Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIVITAS REINFORCEMENT POSITIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Elmalia Dwi Zeirliana; Siti Jannatul Nur Kholisoh; Muhammad Jamaluddin
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas reinforcement positif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain subjek Tunggal atau SSR. Dalam penelitian ini SSR yang diterapkan ialah A-B. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dilakukan tahap penyaringan dengan menggunakan kuesioner pada skala Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa pada kondisi Baseline A meningkat secara bertahap dan stabil dari sesi pertama hingga sesi kelima. Sebaliknya, pada kondisi Intervensi B, terdapat peningkatan motivasi belajar yang lebih tajam dan signifikan, terutama antara sesi kedua dan ketiga. Sehingga berdasarkan hasil tersebut reinforcement positif terbukti sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Penerapan Reinforcement Positif Terhadap Peningkatan Kehadiran Mahasiswa Dalam Kelas Muhammad Rofiul Himam; Abida Dalla Maslacha; Muhammad Jamaluddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1810

Abstract

Education is an important foundation in life, and discipline, including class attendance, is a key factor in achieving effective learning. This research aims to test the effectiveness of implementing positive reinforcement in increasing student attendance. The research method used was Classroom Action Research (PTK) with three cycles in class X UIN Malang. The main variables are student attendance as the dependent variable and the application of positive reinforcement as the independent variable.  The results showed a significant increase in student attendance after implementing positive reinforcement. At the pre-research stage, 40% of students had poor discipline, 30% good, and 30% very good. After stage I, the percentage of excellent discipline increases to 50%. In stage II, better results were achieved with 70% of students showing very good discipline, and only 10% still lacking discipline. This data shows that positive reinforcement is effective in motivating students to be more disciplined in attending class.  This research provides a theoretical contribution by enriching the literature on the influence of positive reinforcement in education and providing practical implications for education managers in designing strategies to increase student attendance. These results support the hypothesis that students who receive positive reinforcement show higher levels of attendance compared to those who do not receive reinforcement
Efektivitas Token Ekonomi Dalam Mengurangi Perilaku Kecanduan Game Online pada Mahasiswa Fawwaz Zain; Nailassakinah Yahya; Muhammad Jamaluddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1811

Abstract

Addiction to online gaming can be defined as a persistent and obsessive tendency to concentrate on games played through an internet connection while neglecting other activities. Addiction to online gaming is becoming a serious problem for college students, and it has negative effects on their physical, mental, and academic health. The objective of this study was to determine how effective the token economy is in helping college students overcome their online game addiction. It used a single case experimental design with one participant, a student who was addicted to online games. The results of the study indicate that the token economy is effective in reducing behaviors that lead to addiction to online games
Pengaruh Token Ekonomi dalam Mengurangi Perilaku Impulsive buying pada K-Pop Fans Muhammad Jamaluddin; Fadya Putri Maharani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1993

Abstract

Fenomena K-Pop telah berkembang pesat secara global, memunculkan perilaku impulsive buying dikalangan penggemar yang dapat berdampak negatif pada keuangan pribadi mereka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh penerapan token ekonomi dalam mengurangi perilaku impulsive buying pada penggemar K-Pop. Penelitian ini didasarkan pada teori operan conditioning B.F Skinner, yang menyatakan bahwa perilaku dapat diperkuat melalui reinforcement. Token ekonomi memberikan reinforcement berupa token yang dapat ditukar dengan hadiah, sehingga perilaku yang diinginkan diperkuat. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek dikumpulkan dalam tiga fase: baseline pertama (A1), intervensi (B), dan baseline kedua (A2). Pengukuran dilakukan dengan ceklist behaviour untuk menilai perilaku impulsive buying. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi pembelian impulsive dari baseline awal 4,8 menjadi 3,8 selama fase intervensi, yang bertahan hingga fase baseline kedua. Temuan ini mengindikasikan potensi pengaruh token ekonomi dalam memodifikasi perilaku pembelian impulsive, namun juga menunjukkan variasi respon individual. Kesimpulannya, token ekonomi dapat menjadi alat yang berguna dalam manajemen perilaku konsumtif penggemar K-pop, meskipun diperlukan strategi jangka panjang untuk mempertahankan perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang aplikasi prinsip operant conditioning dalam konteks perilaku konsumen kontemporer, khususnya di kalangan penggemar K-pop.
Modifikasi Perilaku Bermain Game Online pada Anak Usia Sekolah Dasar Menggunakan Teknik Token Economy Nisrina Nasywa Zufa Nahda; Nayla Faliha Primurdia Anjani; Muhammad Jamaluddin
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan game online yang berlebihan pada anak usia sekolah dasar dapat mengganggu konsentrasi belajar, interaksi sosial, dan pola tidur. Penelitian ini mengkaji efektivitas teknik token economy dalam menurunkan durasi bermain game online pada seorang anak laki-laki berusia 11 tahun (kelas V SD) yang menunjukkan kecenderungan kecanduan game online. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas teknik token economy dalam menurunkan durasi bermain game online pada anak usia sekolah dasar serta mendeskripsikan perubahan aktivitas pengganti yang muncul selama intervensi. Metode. Penelitian menggunakan desain Single Subject Research (SSR) model A-B-A dengan teknik Applied Behavior Analysis (ABA), terdiri dari fase baseline 1 (7 hari), intervensi token economy (7 hari), dan baseline 2/withdrawal. Data durasi bermain game dicatat harian melalui observasi dan laporan diri subjek. Hasil. Rata-rata durasi bermain pada fase baseline sebesar 243 menit/hari, menurun signifikan selama fase intervensi dengan pengurangan harian antara 10–359 menit dan total perolehan 31,5 token. Subjek juga menunjukkan peningkatan aktivitas pengganti yang adaptif, seperti belajar, bersepeda, dan membantu orang tua. Kesimpulan. Token economy efektif sebagai intervensi perilaku sederhana untuk menurunkan kecenderungan kecanduan game online pada anak usia sekolah dasar.
The Effectiveness of Applying Reinforcement Techniques to Increase Interest in Reading the Qur'an among UIN Malang Students Faza Tsaniya Hurin; Thalita Nur Shobiroh; Muhammad Jamaluddin
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12311

Abstract

Interest in reading the Qur'an among university students has become a growing concern in Indonesian Islamic higher education, as national data indicates that a large proportion of Muslim students have not yet attained adequate Qur'anic literacy. The study purpose was to examine the effectiveness of applying reinforcement techniques in increasing interest in reading the Qur'an among students of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Reinforcement techniques, grounded in Skinner's operant conditioning theory, are proposed as a behavioral intervention strategy to address this challenge. Materials and methods. This study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design. The sample consisted of 19 active students of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, selected through simple random sampling. The primary instrument was a Qur'anic Reading Interest Scale developed based on four dimensions proposed by Slameto (2010): attention, positive feeling, attraction, and individual involvement, measured using a 4-point Likert scale. A monitoring sheet was also used to track reading consistency throughout the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test with IBM SPSS Statistics. Results. The Wilcoxon Signed Ranks Test yielded a Z-value of -3.803 with a significance value of 0.000 (p < 0.05). All 19 participants showed an increase in Qur'anic reading interest scores from pretest to posttest, with no subjects experiencing a decrease or stagnation, indicating a highly consistent pattern of improvement across all individuals. Conclusions. The application of reinforcement techniques is significantly effective in increasing interest in reading the Qur'an among UIN Maulana Malik Ibrahim Malang students. Improvements were observed across all four dimensions of reading interest, suggesting a holistic and internalized development of students' psychological engagement with Qur'anic reading. These findings support the use of reinforcement techniques as a practical behavioral intervention strategy in Islamic counseling and Qur'anic education at the higher education level.
Efektivitas Token Ekonomi Terhadap Penurunan Durasi Penggunaan Gawai Non-Akademik Selama Pembelajaran di Kelas pada Mahasiswa Ameylia Desy Cantika Sari; Humam Afrianto; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3657

