Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penguatan Kualitas Pelayanan KIA Melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Pelaksanaan Kelas Ibu Balita 0-1 Tahun Anwar, Khalidatul Khair; Naningsih, Hasmia; Patongai, Nurnasari
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.961 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i2.398

Abstract

Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan hal yang sangat penting dalam penurunan kematian ibu dan anak. Beberapa program dibuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan KIA. Salah satu program yaitu melalui penyelenggaraan kelas ibu balita bagi ibu yang mempunyai anak balita (0-59 bulan). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang ASI, imunisasi, makanan pendamping ASI (untuk anak usia 6-12 bulan), tumbuh kembang bayi, penyakit terbanyak pada bayi serta terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Jumlah peserta adalah 15 orang ibu balita. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan nilai pre test dan post test kegiatan (0,001 < α) sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan. Kegiatan juga menjalin interaksi dan wadah berbagi pengalaman antar peserta dan juga petugas kesehatan.
Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Efektif Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Wanita Pre Menopause Nasrawati, Nasrawati; Anwar, Khalidatul Khair
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 4 (Oktober, 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/woh.v0i0.330

Abstract

SEFT therapy (Spiritual Emotional Freedom Technique) combines spirituality in the form of prayer, sincerity, and submission with psychological energy in the form of a set of principles and techniques to utilize the body's energy system to improve the state of mind, emotions, and behavior which is carried out with three simple techniques, namely set- up, tune-in, and tapping. The use of SEFT therapy in reducing anxiety before menopause is based on the assumption that healing comes from God, so that individuals can sincerely and surrender with an emphasis on belief in God, precisely and simply so as to improve The Major Energy Meridians, which functions to neutralize physical and emotional problems as causes worry. This study aims to prove that SEFT therapy has effectiveness in reducing anxiety levels in pre menopausal women. The measuring instrument used in this study used the BAI (Back Anxiety Inventory). Subjects in this study amounted to 32 samples. The implementation of SEFT therapy was carried out with 3 techniques including set-up, tune-in, and tapping. The design in this study used a pretest-posttest control group design. The data analysis technique used the Mann-Whitney test comparing the experimental group and the control group. The results showed the value of p (0.000) <α 0.05. There was a difference in the level of anxiety between the experimental group and the control group. In the experimental group the average decrease in anxiety level was 23.12, while in the control group the decrease in anxiety level was 9.88. This shows that the Spiritual Emotional Freedom Technique therapy is effective in reducing anxiety levels in the experimental group, whereas in the control group it tends to increase or stagnate. SEFT therapy can be used as a complementary therapy in dealing with anxiety that often occurs in pre-menopausal mothers.
Analisis Status Gizi Ibu Hamil berdasarkan Faktor Sosial Budaya di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Perumnas, Makassar, Sulawesi Selatan Jumrah Sudirman; Sumarni Mawang; Khalidatul Khair Anwar; Hijrah Hijrah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan  yang  dihadapi  di  Indonesia salah satunya adalah  masalah  gizi  pada masa  kehamilan. Penyebab tidak langsung masalah ini diantaranya Perilaku, khususnya mitos  yang  masih  beredar  di  masyarakat  yang  tidak  sesuai  dengan  prinsip  kesehatan  akan  memberi  dampak kesehatan  yang  kurang  menguntungkan  bagi  ibu  dan  anaknya..  Tujuan  dalam  penelitian  ini  adalah  untuk menganalisis  hubungan sosial budaya dalam hal ini pantang makanan dengan status gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Antang Perumnas. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif. Populasi dalam peneletian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III pada bulan April di Puskesmas Antang Perumnas yaitu ada 102 orang. Besar sampel yang diambil hanya 20% yaitu sebanyak 30 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Chi Square diperoleh p= 0,534 (α= 0,05), Hal ini tidak ada pengaruh social budaya dengan status gizi ibu hamil.
Pembinaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting: Pembinaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting Hasmia Naningsih; Khalidatul Khair Anwar; Aswita Aswita
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.693 KB) | DOI: 10.53770/amjpm.v1i2.75

