana dalam memamasuki dunia kerja di era society 5.0. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa D3 Tata busana yang berada di semester 6 yang telah melulusi seluruh rangkaian pembelajaran di Program Studi dan mempersiapkan diri untuk menyusun Tugas Akhir. Jumlah sampel adalah sebesar 29 orang mahasiswa. Hasil anlisis data yang diperoleh secara deskriptif menunjukkan tingkat kesiapan mahasiswa yang dilihat dari 7 indikator yaitu peningkatan skill, pengambilan keputusan komunikasi, analilitcal thinking,kreativitas, fleksibilitas dan keterampilan digital rata-rata diatas 90% yang berarti bahwa mahasiswa D3 Tata Busana memiliki kesiapan memasuki dunia kerja di era Society 5.0
Pengembangan Modul Pembelajaran Kriya Tekstil Berbasis PjBL Pada Jurusan PKK FT UNM Kurniati; Asiani Abu; Irmayanti
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand and comprehend the procedures involved in the development of a Project Based Learning-based Textile Crafts learning module. It also aims to analyze the feasibility of the learning module in the Textile Crafts course to enhance student learning outcomes. The development procedure follows the ADDIE model, which consists of five main steps: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research results indicate that: (1) the developed learning module for the Textile Crafts course is categorized as valid, and (2) the students response to the learning module yields positive feedback. Therefore, it can be concluded that the developed Project Based Learning-based Textile Crafts module is suitable for use as teaching material in the Textile Crafts course at the Department of Home Economics Education, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Makassar.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca: Id Nurhijrah; Kurniati; Ayu Saputri Bahar; Hamidah Suryani; Nasrah Natsir
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v1i2.5566

Abstract

Abstrak Abstrak - PKM Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca pada Yayasan Pendidikan Adhiputeri Kota Makassar perlu dilakukan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan kepada mitra sasaran tentang pentingnya Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca untuk manfaat jangka panjang mitra sasaran sehingga mitra sasaran dapat menjadikan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca ini sebagai alternatif peluang usaha karena memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan PKM ini berfokus untuk menyelesaikan permasalahan mitra, sebagai berikut: (1) Warga belajar yayasan adhiputeri pada umumnya masih produktif dan memiliki banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk menambah keterampilan dan pendapatan keluarga. (2) Umumnya Warga belajar yayasan adhiputeri belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk manambah penghasilan keluarga. (3) Warga belajar yayasan adhiputeri belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atau instansi lain berupa pelatihan tentang bagaimana membuat tatakan gelas dari kain perca.Target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan PKM ini adalah mitra dalam hal ini warga belajar Yayasan Adhiputeri memiliki kemampuan dalam pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca, mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan tatakan gelas dari kain perca, dan sebagai solusi alternatif peluang usaha. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan, Pembuatan Tatakan Gelas, Kain Perca
Pelatihan Pembuatan Linen Rumah Tangga dengan Menggunakan Teknik Ecoprint di Desa Kalobba Kabupaten Sinjai Kurniati; Irmayanti; Andi Khaerun Niza; Fitry Purnamasari
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.353

Abstract

Ecoprint is a coloring technique that uses plants in the environment such as leaves, flowers and other part of plants. This community service conducted in Kalobba Village, Tellulimpoe, Sinjai, South Sulawesi with the target of this activity was the housewives on that village. The aim of this activity is to improve community skills in making household linen using ecoprint techniques. The methods used in implementing this community service include: Lecture and demonstration methods. The activities began with a basic theory socialization activity regarding ecoprint training. The method of delivering training material adapts to the goals to be achieved, such as increasing knowledge, skills and forming attitudes is a strategy for implementing the training. Training participants gain knowledge about the potential of the surrounding environment, such as plants as natural dyes, knowledge about mordants and the ecoprint process and its fixation. Community service activities received a very good response from participants and the local government. For further development, it is hoped that the community can utilize the surrounding natural potential which has commercial value and economic value so that it can improve the people's standard living and reduce the unemployment rate.
Inovasi Produk Olahan Nanas Menjadi Pangan Fungsional Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Lokal Fitry Purnamasari; Ayu Saputri Bahar; Andi Khaerun Niza; Wardimansyah Ridwan; Kurniati
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5175

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah nanas menjadi produk pangan fungsional guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal di Kelurahan Gantarangkeke yang merupakan sentra produksi nanas di Kabupaten Bantaeng. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya diversifikasi produk nanas, keterbatasan keterampilan pengolahan pangan, minimnya pemahaman mengenai pemasaran produk, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha berbasis komoditas lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community organizing yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan usaha, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada pembuatan berbagai produk olahan nanas seperti selai, minuman sari nanas, dan buah potong siap jual, disertai pendampingan terkait pengemasan, pelabelan, pencatatan usaha, dan pemasaran digital. Kegiatan diikuti oleh 15 ibu rumah tangga. Hasil evaluasi melalui observasi dan wawancara menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengolahan pangan fungsional dan pemasaran produk. Peserta berhasil menghasilkan tiga jenis produk olahan nanas, yaitu selai nanas, minuman sari nanas, dan buah potong siap jual. Selain itu, peserta mulai menerapkan teknik pengemasan dan pelabelan produk serta memahami dasar pemasaran digital untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Program ini juga mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, serta penguatan kesadaran akan pentingnya inovasi dan hilirisasi komoditas lokal. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat berbasis agroindustri rumah tangga serta mendukung pengembangan UMKM pangan lokal yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing.