Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The InfluencePengaruh Penggunaan Media Google Classroom Pada Proses Pembelajaran Sejarah Terhadap Keaktifan Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Cilegon Nada Adilah; Arif Permana Putra; Agus Rustamana
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 4 No 3 (2022): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.27 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v4i4.1000

Abstract

This study aims to determine the effect of using media google classroom on the history learning process on the activeness of students in class XI IPS SMA Negeri 1 Cilegon. This research is an associative research using a quantitative approach. The population used in this study were 135 students of class XI Social Sciences SMA Negeri 1 Cilegon, using a sample of 57 students. Methods of data collection using interviews, questionnaires and documentation. With descriptive and inferential analysis techniques. The results of this study indicate that: there is a positive and significant effect of using media google classroom on the history learning process on the activeness of students in class XI IPS SMA Negeri 1 Cilegon. Based on the comparison between tarithmetic = 9.407 ttable = 1.673, then H1 is accepted and H0 is rejected. From the results of the simple regression equation, the regression correlation coefficient, which is 0.617, is obtained from the value of R square which shows that the coefficient value of 61.7% is positive, this explains that the use of media google classroom has a significant positive effect on student activity where the first meeting amounted to 68% increased at the second meeting 77% and very significant at the third meeting by 95%. It can be concluded that there is an effect of using google classroom on student activity in learning history of students in class XI IPS SMA Negeri 1 Cilegon. The activeness of students in the history learning process can be seen from the delivery of opinions verbally, listening, and writing the learning media google classroom. Keywords: Google Classroom, History Learning, Student Activity.
Perbedaan Tingkat Kesadaran Sejarah Siswa Menggunakan Sumber Belajar Situs Banten Lama Dengan Sumber Belajar LKS Ihya Alfi Azizi; Agus Rustamana; Arif Permana Putra
Jurnal Paedagogy Vol 9, No 4: Jurnal Paedagogy (October 2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v9i4.5584

Abstract

This study aims to analyze the effects of using Banten Lama learning resources on increasing students' historical awareness and the differences in the historical understanding of students using Banten Lama learning resources and those using LKS learning resources in learning at SMAN 1 Cikeusal. The method was Quasi-Experimental Design with purposive sampling technique sampling (X MIPA 1 experimental class and X MIPA 2 control class). The research instrument used a questionnaire. Then, the data were analyzed using descriptive and inferential statistics. Based on the results of the study, there were differences in the historical awareness of the experimental class students and the control class. The results of the N-Gain showed that the average value of the experimental type was 0.31 in the medium category and the N-Gain of the control class got an average value of 0.13 in the low category. It is concluded that there is an increase in students' historical awareness of learning after using the Old Banten Site as a resource. The t-test t count 2.494 > t table 1.9966 at the 95% confidence level indicated an even more significant difference in the historical awareness of students who use Banten Lama learning resources compared to the use of LKS learning resources.
Nilai Kearifan Lokal Industri Gerabah Bumi Jaya Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMA Negeri 1 Ciruas Indah Pratiwi; Agus Rustamana; Ana Nurhasanah
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 5 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.869 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i5.2297

Abstract

This study aims to describe the value of local wisdom of the Bumi Jaya pottery industry in learning history for class X at SMA Negeri 1 Ciruas including the historical development of pottery craft that developed in Bumi Jaya village, the characteristics of the pottery craft that are characteristic of Bumi Jaya pottery production, as well as the efforts made so that the values ​​of local wisdom in the art of pottery in the village of Bumi Jaya in learning history for class X students of SMA Negeri 1 Ciruas. The method in this study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through interviews, documentation studies, and observations with analytical methods, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. Based on the results of the study, it can be concluded that historical learning correlates local historical sources, namely the Earth Jaya pottery industry, as a source of learning history for students of SMA Negeri 1 Ciruas. The earthenware industry of Bumi Jaya is a form of culture that grows in the community providing use values, economic values, and aesthetic values ​​which are part of the value of local wisdom. Keywords: Value of Local Wisdom, Bumi Jaya Pottery, History Learning.
PERAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agus Rustamana; Carmia Annafi; Figo Azka Ramdhani; Harun Al Rasyid H.A
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i5.794

Abstract

Proses pembelajaran sangat bergantung pada penggunaan bahan ajar..hal ini sangat diperlukan dalam mencapai target kompetensi siswa. Bahan ajar memerlukan sebuah pengembangan agar pembelajaran berjalan dengan baik. Semua bahan ajar yang dibutuhkan pendidik ketika merencanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Isi bahan ajar meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat menjadi acuan bagi siswa. Hal ini membantu pendidik memahami materi lebih mendalam dan memperlancar kegiatan pengajaran. Pengembangan bahan ajar juga memungkinkan siswa terhindar dari rasa bosan ketika mempelajari materi yang diberikan. Pemanfaatan bahan ajar tersebut pastinya memiliki peran-peran tersendiri, peran tersebut meliputi peran pada guru dan siwa. Peran dan pengembangan bahan ajar sangat perlu dilakukan agar pendidik dapat membantu peserta didik dalam proses tercapainya kegiatan belajar mengajar.
FAKTOR-FAKTOR DAN PROSEDUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH Agus Rustamana; Agus Forensa; Della Salsabila Syifa
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i6.809

Abstract

Pendidikan memegang peranan yang amat penting dalam menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan suatu tempat untuk melakukan proses pengembangan kualitas sumber daya manusia, salah satunya pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran sejarah. Pengembangan bahan ajar sejarah adalah serangkaian langkah yang dilakukan untuk merancang, mengembangkan, dan memproduksi bahan ajar dalam pembelajaran sejarah dan juga bahan ajar sejarah bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan tentang peristiwa masa lalu, tokoh-tokoh sejarah, dan kebudayaan Indonesia. Adapun Proses ini dimulai dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik, yang akan menjadi landasan bagi seluruh proses pengembangan. Kemudian langkah-langkah seperti penentuan, desain instruksional, pengembangan materi, serta evaluasi dan revisi dilakukan secara sistematis. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan bahan ajar antara lain kecermatan isi, ketercernaan, dan kreativitas. Selain itu, seorang guru yang akan mengembangkan bahan ajar perlu memperhatikan hal-hal seperti prosedur pengembangan bahan ajar dan faktor-faktor pertimbangan dalam pengembangan bahan ajar. Dalam pengembangan bahan ajar, seminimalnya ada lima langkah prosedur analisis yang harus dilakukan, yaitu perencanaan, desain, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik, serta mempertimbangkan pemilihan topik yang tepat, pemilihan media dan sumber, serta pemilihan strategi pembelajaran. Bahan ajar yang baik harus mampu menginspirasi minat belajar, mendorong pemikiran kritis, dan merangsang perkembangan kreativitas peserta didik.
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA CETAK : TAMPILAN STORYBOARD Agus Rustamana; Siti Ade Mulyati; Fitriyani Fitriyani; Tedi Prasetya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i6.863

Abstract

Media cetak merupakan sarana efektif dalam pembelajaran sejarah yang dapat menghadirkan materi dengan cara yang menarik dan beragam. Namun, untuk menciptakan media cetak yang efektif, diperlukan perencanaan yang matang dan teliti sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Salah satu metode perencanaan yang berguna dalam pengembangan media cetak adalah pembuatan storyboard, yang merupakan sketsa visual yang menjelaskan alur cerita dari media cetak yang akan dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan media cetak dengan menggunakan storyboard sebagai alat bantu dalam proses pengajarannya. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan pengumpulan informasi relevan mengenai topik dan masalah yang sedang atau akan diteliti dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, laporan, dokumen, ensiklopedia, dan media elektronik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa storyboard memiliki beragam fungsi, seperti menggambarkan garis besar alur cerita, memvisualisasikan ide yang direncanakan, menyampaikan ide atau konsep dalam film, menjelaskan bagaimana narasi cerita berkembang, serta menentukan transisi dan perpindahan antar frame atau elemen dalam media cetak. Selain itu, penggunaan storyboard memiliki sejumlah manfaat, seperti mempermudah proses produksi dan pengeditan, menghemat waktu dan biaya, meningkatkan kualitas hasil akhir, dan mengklarifikasi tujuan serta sasaran dari media cetak.
PERAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agus Rustamana; Ananda Mutiara; Nilam Aprilia; Alya Qurota Aini; Halfi Yuda
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i7.916