Abstract

Nutritional status becomes very important considering the critical period of growth in the first 2 years is a period for the growth and development of a child. Malnutrition in children is a major public health problem in developing countries, including Indonesia. One of the nutritional deficiencies in children is stunting. The stunting rate in Southeast Sulawesi Province in 2021 was around 30,2%. One of the causes of stunting is the lack of understanding of parents on nutritional intake during pregnancy and the fulfillment of nutrition in infants. Posyandu cadres as one of the closest people to the community have an important role in providing information. However, the provision of health information that really needs to be supported by empowerment or training for posyandu cadres. Based on initial survey data, training for Posyandu cadres in the Soropia Health Center working area regarding stunting had never been carried out. The purpose of the activity is to increase the knowledge of cadres about stunting. The activity involved the coordinating midwife at the Soropia Health Center and the cadres of the Posyandu in Soropia District, which was 20 people as the target of coaching. The results of the service show that the average knowledge pre-test score is 60.00 and the knowledge post-test average value is 90.00. The results of the work can be obtained by increasing the knowledge of cadres. Therefore, it is hoped that training activities for posyandu cadres can be carried out every year so that cadres can educate mothers and their families so that they can detect early if there is stunting.
Peningkatan Kualitas Pelayanan KIA Melalui Sosialisasi Pemberian ASI dan Tumbuh Kembang Bayi Pada Ibu Bayi Khalidatul Khair Anwar; Hasmia Naningsih; Endah Saraswati; Yustiari Yustiari; Syahrianti Syahrianti
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v2i2.144

Abstract

Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif pada tahun 2021 di Sulawesi Tenggara adalah 62,54%. Angka pada Kabupaten Konawe adalah 45%. Cakupan pemberian ASI Ekslusif di Kecamatan Soropia juga masih kurang, masih banyak bayi yang telah diberikan susu formula di bawah umur 6 bulan karena ibu tidak memahami terkait ASI ekslusif. Masalah lain juga yaitu masih terdapat ibu bayi dan balita yang belum memahami tentang tumbuh kembang bayi serta kejadian stunting yang cukup tinggi yaitu 95 anak pada tahun 2022. Hal tersebut membutuhkan penanganan yang serius untuk mencegah angka kejadian stunting bertambah melalui penguatan kualitas pelayanan KIA. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak terkait peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemberian ASI serta deteksi tumbuh kembang. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang pemberian ASI dan deteksi tumbuh kembang serta terjadi juga peningkatan keterampilan pemberian ASI dan deteksi tumbuh kembang. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa 100 % ibu mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan baik itu ASI dan deteksi tumbuh kembang setelah diberikan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan menggunakan booklet. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan pelatihan pada ibu dapat rutin dilakukan setiap tahun dalam upaya pencegahan terjadinya stunting dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Pembinaan Kader Posyandu tentang Perawatan Masa Nifas Khalidatul Khair Anwar; Syahrianti Syahrianti; Sultina Sarita; Nurnasari Patongai
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.857 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v1i1.278

Abstract

Asuhan masa nifas sangat diperlukan karena merupakan periode kritis dimana 60% kematian ibu terjadi pada masa nifas. Bidan yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan pada masa nifas sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Kader sebagai bagian dari masyarakat tersebut sangat penting diberikan pembinaan termasuk perawatan masa nifas sehingga dapat membantu petugas Kesehatan dalam memberikan edukasi ke ibu. Tujuan kegiatan adalah melakukan pembinaan kader tentang perawatan masa nifas dan meningkatkan pengetahuan kader tentang perawatan masa nifas. Metode yang digunakan adalah ceramah dan simulasi. Kegiatan dengan melibatkan bidan koordinator di Puskesmas Soropia dan kader posyandu Kecamatan Soropia yaitu 30 orang sebagai sasaran pembinaan. Hasil pengabdian menunjukkan rerata nilai pre-test pengetahuan adalah 58,52 dan rerata nilai post-test pengetahuan adalah 85,93. Hasil pengabdian dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan kader. Kegiatan ini sangat penting agar kader dapat mengedukasi ibu nifas dan keluarganya sehingga pada masa depan ibu dan bayinya melewati masa nifas dengan sehat dan menyenangkan.
Pendidikan Kesehatan tentang Pijat Oksitosin pada Wanita Usia Subur Hamia Naningsi; Khalidatul Khair Anwar; Nurnasari Patongai
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Juni-November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.554 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v1i2.285

