Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Kelembagaan Karang Taruna Tunas Muda Ulin Dalam Pembentukan Wisata Kampung Sayur Landasan Ulin Utara (LAURA) Kota Banjarbaru Sugiannor, Sugiannor; Dewi, Dewi Purboningsih; Iman, Muhammad Nur Iman Ridwan; Akbar, Sidderatul Akbar; Taufik, Taufik Arbain; Aulia, Aulia
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i3.14316

Abstract

Pengelolaan Kampung Sayur di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, merupakan upaya penting dalam pengembangan destinasi wisata berbasis ekowisata yang dapat meningkatkan perekonomian lokal serta melestarikan lingkungan. Namun, pengelolaan yang belum optimal menjadi tantangan utama dalam memaksimalkan potensi Kampung Sayur sebagai objek wisata. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan Karang Taruna Tunas Muda dalam rangka pengelolaan wisata edukasi Kampung Sayur yang berkelanjutan. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi dan pelatihan kepada anggota Karang Taruna untuk meningkatkan kapasitas manajerial, perencanaan wisata, serta keterlibatan masyarakat setempat. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota Karang Taruna mengenai konsep ekowisata dan pengelolaan wisata berbasis komunitas. Karang Taruna juga berhasil menyusun rencana aksi pengelolaan wisata dan mengembangkan berbagai program edukasi serta sosialisasi melalui media sosial. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan terkait pengelolaan infrastruktur dan pemasaran yang perlu perhatian lebih lanjut. Hasil pengabdian ini memberikan kontribusi penting dalam membangun fondasi yang kuat untuk pengelolaan Kampung Sayur sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat setempat
Analysis of waste handling strategies for riverbanks communities Muhammad Riduansyah Syafari; M. Nur Iman Ridwan; Sugiannor Sugiannor; Syahrial Shaddiq
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243608

Abstract

Waste management is essential to protecting the environment and minimizing its negative impact on human health and the ecosystem. The low participation of riverbank residents in maintaining and creating a clean environment in the river and its surroundings has prompted the Environmental Service to create a program called "River Maharagu" by holding river cleanliness competitions. This research aims to analyze the success of the Environmental Service program by formulating a strategy for handling waste from riverbank communities through a SWOT analysis. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The SWOT analysis results found that (1) Strategy (SO) encourages and facilitates stakeholders to collaborate with the Diaspora and universities to build and develop river ecotourism. (2) Strategy (WO) to build and increase the synergy of stakeholders and youth communities (Karang Taruna) in building and developing river ecotourism and coordinating with the Diaspora. (3) Strategy (ST): River management maintains self-sufficiency in collecting and transporting household waste and continues to motivate residents to dispose of waste properly. (4) (WT) The Environmental Service builds collaboration with universities in providing education to build awareness among riverbank residents.
Stunting case based on the character of the settlement area in Mantuil Banjarmasin M. Nur Iman Ridwan; Saladin Ghalib; Deasy Arisanty; Setia Budhi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243717

Abstract

Ensuring adequate nutrition through a balanced and healthy diet is essential to maintaining overall health. Maintaining adequate nutrition remains the main priority of the Banjarmasin City Government, especially in remote areas of Mantuil District which has the highest prevalence of stunted children in Banjarmasin. This research aims to determine the prevalence of stunting cases in Mantuil District using a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, observation and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research results found that stunting cases in Mantuil District occurred more frequently in riverbank settlements due to sanitation problems, uninhabitable housing and large numbers of families in one house. This research also found that unhealthy residential conditions, low public awareness about stunting, unclean lifestyles also contribute to the prevalence of stunting cases.
Penguatan kapasitas publik terhadap stunting di Kelurahan Antasan Kecil Timur Kota Banjarmasin Muhammad Riduansyah Syafari; M. Nur Iman Ridwan; Sugiannor Sugiannor; Anjani Anjani
SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): July
Publisher : Master Program of Natural Science Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/seru.v1i1.197

Abstract

Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang, ditunjukkan dengan indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan ambang batas (Z-score) kurang dari 2 Standar Deviasi (SD) dari data Kemenkes tahun 2011. Stunting sendiri merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi perhatian utama dunia termasuk di Indonesia. Kaliamantan Selatan masih dalam kondisi rawan tentang stanting dimana masih berada pada level 24 % angka stanting yang ditemukan, Kota Banjarmasin dengan 5 kecamatan dan bebrapa kecamatan masih ditemukan anak yang styanting.Dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, masyarakat masyarakat kota kota banjarmasin khususnya kelurahan antasan kecil timur masih belum sepenuhnya memamhami dan mengetahui tentang bahaya stanting. Hal ini terjadi karena masyarakat belum banyak menerima informasi. Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) merupakan program kemitraan masyarakat yaitu antara Perguruan Tinggi dengan kelompok pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak saja menawarkan pemecahan masalah (Problem Solving) mengenai penguatan kelembagaan namun mengetahui strategi pemasaran dalam penjualan hasil pengolahan hasil perikanannya. Dengan demikian program ini memiliki nilai komprehensif, bermakna, tuntas dan dapat berkelanjutan (Sustainable). Adanya dorongan masyarakat serta dari pemerintah sekitar mendorong untuk adanya kegiatan penguatan dan pengetahuan tentang stanting, program pengabdian masyarakat ini disusun dan akan dilaksanakan untuk menjembatani khalayak sasaran Masyarakat Antasan Kecil Timur untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi yang lengkap sehingga masyarakat bisa mencegah sedini mungkin tentang stanting pada anak-anak mereka dan membantu pemerintah dalam penurunan angka stanting.Abstract. Stunting is a chronic condition that describes stunted growth due to long-term malnutrition, indicated by the height-for-age index (TB/U) with a threshold (Z-score) of less than 2 Standard Deviation (SD) in 2011 Ministry of Health data. Stunting itself is one of the nutritional problems that is of major concern to the world, including in Indonesia. South Kalimantan is still in a vulnerable condition regarding stunting where it is still at the level of 24% of the stunting rate found, Banjarmasin City with 5 sub-districts and several sub-districts are still found to have stunted children. With the current conditions, the people of the city of Banjarmasin, especially the Antasan Kecil Timur still doesn't fully understand and know about the dangers of stunting. This happens because the community has not received much information. The Compulsory Serving Lecturer Program (PDWA) is a community partnership program between universities and community empowerment groups. This program does not only offer problem solving regarding institutional strengthening but knows the marketing strategy in selling the processing of fishery products. Thus this program has a comprehensive, meaningful, complete and sustainable value. There is encouragement from the community as well as from the surrounding government to encourage strengthening activities and knowledge about stunting, This community service program is structured and will be implemented to bridge the target audience of the Antasan Kecil Timur Community to obtain complete knowledge and information so that the community can prevent stunting in their children as early as possible and assist the government in reducing stunting rates.. Keyword: Stunting; Posyandu; Partnership