Abstract

Kualitas pendidikan di indonesian sangat mendukung dan menjadi faktor utama pembangunan suatu bangsa. Salah satunya dengan menerapkan sumber belajar yang digunakan dalam oembelajaran khususnya pembelajaran sejarah, seperti bahan ajar, yang digunakan dalam pembelajaran sejarah yang menggunakan modul sebagai media cetak yaitu sumber belajar yaitu bahan ajar yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran sejarah seperti menggunakan modul sebagai media cetak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran khususnya mata pembelajaran sejarah, media cetak merupakan salah satu media massa yang dapat digunakan dalam pembelajaran saat ini karena kegunaannya yang sangat masih eksis hingga saat ini. Adapun menggunakan media non cetak seperti audio visual. Media Audio Visual merupakan metode yang digunakan guna untuk memberikan kesan menarik terhadap siswa dan menyampaikan materi pembelajaran dengan menampilkan gambar serta suara yang berkenaan dengan sejarah. Adapun berbagai jenis pengembangan media cetak dan pemanfaatannya seperti Lks sebagai bentuk evaluasi pembelajaran yang sering digunakan dalam proses ulangan harian ataupun ujian sekolah. Oleh karena itu dalam penulisan artikel ini menggunakan metode studi Pustaka dengan menelaah atau mengeksplorasi buku, jurnal, maupun dokumen baik cetak atapun elektronik yang dianggap relevan dengan kajian yang dilakukan.
PEMANFAATAN FILM PERJUANGAN DALAM PENANAMAN SIKAP NASIONALISME SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 2 KRAKATAU STEEL CILEGON Anggun Noviyani; Arif Permana Putra; Agus Rustamana
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i7.944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat film perjuangan dalam penanaman sikap nasionalisme siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Krakatau Steel Cilegon.Meliputi nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam film “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”. Proses pembelajaran pada mata pelajaran sejrah peminatan KD 3.8 Akar-akar Nasionalisme. Serta hasil dari pemanfaatan film perjuangan dalam penanaman sikap nasionalisme siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Krakatau Steel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan film perjuangan dalam penanaman sikap nasionalisme siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Krakatau Steel Cilegon berjalan dengan baik hal ini bisa dilihat dari proses pembelajarannya. Film “Guru Bangsa: Tjoktoaminoto mengajarkan nilai nasionalisme yang mencerminkan rasa cinta tanah air salah satunya terlihat pada durasi 00:14:00 ketika Tjokroaminoto membela seorang pekerja pribumi yang ditindas oleh seorang staf Belanda. Nilai kesatuan dan persatuan terlihat dalam salah satu adegan pada durasi ke 00:55:27 ketika kongres SI diadakan dan Tjoroaminoto berorasi di depan ribuan masyarakat untuk bersatu melawan penindasan kolonialisme. Kemudian nilai nasionalisme selanjutnya yaitu mememakai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, yang bisa dilihat dari berbagai adegan ketika Tjokroaminoto berbahasa Indonesia dihadapan forum besar dan tumbuhya media percetakan lokal pada saat itu. Sikap nasionalisme yang muncul pada diri siswa setelah melaksanakan pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan film “Guru Besar: Tjokroaminoto” yaitu sikap bertanggungjawab dan rasa memiliki, rajin belajar, semakin mencintai identitas bangsa, gotong royong dan menjaga kerukunan. Sikap nasionalisme yang muncul pada siswa tidak selalu sama dan terdapat perbedaan tergantung dari pemahaman masing-masing siswa. Faktor penghambat pemanfaatan film perjuangan sebagai media pembelajaran yaitu durasi yang terlalu lama sehingga cenderung membuat siswa bosan dan mengantuk.
PENGARUH MODEL BLENDED LEARNING BERBASIS QUIZLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN 8 PANDEGLANG Muzayanah Rifani Sani; Ana Nurhasanah; Agus Rustamana
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i8.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model blended learning berbasis quizlet terhadap hasil belajar siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model blended learning berbasis quizlet dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sejarah di SMAN 8 Pandeglang tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan pertimbangan tertentu. Dalam hal ini kelas X IPS 4 terpilih sebagai kelas kontrol dan X IPS 5 sebagai kelas eksperimen didasarkan pada kesamaan kemampuan sisa ditunjang dengan keterangan guu sejarah peminatan kelas X. Hasil penelitian ini yaitu terdapat peningkatan hasil belajar sejarah. Hasil belajar sejarah memiliki peningkatan yang signifikan karena model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini, diperoleh nilai sebesar 0,54 dengan kriteria sedang untuk kelas eksperimen dengan menggunakan model blended learning berbasis quizlet, sedangkan untuk kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran kovensional memperoleh nilai sebesar 0,29 dengan kriteria rendah. Dari hasil belajar sejarah dengan materi peradaban awal dunia yang menggunakan model blended learning berbasis quizlet hasilnya lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata siswa pada posttest kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 54,33 dengan nilai terkecil 35 dan terbesar 75 sedangkan di kelas eksperiman memperoleh nilai rata-rata sebesar 73,5 dengan nilai terkecil 40 dan nilai terbesar 95. Berdasarkan hasul uji t (uji dua pihak) pada hasil belajar siswa diperoleh data thitung = 0,64 dan dan ttabel = 2,00 dengan a = 0,05 maka terdapat perbedaan antara rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model blended learning bebasis quizlet terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran sejarah kelas X di SMAN 8 Pandeglang.
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA CETAK : MODUL, HAND OUT, DAN LKS DALAM PEMBELAJARAN Agus Rustamana; Muhammad Suandi; Zahra Salsabila Rahma; Ega Nugroho
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i8.947