Abstract

Pijat oksitosin dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan Wanita Usia Subur agar memahami manfaat dan teknik pijat oksitosin yang efektif. Metode yang digunakan adalah ceramah dan simulasi. Kegiatan ini melibatkan bidan Puskesmas Soropia dan 15 WUS di Desa Atowatu Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman yang baik setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin jika dibandingkan sebelum pemberian. Kegiatan ini bermanfaat meningkatkan pelayanan KIA terkait kesehatan ibu nifas dan bayi dalam mendukung pemberian ASI melalui pijat oksitosin yang efektif.
Pelatihan Duta Remaja Sadar Reproduksi yang Sehat dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Askrening Askrening; Khalidatul Khair Anwar
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.418 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v2i2.487

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membentuk Duta remaja/ pendidik sebaya terlatih dengan cara membekali pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan reproduksi remaja. Desain untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara melatih sebagian siswa menjadi duta remaja/ pendidik sebaya tentang kesehatan reproduksi. Sasaran program adalah anggota OSIS SMAN 5 Kendari dan SMAN 10 Kendari. Pelatihan dilakukan 2 hari dan 1 hari pendampingan. Jumlah siswa yang dilatih 20 orang sebagai calon pendidik sebaya. Pengukuran keberhasilan program berdasarkan peningkatan signifikan pengetahuan tentang kesehatan. Hasil Kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta.
Influence of android-based education on mothers’ knowledge in preventing uterine prolapse Sarita, Sultina; Yustiari, Yustiari; Anwar, Khalidatul Khair; Syahrianti, Syahrianti
Public Health of Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): April - June
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v8i2.579

Abstract

Background: Pelvic organ prolapse is a common health problem and affects up to 40% of women who have given birth and are over 50 years old. Objective: This study aimed to determine the influence of android-based education on mothers’ knowledge in preventing uterine prolapse in the work area of the Poasia Primary Health care, Kendari City, Indonesia. Methods: This study used a quasi-experiment with one group pretest-posttest design. Data were collected from September to December 2019 among 60 mothers. In this study, the respondents were given education about preventing uterine prolapse in the form of PowerPoint (PPT) and videos using the android application. Descriptive statistics and the Wilcoxon test were used for data analysis. Results: Of 60 respondents, 52 respondents experienced an increase in knowledge after being given an education. There was a significant effect of education using PowerPoint (PPT) and videos in the android application on the improvement of mothers’ knowledge in preventing prolapse uteri (p = 0.000). Conclusion: There may be an influence of the android-based education in increasing mothers’ knowledge of preventing uterine prolapse. However, further study is needed to validate the findings.
PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN INTERPROFFESIONAL EDUCATION (IPE) Khalidatul Khair Anwar; Hesti Wulandari; Yustiari Yustiari; Syahrianti Syahrianti; Hasmia Naningsih
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4693

Abstract

Pendahuluan: Interprofessional Education (IPE) berpotensi menjadi media kolaborasi antarprofesional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan keterampilan dasar antarprofesi dalam masa pendidikan untuk menghadapi interprofesional collaboration (IPC). Implementasi IPE membutuhkan kesiapan mahasiswa untuk menjalankan hal tersebut. Pemberian informasi atau sosialisasi terkait IPE menjadi penting untuk memberi kesiapan kepada mahasiswa. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dari 4 jurusan (Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan Teknologi Laboratorium Medis) Poltekkes Kemenkes Kendari dengan masing-masing 21 orang setiap jurusan. Sampel diberikan sosialisasi dengan menggunakan modul dan dilakukan pengukuran kesiapan menggunakan kuesionel RIPLS. Hasil: uji Wilcoxon menunjukkan nilai p (0,001) 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Kesimpulan dan saran: Kesiapan mahasiswa mengalami perubahan atau peningkatan setelah diberikan sosialisasi. Disarankan sosialisasi IPE dapat dijadikan sebagai agenda rutin pada mahasiswa baru agar mahasiswa kesehatan siap dalam IPC.