Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Politik Hukum Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Sebagai Pedoman Dalam Penyelenggaraan Perencanaan Pembangunan Daerah Ferika Nurfransiska; Redyana Lutfianidha; Maryuliyanto; Wahyu Mustariyanto
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 03 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i03.1449

Abstract

This article aims to find out the Implementation of National Development Planning and Regional Development Planning. And to find out the Hierarchy of Legislation in Indonesia that regulates the Establishment of the National Development Planning System. This article uses a normative legal research method, namely by conducting a literature study of primary legal materials, namely the Law approach. In addition to primary legal materials, this study also uses secondary legal materials consisting of literature, scientific journals, and expert opinions related to the legal politics of the national development planning system in the implementation of regional development planning and the Hierarchy of Legislation in Indonesia that regulates the Establishment of the National Development Planning System. The results of the study indicate that national development is carried out continuously with the hope of improving the standard of living and welfare of the Indonesian people. National development planning and regional development planning are a process of compiling stages of activities that involve various stakeholder elements in it, in order to utilize and allocate existing resources in order to improve social welfare in a regional/regional environment within a certain period of time. The existence of various types of laws and regulations in the Republic of Indonesia in a hierarchical structure also results in differences in terms of the function and content of the various types of laws and regulations. Based on this, the function of each type of law and regulation must be in accordance with its hierarchy. It must be applied consistently in each existing law and regulation, which is then described in the Law in the Government Regulation as an implementing regulation, including higher regulations with content that delegates the formation of lower implementing regulations, or regulations that are formed as guidelines in compiling regulations at the same level or below.
Tinjauan Yuridis terhadap Perwalian dalam Transaksi Penjualan Harta Anak di Bawah Umur: Studi Penetapan 313Pdt.P2023PN Dps Redyana Lutfianidha; Ferika Nurfransiska; Khoirun Nisak
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5008

Abstract

Anak di bawah umur dipandang belum cakap melakukan perbuatan hukum yang berdampak pada aspek keuangan, sehingga memerlukan perlindungan melalui perwalian atau voogdij dalam transaksi pengalihan harta. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketentuan hukum mengenai peran wali dalam penjualan harta anak di bawah umur serta menilai apakah pertimbangan hakim dalam Penetapan 313/Pdt.P/2023/PN telah mengedepankan prinsip the best interest of the child. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan the statute approach melalui studi kepustakaan atas bahan hukum primer dan sekunder serta analisis deskriptif kualitatif terhadap putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wali dibatasi oleh standar kehati hatian als een goed huisvader, kewajiban inventarisasi, dan larangan menjual harta anak tanpa izin pengadilan, sehingga wali berkedudukan sebagai pelindung aktif, bukan sekadar pelaksana administratif. Penetapan 313/Pdt.P/2023/PN Dps dinilai memenuhi legalitas formil melalui verifikasi status wali, usia anak, dan alasan kepentingan anak, namun aspek perlindungan substantif belum optimal karena belum tampak uji alternatif selain penjualan dan belum dirumuskan mekanisme pengawasan dana pascapenjualan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya izin bersyarat yang menegaskan pelaporan serta pengamanan hasil penjualan, termasuk pertimbangan mekanisme protektif seperti beneficiaire aanvaarding dan boedelbeschrijving.