Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Hukum Hak-Hak Nasab Anak Luar Nikah Menurut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/Puu/Viii/2010 Asep Lukman Daris Salam
As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2023): As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/sakinah11132

Abstract

Lahirnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Tentang Nasab Anak di Luar Nikah banyak menimbulkan berbagai pandangan yang berbeda-beda tak terkecuali tokoh agama yang ada di Kota Sukabumi. Adapun yang menjadi permasalahan pada peneliitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana status hukum nasab anak di luar nikah menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia dan bagaimana respon tokoh agama Kota Sukabumi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Untuk menjawab permasalahan tersebut, metode penelitian hukum yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris. Data didapat melalui pengumpulan data primer yang dihasilkan dari wawancara kepada tokoh agama Kota Sukabumi dan data sekunder dengan cara membaca, mempelajari, mencatat dan mengutif buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data dengan cara editing, coding, dan rekontruksi bahan, kemudian melakukan sistematis bahan hukum. Selanjutnya dianalisis secara yuridis empiris dengan metode induktif, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan guna menjawab setiap permasalahan yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedudukan anak di luar nikah menurut peraturan perundangundangan di Indonesia adalah sah dalam pandangan agama, yaitu sah secara materil, namun karena tidak tercatat baik di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun di Kantor Catatan Sipil, maka tidak sah secara formil. Namun sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-IIIV/2010 tentang Nasab Anak di luar nikah yang menyatakan bahwa anak di luar nikah perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi atau alat bukti lain, maka anak yang dihasilkan di luar nikah mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya disamping itu dalam merespon putusan Mahkamah Konstitusi tentang nasab anak di luar nikah, tokoh agama Kota Sukabumi terbagi menjadi 2 pendapat ada yang sepakat dan tidak sepakat. Pendapat yang sepakat mengatakan bahwa putusan MK merupakan merupakan suatu terobosan hukum progresif yang memberikan jaminan dan perlindungan hukum kepada isteri dan anak dari suatu pernikahan sirri, selama ini anak yang dihasilkan dari perkawinan sirri sering terabaikan sehingga hak-hak anak tidak dapat terpenuhi. Sedangkan pendapat yang tidak sepakat dengan adannya putusan MK tersebut bahwa akan mengancam kesucian lembaga perkawinan seolah-olah melegalisasi perkawinan sirri, kumpul kebo (samen laven), dan perzinahan.
Tata Kelola Wakaf Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 Lukman Daris Salam, Asep; Surya Lesmana, Aris
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 2 No 1 (2024): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/murid.21639

Abstract

Pemimpin dalam lembaga pendidikan bukanlah hanya sekedar jabatan kekuasaan. Pemimpin adalah seseorang yang harus memiliki gaya dan tipe kepemimpinan yang sesuai untuk mengelola lembaga pendidikan yang dipimpinnya dengan baik. Gaya kepemimpinan adalah cara seseorang mempengaruhi oranglain. Sedangkan tipe kepemimpinan adalah model kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin di dalam suatu lembaga. Gaya dan tipe kepemimpinan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan pemimpin tetapi juga dipengaruhi oleh situasi organisasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya dan tipe kepemimpinan lembaga pendidikan serta mengalisis gaya dan tipe kepemimpinan kepala sekolah SD Penyemai Purwakarta. Penelitian ini perlu dilakukan karena gaya dan tipe kepemimpinan di lembaga pendidikan dapat mempengaruhi mutu pendidikan. Metode penelitian yang dilakukan yakni penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian ini adalah kepala sekolah SD Penyemai Purwakarta menggunakan beberapa gaya dan tipe kepemimpinan diantaranya gaya kepemimpinan ohio dan likert, serta tipe kepemimpinan demokratis dan transaksional.
DINAMIKA POLIGAMI DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM (Analisis Terhadap Perspektif Hukum, Kesejahteraan Keluarga, dan Kesetaraan Gender) Nurdin, Mochamad; Daris Salam, Asep Lukman; Abdurahman, Irfan; Acip, Acip; Rizal, Rizal
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 12 No 01 (2024): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v12i01.6584

Abstract

Poligami dalam hukum keluarga Islam telah menjadi topik yang kontroversial, menimbulkan pertanyaan tentang keadilan gender dan kesejahteraan keluarga. Artikel ini menganalisis dinamika poligami dari perspektif hukum, kesejahteraan keluarga, dan kesetaraan gender. Melalui pendekatan hukum perbandingan dan analisis kritis, artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi praktik poligami, implikasi hukumnya terhadap kesejahteraan keluarga, dan dampaknya terhadap kesetaraan gender. Hasil analisis ini memberikan wawasan mendalam tentang tantangan dan peluang dalam memahami, menafsirkan, dan mengelola praktik poligami dalam konteks hukum keluarga Islam. Penekanan pada keseimbangan antara keadilan gender, hak asasi manusia, dan nilai-nilai kesejahteraan keluarga menjadi fokus utama dalam mengevaluasi dan merumuskan solusi yang inklusif.
Development of Islamic Family Law Thought Regarding Legal Norms of Waris, Wasiat and Hibah. Irfan Abdurahman; Asep Lukman Daris Salam; Erfan Shofari Sholahuddin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i2.1237

Abstract

Discussion of shari'ah which is a reference to divine decrees as "standard operational procedures" and fiqh which is a sub-foundation of shari'ah in the form of interpretation at the next level as a product of anthropological subjectivity, requires the formulation of rules so that the product of legal understanding does not go off the rails of shari' at. Meanwhile, the idea of renewing the rules of fiqh, which leads to changes in the formulation of the main rules of fiqh, will give rise to methodological problems which are feared to deconstruct the established formulation. The main objective of Islamic law is to realize the ideals of human benefit which are based on the values of social justice as God's creatures. The ideals of Islamic social justice at the level of implementation are reflected in the juridical-normative provisions in both the Qur'an and al-Hadith, the basis of which are the values of equality (al-musawah), justice (al-'ilah) and freedom ( al-hurriyah). Islamic Sharia is a concept of religious teachings that regulates all dimensions of human life. Thus, Islamic law is a comprehensive concept of life. However, the legal provisions in both the Qur'an and al-Hadith are mostly stated in common language (mujmal) so that they require ijtihad. Therefore, it is very possible or even inevitable that there will be a diversity of interpretations of religious texts.
Implementation of Islamic Inheritance Law: Study of History, Law and Its Principles Irfan Abdurahman; Asep Lukman Daris salam; Parhan Taqwa Ali Hasan
Al-Arfa: Journal of Sharia, Islamic Economics and Law Vol. 2 No. 1 (2024): Transformative Islamic Economics and Law
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/arfa.v2i1.53

Abstract

Islamic inheritance plays a pivotal role in Islamic teachings, holding significant importance. Within certain Muslim societies, conflicts often emerge among heirs regarding the distribution of inheritance. Consequently, it becomes imperative for the Muslim community to comprehend the intricacies of inheritance in Islam. This study conducts a literature review to delve into the subject matter. The authors gather data through a comprehensive search of various books, articles, and scholarly works. The findings of the study elucidate the extensive historical practice of Islamic inheritance, dating back to pre-Islamic times and the revelation of the Qur'an. In the practical implementation of Islamic inheritance, it becomes essential to understand the legal framework, principles, and related aspects such as pillars, conditions, causes, and barriers.