Hasmia Naningsih
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN INTERPROFFESIONAL EDUCATION (IPE) Khalidatul Khair Anwar; Hesti Wulandari; Yustiari Yustiari; Syahrianti Syahrianti; Hasmia Naningsih
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4693

Abstract

Pendahuluan: Interprofessional Education (IPE) berpotensi menjadi media kolaborasi antarprofesional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan keterampilan dasar antarprofesi dalam masa pendidikan untuk menghadapi interprofesional collaboration (IPC). Implementasi IPE membutuhkan kesiapan mahasiswa untuk menjalankan hal tersebut. Pemberian informasi atau sosialisasi terkait IPE menjadi penting untuk memberi kesiapan kepada mahasiswa. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dari 4 jurusan (Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan Teknologi Laboratorium Medis) Poltekkes Kemenkes Kendari dengan masing-masing 21 orang setiap jurusan. Sampel diberikan sosialisasi dengan menggunakan modul dan dilakukan pengukuran kesiapan menggunakan kuesionel RIPLS. Hasil: uji Wilcoxon menunjukkan nilai p (0,001) 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Kesimpulan dan saran: Kesiapan mahasiswa mengalami perubahan atau peningkatan setelah diberikan sosialisasi. Disarankan sosialisasi IPE dapat dijadikan sebagai agenda rutin pada mahasiswa baru agar mahasiswa kesehatan siap dalam IPC. 
Anthropometric Screening, Nutrition Education and Demonstration of Healthy Food/Drinks as an Effort for Early Detection and Prevention of Non-Communicable Diseases Rasmaniar Rasmaniar; Hasmia Naningsih; Teguh Fathurrahman; La Banudi; Arsulfa Arsulfa; Sri Yunanci V. Gobel; Lena Atoy; Evi Kusumawati; Ahmad Ahmad; Melania Asi; Muliati Dolofu; Hasan Hasan; La Taha; Sudarmin
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1894

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Hiperkolesterolemia, dan Gout Arthritis semakin meningkat di masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Matanauwe, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, bertujuan melakukan skrining kesehatan (antropometri, gula darah, kolesterol, dan asam urat) serta pemberian edukasi gizi sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan PTM. Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan sebagian peserta memiliki kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat di atas nilai normal, serta variasi status gizi yang berpotensi meningkatkan risiko PTM. Edukasi gizi dan demonstrasi masak sehat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menegaskan pentingnya skrining rutin dan edukasi gizi berkelanjutan di tingkat desa.
Profil Bakteri Proteus sp., Klebsiella sp., Dan Streptococcus sp., Yang Diisolasi Dari Penderita Ulkus Diabetikum Tuty Yuniarty; Hasmia Naningsih; Reni Yunus; Theosobia Grace Orno; Ahmat Rediansya Putra; Elvia Citranti
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1784

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronik diabetes melitus yang rentan terhadap infeksi polimikroba. Tujuan: Mengidentifikasi profil bakteri Proteus sp., Klebsiella sp., dan Streptococcus sp. dari penderita ulkus diabetikum. Metode: Desain deskriptif observasional, potong lintang, pada 20 sampel swab ulkus diabetikum di RSUD Bahteramas, Sulawesi Tenggara. Identifikasi bakteri melalui kultur Brain Heart Infusion Broth (BHIB), MacConkey Agar (MCA), Blood Agar Plate (BAP), uji biokimia (IMViC, TSIA, katalase) dan pewarnaan Gram. Hasil: Seluruh sampel (100%) menunjukkan pertumbuhan bakteri pada BHIB. Tiga genus yang berhasil diidentifikasi: Proteus sp. (30%, n=6), Klebsiella sp. (30%, n=6), dan Streptococcus sp. (40%, n=8). Bakteri Gram-negatif mendominasi 60% (13/20 isolat). Kesimpulan: Infeksi ulkus diabetikum bersifat polimikroba dengan dominasi Gram-negatif. Identifikasi bakteri akurat esensial untuk terapi antimikroba rasional dan pencegahan komplikasi Saran: Disarankan setiap laboratorium klinik melakukan kultur dan uji resistensi antibiotik secara rutin