Rasmi Manullang
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengonsumsi Tablet FE Di UPTD Puskesmas Kuta Baharu Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2023 Yasrida Nadeak; Rahmani Rahmani; Rasmi Manullang; Lasria Yolivia Aruan; Polma Ria Metawati Panjaitan; Humaida Hanim
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i2.488

Abstract

Pregnant women are the result of fertilization from sperm which causes the mother to carry a fetus in her womb, namely in her uterus. According to a 2014 WHO and UN International Children's Emergency Fund (UNICEF) estimate in an Azinar discussion, that 529,000 women still die every year from complications of their pregnancy, and nearly 90% of these deaths occur in sub-Saharan Africa. and Asia. According to the Indonesian Ministry of Health, the number of mothers who died was caused by pregnancy and childbirth, reaching 5,019 people. Based on the initial survey conducted on March 13 to 15 2023 at at UPTD Puskesmas Kuta Baharu,Kota Baharu District Aceh Singkil Regency, there were 7 pregnant women. This research uses a quantitative analytic research type with a research design used in the form of a cross-sectional approach, where this cross-sectional design is a collection of research data that is carried out one time or at the same time. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, the role of health workers and ANC on adherence to consuming Fe tablets in pregnant women. The population of this study were pregnant women in Aek Kanopan Hospital, North Labuhanbatu District. In this study the number of samples based on the formula with the total population and samples totaled 37 samples. The results showed that there was a relationship between knowledge and adherence to consuming Fe tablets in pregnant women with a p-value of 0.001 <0.05, the role of health workers with a p-value of 0.009 <0.05, family support with a p-value of 0.006 <0. 05 and ANC with a p-value of 0.002 <0.05 associated with adherence to consuming Fe tablets in pregnant women. There is a relationship between knowledge and adherence to consuming Fe tablets in pregnant women with a p-value of 0.001 <0.05. There is a relationship between the role of health workers and adherence to consuming Fe tablets in pregnant women with a p-value of 0.009 <0.05. There is a relationship between family support and adherence to consuming Fe tablets in pregnant women with a p-value of 0.006 <0.05. There is a relationship between ANC and adherence to consuming Fe tablets in pregnant women with a p-value of 0.002 <0.05.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Novita Auliah Insani Aritonang; Rasmi Manullang; Yasrida Nadeak; Lasria Yolivia Aruan
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2hr6dr69

Abstract

Gangguan menstruasi adalah masalah signifikan pada remaja yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Sibolga. Penelitian menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan 36 responden yang terdiri dari 12 sampel kasus dan 24 sampel kontrol, dipilih melalui teknik non-probability sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner tingkat stres dan keparahan dismenore, serta dianalisis menggunakan korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun. Sebanyak 40% mengalami stres ringan, 51,1% stres sedang, dan 8,9% stres berat. Tingkat keparahan dismenore bervariasi, dengan 48,9% responden mengalami dismenore ringan, 33,3% sedang, dan 17,8% berat. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian dismenore (p-value = 0,000; koefisien korelasi Spearman = 0,656), dengan kekuatan hubungan kategori kuat. Stres memengaruhi dismenore melalui mekanisme neuroendokrin yang meningkatkan kadar kortisol dan ketidakseimbangan hormonal, sehingga memicu aktivitas prostaglandin dan kontraksi uterus.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) Jasni Jasni; Yasrida Nadeak; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zc02n250

Abstract

Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi tantangan bagi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) di Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 42 akseptor KB sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,037), dukungan suami (p = 0,031), dan peran petugas kesehatan (p = 0,020) dengan penggunaan IUD. Responden dengan pengetahuan baik cenderung lebih memilih IUD dibandingkan yang kurang pengetahuan. Dukungan suami yang positif meningkatkan kenyamanan istri dalam menggunakan IUD, sementara peran petugas kesehatan melalui konseling efektif turut mendorong keputusan penggunaan IUD. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi kepada pasangan usia subur mengenai manfaat IUD, peran suami dalam mendukung keputusan istri, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, dan norma budaya, serta pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap IUD. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pemanfaatan IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia.