Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA CETAK : TAMPILAN VISUAL Agus Rustamana; Virli Aurelya Putri Apandi; Avianti Avianti; Ahmad Zulfadhli Fadhlan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i9.1098

Abstract

Belajar adalah proses terjadinya perubahan perilaku sebagai akibat interaksi antara individu dan lingkungannya. Dalam pembelajaran, guru merupakan kunci yang memiliki peran yang sangat besar dalam proses pembelajaran siswa. Guru harus mempunyai berbagai bentuk pengembangan media pembelajaran atau model gaya belajar dalam melaksanakan tugasnya. Adapun dari berbagai jenis media untuk pembelajaran yang berfungsi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik ialah media pembelajaran dengan tampilan visual. Pemilihan media pembelajaran visual yang digunakan di kelas mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Hal ini dikarenakan gaya visual pada dasarnya adalah gaya belajar yang menitikberatkan pada bagaimana memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran dengan cara melihat, mengamati, dan mengamati objek pembelajaran. Dengan melihat, mengamati, dan mengamati objek belajar sambil membaca, siswa dapat memusatkan perhatian pada apa yang dipelajarinya sehingga lebih mudah untuk dipahami.
Transformasi dari Korwil Menjadi Cabang pada Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia di Banten Tahun 1980-2000 Virli Aurelya Putri Apandi; Eko Ribawati; Rikza Fauzan
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Banten dari status Koordinator Wilayah (Korwil) menjadi Cabang pada periode 1980-2000. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian mengenai sejarah organisasi pers di tingkat daerah, khususnya terkait perubahan struktur kelembagaan PWI yang berimplikasi terhadap profesionalisme wartawan dan perkembangan pers lokal. Penelitian ini menggunakan metode historis menurut Helius Syamsudin terdiri atas empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa arsip surat kabar sezaman, dokumen organisasi PWI, serta wawancara dengan pelaku dan saksi sejarah, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWI Banten berkembang sebagai Koordinator Wilayah sejak awal 1980-an di bawah struktur PWI Jawa Barat dengan kewenangan yang masih terbatas dan bersifat koordinatif. Transformasi dari Korwil menjadi Cabang dipengaruhi oleh perubahan politik nasional pasca-Reformasi 1998, meningkatnya tuntutan profesionalisme wartawan, serta lahirnya Provinsi Banten pada tahun 2000. Perubahan status tersebut mendorong peningkatan kemandirian organisasi, penguatan struktur kelembagaan, perluasan program pembinaan wartawan, serta penguatan penerapan Kode Etik Jurnalistik. Setelah menjadi Cabang, PWI Banten menunjukkan perkembangan yang lebih dinamis dalam mendukung profesionalisme wartawan dan penguatan pers lokal di tengah era kebebasan pers pasca-Reformasi.