Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Kehidupan Masyarakat Desa Padasuka di Tengah Pandemi Covid-19 Endah Megawati; Tubagus Yudistira; Eka Iskandar; Sarah Adilah; Muhtadin Muhtadin; Sitti Chadidjah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.056 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i3.4241

Abstract

Menilik kondisi saat ini yang serba sulit akibat pandemi Covid-19 yang tidak kunjung mereda, telah banyak berdampak pada berbagai sektor termasuk sektor sosial, ekonomi, keagamaan ataupun kesehatan. Tentunya diperlukan usaha bersama dalam meningkatkan iman serta imunitas tubuh sehingga seluruh aspek akan kembali berjalan kearah yang lebih baik. Adapun maksud dan tujuan dari diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk berkontribusi, membantu, dan meringankan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung menyajikan berbagai informasi yang diperoleh melalui wawancara ataupun observasi dari hasil tindak lanjut program yang berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Tiga hal yang menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian bergerak pada upaya sosial dalam membantu masyarakat desa Padasuka bertahan hidup di tengah pandemi. Kemudian dalam bidang kesehatan yang diaplikasikan dengan bentuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga protokol Kesehatan. Terakhir yang juga yang tidak kalah penting yaitu dengan membangun nilai-nilai keimanan dan spiritual yang kuat, berupa terselenggaranya kegiatan keagamaan.  Diharapkan dengan adanya kegiatan ini menjadi jalan awal terbukanya kesadaran akan pentingnya kepedulian antar masyarakat. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Covid-19, Kesadaran Masyarakat, Kegiatan Keagamaan
Pengaruh Filsafat Positivisme Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Ghina Ulpah; Irawan Irawan; Tedi Priatna; Kemal Al Kautsar Mabruri; Muhtadin Muhtadin
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2024): April : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i2.1092

Abstract

The Islamic religious education curriculum is an important component of the education system in countries with a majority Muslim population. It should reflect Islamic principles, but also incorporate modern elements to meet the broader demands of education. In this regard, the philosophy of positivism has played an important role in the development of the Islamic religious education curriculum. This research aims to outline the influence of positivism in the development of Islamic religious education curriculum, and discuss the implications and challenges that may arise. This research uses a qualitative method with a literature study taken from various sources, both print and electronic media, books and electronic journals. There are primary and secondary sources in the form of published scientific works with a high credibility index. data analysis is taken from a literature review by means of researchers collecting data, and complete information from various data collection procedures and with a specified time. The data collected is analyzed using descriptive methods to reveal the facts of the incident written in statements derived from the data sources studied. All data obtained related to the philosophy of positivism and science, the Islamic education curriculum is collected and analyzed which is then associated with its role in the development of the Islamic education curriculum so as to produce a description in accordance with the purpose of writing this article. In conclusion, the influence of positivism philosophy in the development of Islamic education curriculum has brought benefits in pursuing a more rational and evidence-based education. However, it should be kept in mind that religious values and spiritual aspects should also remain a focus in the development of this curriculum. A balance between the positivistic approach and religious values is the key to achieving a comprehensive and relevant Islamic religious education.
Pengembangan Budaya Islami Melalui Inovasi Pendirian Kampung Al-Quran di Ranting Muhammadiyah Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Iim Ibrohim; Hendar Riyadi; Muhtadin Muhtadin; Muhammad Idris; Taufik Rahman Saleh; Azkazzia Awliya Ahmad
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i2.5999

Abstract

The development of Islamic culture in local communities is an important foundation in the formation of a moral, productive and progressive community character. This research reports a community service program through the establishment of Al-Quran Village in Muhammadiyah Sumbersari Branch, Ciparay District, Bandung Regency. This program aims to build Al-Quran learning infrastructure, increase understanding and practice of Islamic values, and produce Quranic cadres who are active in da'wah. Implementation methods include coaching, cadre training, and routine halaqah activities. The results show an increase in community participation, the formation of a solid Quranic community, and an increase in religious understanding. The novelty of the program lies in the integration of education, da'wah, and community-based empowerment with the use of digital technology for sustainability.
PROGRAM LITERASI ISLAMI BERKELANJUTAN UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PELATIHAN BERCERITA PADA ORANG TUA SISWA DAN PENGUATAN PERPUSTAKAAN DI TK KARYA CENDIKIA Hernawati Hernawati; Dewi Mulyani; Imas Kurniasih; Muhtadin Muhtadin; Ijang Faisal; Sheila Sheila; Muhammad Wahyudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35400

