Ghina Ulpah
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Teknologi dan Media Sosial Terhadap Tingkat Perceraian di Era Digital: Studi Kasus pada Pasangan Milenial Muhammad Husni Abdulah Pakarti; Iffah Fathiah; Ghina Ulpah
As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/sakinah12202

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang dampak teknologi dan media sosial terhadap tingkat perceraian di era digital, dengan fokus pada pasangan milenial. Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola hubungan sosial dan interaksi manusia. Fenomena media sosial dan teknologi informasi telah mempengaruhi cara pasangan milenial berkomunikasi, berteman, dan menjalin hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peran teknologi dan media sosial dalam meningkatkan atau menurunkan tingkat perceraian di kalangan pasangan milenial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan responden yang telah mengalami perceraian dan memiliki pengalaman menggunakan teknologi dan media sosial dalam kehidupan pernikahan mereka. Selain itu, sumber data lainnya adalah dokumen, laporan, dan riset terkait mengenai dampak teknologi dan media sosial pada hubungan pernikahan dan tingkat perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial memberikan dampak ganda pada tingkat perceraian pasangan milenial. Di satu sisi, teknologi mempermudah pasangan untuk berkomunikasi dan terhubung satu sama lain, yang dapat memperkuat hubungan. Namun, di sisi lain, media sosial juga berperan sebagai faktor risiko dalam pernikahan, karena dapat memicu rasa cemburu, ketidakpercayaan, dan menyebabkan perselisihan yang berujung pada perceraian.
Building Tolerance Through Religious Diversity Among Students Ghina Ulpah; Miftahul Huda; Muhtadin Muhtadin
Journal of Southeast Asian Islam and Society Vol. 5 No. 1 (2026): JSEAIS
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jseais.51.2926

Abstract

This research aims to examine the role of religiousness in building tolerance among students. Tolerance is an important aspect in creating social harmony, especially in a heterogeneous educational environment. Religiousness is believed to be one of the factors that play a role in fostering mutual respect among students with different belief backgrounds. This research uses a qualitative approach with a literature study method. Data were obtained from religious tolerance books, relevant articles both printed and digital sources, scientific journals that discuss the relationship between religiosity and tolerance as well as policy documents related to religious education and tolerance in the school environment. The results show that the integration of religious values in school activities, such as interfaith discussions and learning based on religious moral values, contributes positively to improving tolerance attitudes among students. Students involved in these activities tend to be more open to differences and able to interact harmoniously with friends from different religious backgrounds. This finding indicates the important role of education in teaching tolerance values through diversity. The success of programs based on interfaith cooperation in schools can be used as a model to be applied more widely in the national education system. Further research is recommended to explore more deeply the role of family and community in supporting the formation of tolerance attitudes among students.