Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN PENGATAHUAN TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK REMAJA AWAL DI SD ISLAM TERPADU NURUL FIKRI MAKASSAR N Nurbaya; N Nurhaedar J; Andi Asrina
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.958 KB)

Abstract

Meski tidak termasuk dalam daftar negara dengan tingkat pelecehan seksual tertinggi di dunia, Indonesia mencatat kemunduran dalam hal perlindungan anak. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat, 2015 terdapat 218 kasus kekerasan seksual anak. Sementara pada 2016, KPAI mencatat terdapat 120 kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak.Kemudian di 2017, tercatat sebanyak 116 kasus. Kelompok usia remaja yang sebagian dikategorikan secara hukum sebagai anak rentan menjadi korban kekerasan seksual karena anak selalu diposisikan sebagai sosok lemah atau dianggap kemampuan untuk melindungi diri terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang pengetahuan remaja awal terhadap kekerasan seksual dalam rangka mencegah terjadinya kekerasan seksual. Penelitian dilakukan di SD Islam Terpadu Nurul Fikri Kota Makassar. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperiment pada 50 siswa-siswi SDIT Nurul Fikri. Didapatkan hasil 96,3 % dari 23 responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang kekerasan seksual, hanya 3,7% yang berpengetahuan cukup.Hal ini disebabkan minimnya informasi yang didapatkan oleh siswa (I) mengenai hal-hal yang terkait kesehatan reproduksi terutama terkait pelecehan seksual.Penelitian ini menyarankan perlunya edukasi yang benar mengenai seksualitas sesuai pentahapan umur melalui penyuluhan atau media yang menarik dari pihak sekolah.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Nurhalisa; Nurbaya; Nur Adnin
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.151

Abstract

Kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya disebabkan oleh komplikasi anemia, seperti pendarahan. Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kekurangan zat besi, peningkatan fisiologis selama kehamilan, serta pola makan ibu hamil yang sering terganggu akibat mual & muntah. Tujuan ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tamalate Kota Makassar 2024. Metode ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control, di laksanakan pada bulan Oktober- November 2024, jumlah sampel penelitian ini sebanyak 30 ibu hamil di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Hasil menunjukkan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil ( - value 0,935 > 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil (p-value < 0,001). Kesimpulan tidak ada hubungan antara status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil.
Sosialisasi “Menstruasi Tanpa Cemas” bagi Anak Perempuan di SD Negeri 1 Tatura Nurbaya Nurbaya; Rendhar Putri Hilintang; Gita Nathalia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3192

Abstract

Menarche merupakan tonggak penting dalam perkembangan biologis dan psikologis anak perempuan, namun banyak siswi sekolah dasar di Indonesia menghadapinya dengan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan, stigma budaya, dan fasilitas yang tidak memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswi SD Negeri 1 Tatura, Kota Palu dalam menghadapi menstruasi pertama melalui edukasi interaktif. Sebanyak 51 siswi berusia 10–12 tahun mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2025. Intervensi dilakukan melalui interactive health education yang memadukan penyampaian materi, diskusi, leaflet bergambar, serta games edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 11,76 menjadi 14,41, dengan nilai signifikansi p = 0,000, menandakan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Media leaflet dan pendekatan interaktif terbukti meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan rasa percaya diri peserta dalam menghadapi menarche. Program ini menunjukkan bahwa edukasi pra-menarche yang terstruktur dapat menjadi strategi efektif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesiapan siswi. Implementasi program serupa disarankan untuk diperluas melalui keterlibatan guru dan pendekatan berbasis keluarga agar keberlanjutan edukasi dapat terjaga.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi terhadap Remaja Tentang Kesiapsiagaan Ketika Terjadi Bencana di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Elvaria Mantao; Nurhaya S. Patui; Novi Inriyanny Suwendro; Rahma Dwi Larasati; Nurbaya Nurbaya
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.6090

Abstract

The Pantoloan Community Health Center (Puskesmas) in Palu City was severely affected by the 2018 earthquake and tsunami. The resulting damage to many health facilities limited access to vital reproductive health services. Furthermore, significant gaps persisted in adolescents' knowledge and understanding of how to maintain their reproductive health during emergency situations.This quantitative study was designed to evaluate the effectiveness of reproductive health education in improving adolescent disaster preparedness. The research employed a quasi-experimental design using the Pretest-Posttest Group Design method. The target population consisted of all Middle Adolescents (aged 13-18 years) residing in the Pantoloan Community Health Center area, totaling approximately 561 individuals.Cluster Random Sampling was used as the sampling technique, with clusters established at each adolescent health post (Posyandu). The final sample size was 68 adolescents.Data analysis included univariate and bivariate methods. Statistical tests used were the independent sample t-test if data were normally distributed, and the Wilcoxon test if data were not normally distributed.The study results indicated a difference in the average adolescent knowledge, with an average increase of 1.93 following the provision of reproductive health education. Similarly, the average preparedness of adolescents showed a difference, with an average increase of 3.96 after the education.The statistical test results revealed that the $p$-value for both the knowledge and preparedness variables was 0.000. Based on these findings, it is concluded that reproductive health education is effective in increasing adolescent knowledge and preparedness for when disasters occur in the Pantoloan Community Health Center Working Area.