Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PINANG (ARECA CATECHU L.) TERHADAP KESINTASAN TELUR KEONG MAS (POMACEA CANALICULATA LAMARCK) Angreni B. Liunokas; Joice J. Bana; Djeffry Amalo
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.64 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1302

Abstract

Abstrak: Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) merupakan hama potensial tanaman padi sawah yang berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sulit untuk menekan perkembangannya. Salah satu jenis tanaman yang dapat mengendalikan dan menekan populasi hama ini adalah pinang (Areca catechu L). Penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak pinang terhadap kesintasan telur keong mas, telah dilaksanakan di Laboratorium Biologi Undana Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian ekstrak biji pinang terhadap kesintasan telur keong mas, (2) nilai LC50 ekstrak biji pinang terhadap mortalitas telur keong mas, (3) nilai LT50­ ekstrak biji pinang terhadap mortalitas telur keong mas. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan yang terdiri dari tiga ulangan. Data penelitian dianalisis dengan analisis ragam dan analisis probit untuk menghitung LC50 dan LT50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian ekstrak pinang efektif dalam menghambat dan mematikan telur keong mas serta memberikan pengaruh nyata terhadap kesintasan telur keong mas. (2) nilai LC50 ekstrak pinang adalah pada konsentrasi 18.899% dengan garis regresi Y=10.56 + 1.98x dan (3) nilai LT50 ekstrak pinang yaitu pada 72,980 jam. Pemanfaatan ekstrak pinang sangat direkomendasikan bagi petani padi sawah yang ingin membasmi hama keong mas.Kata Kunci : A. catechu L., Telur P. canaliculata Lamarck, Kesintasan.Abstract: Golden snail (Pomacea canaliculata Lamarck) has been potential pest for rice plant which quickly develops, therefore it is difficult to stop its growth. One kind of plant which is able to stop the growth is areca (areca catechu L.). The influence of giving areca extract toward the development of golden snail’s eggs has already been done by the Biology Laboratory of Undana Kupang. The aim of the study is to know: 1) the influence of areca extract toward the development of golden snail’s eggs; 2) the LC50 value of areca extract on the mortality og golden snail’s eggs; 3) the LT50 value of areca extract on the mortality of golden snail’s eggs. Random technique was used with six sessions of treatment and three tests were implied. The analysis was done by classifying and also probility to count the value of LC50 and LT50­. The result showed that (1) giving areca extract was effective to restrain and stop the development of golden snail’s eggs and giving obvious influence toward the development of the eggs. (2) the value of LC50 areca extract was on the concentration of 18,899% with the regression was Y=10.56 + 1.98x and (3) the value of LT50 areca extract was on 72.980 hours. Therefore, making of areca extract is highly recommended for farmers especially in the rice field who want to prevent the grouth of golden snail.Keywords : A. catechu L., P. canaliculata Lamarck egg, Survivorship.
SOSIALISASI PENGGUNAAN Black Soldier Fly (BSF) SEBAGAI PAKAN ALTERTATIF BAGI PETERNAK AYAM KAMPUNG DI KELURAHAN NEFONAEK Joice J. Bana; Alfred O. M. Dima; Djefry Amalo; Refli Refli; Andriani N. Momo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian pakan yang seadanya dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional menyebabkan pertumbuhan dan produktivitas ayam kampung rendah. Perlu dicari alternatif pakan bagi ternak ayam kampung yang berkualitas, murah dan tersedia sepanjang waktu. Black soldier fly (BSF) dapat dijadikan pakan alternatif karena mengandung protein yang tinggi. Budidaya BSF ini telah berhasil dilakukan pada skala laboratorium dan telah diuji manfaatnya sebagai pakan ikan lele, ayam broiler, bebek dan burung. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat peternak ayam kampung tentang manfaat BSF sebagai pakan alternatif yang berkualitas bagi ayam kampung. Kegiatan ini dilakukan dengan metode caramah. Hasil sosialisasi ini menunjukkan peserta sangat antusias untuk memulai budidaya BSF untuk digunakan sebagai pakan ternak ayam mereka. Dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa BSF merupakan alternatif pakan yang bermutu, murah, tidak bersaing dengan manusia, tersedia sepanjang waktu, mudah diperoleh dan dapat menjadi usaha alternatif untik menambah penghasilan.
Laju Pertumbuhan Ayam Kampung Laju Pertumbuhan Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) yang Diberi Ransum dengan Tingkat Protein dan Energi yang Berbeda Joice Jusmiaty Bana; Amor T Karyawati; Theresia L Boro; Maria Danong
Journal Science of Biodiversity Vol 3 No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i2pp81-88

Abstract

Komposisi ransum menjadi salah satu faktor penting terhadap performa produksi ayam kampung. Komposisi nutrisi yang tepat dalam ransum akan memberikan performa produksi terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula ransum yang mengandung konsentrasi protein dan energi yang tepat dan seimbang untuk menunjang performa produksi ayam kampung. Penelitian ini menggunakan ayam berumur 4-5 bulan sebanyak 28 ekor yang diberi ransum dengan kombinasi 3 level protein yaitu 14%, 16% dan 18% serta 2 level energi yaitu 2600 kkal/kg dan 2800 kkal/kg. Ransum komersial digunakan sebagai kontrol. Tujuh perlakuan yaitu R0 (Ransum komersial), R1 ransum dengan kombinasi PK 14% dan EM 2600kkal/kg; R2 ransum dengan kombinasi PK 14% dan EM 2800kkal/kg, R3 ransum dengan kombinasi PK 16% dan EM 2600kkal/kg, R4 ransum dengan kombinasi PK 16% dan EM 2800kkal/kg, R5 ransum dengan kombinasi PK 18% dan EM 2600kkal/kg, R6 ransum dengan kombinasi PK 18% dan EM 2800kkal/kg, Masing masing perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Parameter yang diukur adalah pertambahan bobot badan (PBB), konsumsi ransum, specific growth rate (SGR) dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS for windows versi 25, bila perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan R6 yaitu ransum dengan kombinasi protein 18% dan energi 2800 kkal/kg memberikan performa produksi terbaik secara signifikan dengan kelompok perlakuan lainnya kecuali perlakuan R5. Kata kunci : Gallus gallus domesticus , pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, specific growth rate, konversi ransum.
Laju Pertumbuhan Ayam Kampung Laju Pertumbuhan Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) yang Diberi Ransum dengan Tingkat Protein dan Energi yang Berbeda Bana, Joice Jusmiaty; Karyawati, Amor T; Boro, Theresia L; Danong, Maria
Journal Science of Biodiversity Vol. 3 No. 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i2pp81-88

Abstract

Komposisi ransum menjadi salah satu faktor penting terhadap performa produksi ayam kampung. Komposisi nutrisi yang tepat dalam ransum akan memberikan performa produksi terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula ransum yang mengandung konsentrasi protein dan energi yang tepat dan seimbang untuk menunjang performa produksi ayam kampung. Penelitian ini menggunakan ayam berumur 4-5 bulan sebanyak 28 ekor yang diberi ransum dengan kombinasi 3 level protein yaitu 14%, 16% dan 18% serta 2 level energi yaitu 2600 kkal/kg dan 2800 kkal/kg. Ransum komersial digunakan sebagai kontrol. Tujuh perlakuan yaitu R0 (Ransum komersial), R1 ransum dengan kombinasi PK 14% dan EM 2600kkal/kg; R2 ransum dengan kombinasi PK 14% dan EM 2800kkal/kg, R3 ransum dengan kombinasi PK 16% dan EM 2600kkal/kg, R4 ransum dengan kombinasi PK 16% dan EM 2800kkal/kg, R5 ransum dengan kombinasi PK 18% dan EM 2600kkal/kg, R6 ransum dengan kombinasi PK 18% dan EM 2800kkal/kg, Masing masing perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Parameter yang diukur adalah pertambahan bobot badan (PBB), konsumsi ransum, specific growth rate (SGR) dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS for windows versi 25, bila perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan R6 yaitu ransum dengan kombinasi protein 18% dan energi 2800 kkal/kg memberikan performa produksi terbaik secara signifikan dengan kelompok perlakuan lainnya kecuali perlakuan R5. Kata kunci : Gallus gallus domesticus , pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, specific growth rate, konversi ransum.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Bokashi sebagai Upaya Mitigasi Pencemaran Limbah Organik Refli, Refli; Dima, Alfred O M; Bana, Joice J; Nurwiana, Ida; Prasetyo, Dwi; Nalle, Agus Arnold; Lawa, Yosep; Nenotek, Petronella Syahyanti; Nahas, Agustina Ethin; Kaho, Uly Jonathan Riwu
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 (Juni)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i2.5441