Abstract

Penggunaan smartphone non-akademik selama perkuliahan menjadi salah satu bentuk distraksi yang berpotensi mengganggu konsentrasi dan efektivitas proses belajar mahasiswa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berkaitan dengan penurunan keterlibatan akademik, kapasitas atensi, dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas token economy dalam menurunkan durasi penggunaan smartphone non-akademik selama perkuliahan pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain Single Subject Design (SSD) tipe A-B-A Reversal Design. Subjek penelitian adalah satu mahasiswa yang memenuhi kriteria penggunaan smartphone non-akademik tinggi selama perkuliahan. Data dikumpulkan melalui fitur Digital Wellbeing pada smartphone Android dan dianalisis menggunakan analisis visual meliputi level, trend, variabilitas, serta Percentage of Non-Overlapping Data (PND). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata durasi penggunaan smartphone non-akademik menurun dari 24 menit pada fase baseline menjadi 10 menit pada fase intervensi. Nilai PND sebesar 100% menunjukkan efektivitas intervensi yang sangat tinggi. Pada fase reversal, durasi penggunaan smartphone tetap rendah dengan rata-rata 10,8 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa token economy efektif dalam mengurangi penggunaan smartphone non-akademik selama perkuliahan serta berpotensi mendorong terbentuknya regulasi diri pada mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan strategi modifikasi perilaku dalam konteks pendidikan tinggi.
Efektivitas Pelatihan Self-Management Untuk Menurunkan Screen Time Tiktok Pada Dewasa Awal Alfi Rayya Zahidah; Isnaini Rahmanatussa’adah Nastiti Ahmad; Muhammad Jamaluddin
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.670

Abstract

Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai dampak negatif, seperti menurunnya produktivitas, terganggunya konsentrasi, serta kecenderungan penggunaan media sosial secara kompulsif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan perilaku tersebut adalah pelatihan self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan self-management dalam menurunkan screen time TikTok pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian berjumlah 10 orang dewasa awal yang merupakan pengguna aktif TikTok dengan durasi penggunaan minimal empat jam per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran screen time TikTok dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata screen time TikTok dari 290,40 menit menjadi 163,60 menit per hari setelah pelatihan diberikan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,803 dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan self-management efektif dalam menurunkan screen time TikTok pada dewasa awal. Dengan demikian, pelatihan self-management dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi modifikasi perilaku untuk membantu individu mengelola penggunaan media sosial secara lebih adaptif.
The Effect of Token Economy in Reducing Addiction to Playing Online Games in Psychology Students at UIN Malang Ikhwan Arief Maulana Hsb; Muhammad Jamaluddin
Journal of Science and Research Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Science and Research Vol.1 No. 1 Juli 2025
Publisher : Journal of Science and Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the token economy method in reducing online gaming addictionamong college students. The study uses a single subject design with an A-B design, involving one 21-year-old subject who, in this case, exhibited five of the six indicators of online gaming addiction, namelysalience, euphoria, conflict, tolerance, relapse, and reinstatement. The intervention was conducted over7 days using a token method in the form of coins, which were later exchanged for cash rewards, basedon a reduction in the intensity of online gaming from a daily baseline of 5 hours. The results of this studyshowed a significant decrease in the intensity of online gaming, with a final percentage of 95%, from anaverage of 5 hours of online gaming activity to only 15 minutes per day. Additionally, subjects exhibitedpositive behavioral changes, such as increased social activity and reduced solitary behavior. Ultimately,this study serves as evidence that the token economy method remains effective as a behavioralmodification technique for addressing online gaming addiction among students and can serve as arelevant intervention strategy to be applied in the current digital era.