Abstract

ABSTRAKPengembangan literasi Islami pada anak usia dini memerlukan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Namun, hasil observasi awal di TK Karya Cendikia, Bandung, menunjukkan beberapa tantangan, yaitu terbatasnya koleksi buku Islami, rendahnya pemanfaatan fasilitas perpustakaan, serta keterampilan orang tua dalam bercerita yang masih kurang. Kondisi ini menghambat tumbuhnya budaya literasi Islami berkelanjutan pada anak. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan bercerita bagi orang tua dan penguatan perpustakaan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi: (1) lokakarya interaktif dan pendampingan bagi orang tua untuk meningkatkan keterampilan bercerita; (2) perbaikan fasilitas perpustakaan melalui penataan ruang, penambahan koleksi buku Islami sesuai usia anak, serta penerapan katalog digital sederhana; dan (3) monitoring serta evaluasi keterlibatan anak dalam kegiatan literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi orang tua dalam bercerita secara kreatif, meningkatnya minat anak dalam mengakses perpustakaan, serta bertambahnya ketertarikan anak membaca buku bertema Islami. Selain itu, perpustakaan menjadi lebih ramah anak dan berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan literasi.Program ini menegaskan pentingnya integrasi peran orang tua dengan dukungan kelembagaan sekolah dalam menumbuhkan literasi Islami anak usia dini.Kata kunci: Literasi Islami; Anak Usia Dini; Pelatihan Bercerita; Perpustakaan Sekolah; Pemberdayaan Orang Tua. ABSTRACTThe development of Islamic literacy in early childhood requires collaboration between schools and families. However, preliminary observations at TK Karya Cendikia, Bandung, showed several challenges: limited Islamic book collections, underutilized library facilities, and insufficient parental skills in storytelling. These conditions hinder the growth of sustainable Islamic literacy among children. This community service program was designed to address these issues by implementing storytelling training for parents and strengthening the school library. The methods included: (1) interactive workshops and mentoring sessions for parents to enhance storytelling techniques; (2) improvement of library facilities through spatial arrangement, enrichment of age-appropriate Islamic book collections, and the introduction of a simple digital catalog; and (3) monitoring and evaluation of children’s engagement in literacy activities.The results demonstrated increased parental competence in creative storytelling, greater enthusiasm among children in accessing the library, and heightened interest in reading Islamic-themed books. Furthermore, the library environment became more child-friendly and functional, supporting continuous literacy practices at school. This program highlights the importance of integrating parental involvement with institutional support in fostering early Islamic literacy. Keywords: Islamic Literacy; Early Childhood Education; Storytelling Training; School Library; Parental Involvement.
Implementasi Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Haris Saripudin; Muhtadin Muhtadin; Hernawati Hernawati
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 29, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v29i2.33986

Abstract

Abstrak: Pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang berpusat pada siswa, di mana guru menyesuaikan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individual siswa. Konsep ini menjadi sangat relevan di tengah keberagaman kemampuan, gaya belajar, dan minat siswa dalam kelas. Pada pengamatan awal peneliti menemukan strategi pembelajaran quran yang dilaksanakan di MTs MIMHa Informatika Bandung masih belum maksimal. Pembelajaran yang dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa. Sehingga mengakibatkan ketidak stabilan hasil belajar siswa. Padahal guru sudah dibekali ilmu tentang pembelajaran secara diferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk Mengetahui: (1) Implementasi strategi pembelajaran defferensiasi di MTs MIMHa Informatika Bandung; (2) Hasil belajar siswa setelah menggunakan strategi pembelajaran defferensiasi; dan (3) Faktor pendukung dan penghambat dari strategi pembelajaran defferensiasi. Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa metode merupakan suatu cara yang lebih cepat dan tepat dalam melaksanakan suatu kegiatan. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Adapun teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data (display data), verifikasi, dan penarikan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Implementasi pembelajaran diferensiasi Tahfizh di MTs MIMHa Informatika berjalan sistematis melalui perencanaan berbasis asesmen siswa, pelaksanaan dengan metode variatif dan pendekatan individual hingga klasikal, serta evaluasi menyeluruh yang menyesuaikan kebutuhan siswa; (2) Faktor pendukung berasal dari kompetensi guru, sarana, dan keterlibatan orang tua, meski dihadapkan pada hambatan internal dan eksternal seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh game online; dan (3) Pembelajaran ini berdampak positif pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, menunjukkan efektivitas pendekatan dalam membentuk hafizh yang cakap dan berkarakter.Abstract: Differentiated instruction is a student-centered approach in which teachers their teaching methods to meet individual student needs. This concept is highly relevant amidst the diversity of students' abilities, learning styles, and interests in the classroom. Initial observations revealed that the Qur'an learning strategy implemented at MTs MIMHa Informatika Bandung was not yet optimal. The instruction provided did not align with students’ needs, resulting in unstable learning outcomes, despite teachers being equipped with knowledge of differentiated instruction. This study aims to examine: (1) The implementation of differentiated learning strategies at MTs MIMHa Informatika Bandung, (2) Student learning outcomes following the application of differentiated instruction, and (3) Supporting and inhibiting factors in the implementation of differentiated learning strategies. Ahmad Tafsir explains that a method is a faster and more precise way of carrying out an activity. This research employs a descriptive analysis method with a qualitative approach. The data sources include both primary and secondary data. Data collection techniques involve interviews, documentation, and observation. The data analysis process includes data reduction, data display, verification, and drawing final conclusions. The results of this study show that: (1) The implementation of differentiated Tahfizh instruction at MTs MIMHa Informatika is systematic, involving assessment-based planning, varied methods using individual, small group, and classical approaches, as well as comprehensive evaluation aligned with student needs; (2) Supporting factors include teacher competence, facilities, and parental involvement, although there are internal and external challenges such as limited resources and the negative influence of online games; and (3) This instructional approach has a positive impact on students’ cognitive, affective, and psychomotor domains, demonstrating its effectiveness in developing competent and well-characterized hafizh.