Abstract

The amount of organic waste continues to increase along with the growing population and changing consumption patterns. This will impact the rise of greenhouse gases and the decline in environmental quality. Therefore, community service activities aim to provide education on processing organic waste into useful and environmentally friendly products in the form of liquid organic fertilizer (LOF) and bokashi as an effort to mitigate environmental pollution. The educational activities are conducted using the participatory rural approach (PRA) method, where participants are directly involved in the production of LOF and bokashi. The activities are divided into four main stages: observation, training and mentoring implementation, and activity evaluation. The target of community service is the Betlehem Oesapa Barat congregation, which is organized into the Bethlehem Farmers Group consisting of 25 people. The evaluation results show that community activities with the PRA approach have an effectiveness level of up to 96% in transferring waste management knowledge and skills to participants. This is supported by the change in knowledge about making LOF and bokashi from 8% before the educational activities to 92% by the end of the activities. About 96% of participants stated that the activities were beneficial to them, with 92% of participants wanting to independently implement the results of the activities. The follow-up to these activities includes continuous monitoring and evaluation, as well as further development related to the use of LOF and bokashi in the horticultural cultivation of the farmers' group. Additionally, efforts will be made to expand the reach to the congregation and community by the community service team of the Postgraduate program The University of Nusa Cendana in order to create a society that is aware and cares about the environment and actively participates in mitigating waste pollution in the future.
SOSIALISASI PENGENALAN TANAMAN HANJUANG MERAH (Cordilyne fruticosa [L.] A. Chev) SEBAGAI TANAMAN OBAT DI DESA BURAEN Nono, Kristina Moi; Bana, Joice J.; Boro, Theresia Lete
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemic Covid 19 telah memberikan dampak besar terhadap kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan secara mandiri, diantaranya meningkatnya pemanfaatan tanaman yang berkhasiat obat. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat obat dan telah teruji secara farmakologis adalah tanaman Hanjuang merah. Desa Buraen merupakan salah desa yang masih awam tentang pemanfaatan tanaman hanjuang merah sebagai obat. Padahal tanaman ini banyak dijumpai pada halaman rumah warga. Oleh karena itu sangat penting dilakukan sosialisasi tentang tanaman hanjuang merah. Tujuannya yaitu mengenalkan manfaat hanjuang merah sebagai tanaman obat. Metode yang digunakan yaitu ceramah tentang tanaman hanjuang merah dan khasiatnya, serta diskusi dan demonstrasi cara mengolah dan dosis pemakaian ramuan. Kegiatan dihadiri peserta 20 orang. Evaluasi kuisioner menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang khasiat hanjuang merah sebagai obat sebesar 73,1%. Hasil monitoring menunjukkan terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta yakni mulai mengkonsumsi air rebusan hanjuang merah sebanyak 8 orang (40%) serta keyakinan mereka tentang khasiat hanjuang merah meningkat.