Abstract

Pengembangan dan pemanfaatan media cetak berupa modul, handout, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) memiliki peran kunci dalam mengubah dinamika pembelajaran. Penelitian ini mengkaji signifikansi dan manfaat penggunaan media cetak dalam konteks pendidikan. Modul, handout, dan LKS telah terbukti efektif tetapi tergantung oleh situasi kelas dalam menyediakan panduan belajar yang terstruktur, mendukung pembelajaran mandiri, serta meningkatkan pemahaman konsep-konsep kunci, Pengembangan media cetak ini melibatkan perencanaan yang cermat, penyusunan konten yang sesuai dengan kurikulum, dan pengemasan informasi yang menarik untuk siswa. Kemajuan teknologi pencetakan memberikan kemudaha dalam menciptakan materi yang interaktif dan atraktif. Penggunaan media cetak dapat ditingkatkan dengan menggabungkannya dengan teknologi digital, seperti Pamflet, tautan Sumber sumber digital, Peran guru sebagai fasilitator dalam penggunaan media cetak ini sangat penting. Mereka harus memilih dan mengintegrasikan modul, handout, dan LKS ke dalam pembelajaran secara efektif. Selain itu, pemantauan terhadap respons siswa terhadap media cetak ini dan penyesuaian yang diperlukan juga menjadi fokus penting dalam proses pembelajaran. Media cetak Modul, Handout, dan LKS telah membuktikan relevansinya, terutama dalam situasi pembelajaran jarak jauh yang semakin populer. Namun, perlu ada perhatian berkelanjutan terhadap kualitas, keberlanjutan, dan keberagaman media cetak yang tersedia agar mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Penelitian lebih lanjut tentang penggunaan efektif media cetak ini dalam berbagai konteks pendidikan dapatkan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan metode pembelajaran yang lebih baik di masa depan.