Nurnaningsih Hamzah
Universitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN EKSPLORASI MANFAAT TUMBUHAN OBAT PADA KAWASAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Identification and Exploration for Benefit of Medicinal Plants in Limited Production Forest Areas Wolasi District South Konawe Regency Agus Setiawan; Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah; Nurnaningsih Hamzah; I Made Arya Irmawan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v3i1.26432

Abstract

ABSTRAK            Hutan Produksi Terbatas adalah areal lahan hutan yang dipertahankan sebagai kawasan hutan dan berfungsi untuk menghasilkan hasil hutan bagi kepentingan konsumsi masyarakat, industri, dan eksport. Hutan Produksi terbatas di Desa Lelekaa merupakan komponen penting dari Kesatuan Pengelolaan Gularaya atau hutan (KPH) dengan luas lahanya yaitu 40 Ha, secara administrasi jumlah penduduk Desa Lelekaa sekitar 303 KK. Menurut masyarakat Desa Lelekaa potensi tanaman obat yang terdapat dalam kawasan hutan produksi terbatas sangat beragam mulai dari tumbuhan berkayu sampai anakan, hingga pada tingkat tumbuhan jenis perdu.                       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan pemanfaatan tumbuhan obat di kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018. Pengambilan sampel  dengan metode jelajah Cruise Method, Metode Participatiry Rural Appraisal dan metode wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil identifikasi jenis tumbuhan obat di kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan terdapat 26 jenis tumbuhan. Tumbuhan obat tersebut memiliki beranekaragam famili diantarnya yaitu famili Asteraceae dan Euphorbiaceae memiliki jenis tumbuhan yang banyak terdapat di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan.             Tumbuhan obat memiliki bagian (organ) tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Lelekaa kecamatan Wolasi kabupaten Konawe Selatan adalah akar, batang, daun, kulit batang, rimpang, getah dan buah. Pengetahuan masyarakat tentang cara pemakaian tumbuhan obat bervariasi tergantung jenis tumbuhan yang digunakan. Cara pemakaian tumbuhan obat yaitu direbus, dilumutkan, ditumbuk, dimakan langsung, digigit langsung, dipotong-potong, dioles dan dibakar yang manfaatnya dapat mengobati penyakit-penyakit tertentu. Kata Kunci:     Hutan Produksi Terbatas, Tumbuhan Obat, Desa Lelekaa. Kecamatan Wolasi.ABSTRACT Limited Production Forest is an area of forest land that is maintained as a forest area and functions to produce forest products for the benefit of public consumption, industry, and export. Limited Production Forest in Lelekaa Village is an important component of the Gularaya forest of management unit (KPH) with a land area of 40 hectares, administratively the population of Lelekaa Village is around 303 families. According to the people of Lelekaa Village, the potential for medicinal plants found in the limited production forest area is very diverse, ranging from woody plants to tillers, to the level of shrubs.This study aims to determine the types and the use of in the Limited Production Forest area of Lelekaa Village, Wolasi District, South Konawe Regency. This research was carried out in October until December 2018. Sampling was carried out using the Cruise Method, Participatiry Rural Appraisal Method and interview methods, then analyzed descriptively qualitatively. The results of the identification of medicinal plant species in the Limited Production Forest area of Lelekaa Village, Wolasi District, Konawe Selatan Regency contained 26 plant species. These medicinal plants have various families including the Asteraceae and Euphorbiaceae families which have many plant species found in the Limited Production Forest Area, Lelekaa Village, Wolasi District, South Konawe Regency.Medicinal plants have plant parts (organs) used by the people of Lelekaa Village, Wolasi District, South Konawe Regency, namely roots, stems, leaves, bark, rhizomes, sap and fruit. Public knowledge about how to use medicinal plants varies depending on the type of plant used. How to use medicinal plants, namely boiled, crushed, ground, eaten directly, bitten directly, cut into pieces, smeared and burned which benefit can treat certain diseases.Keywords : Limited Production Forest, Medicinal Plants, Lelekaa Village. Wolasi District.
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP REBOISASI KAWASAN HUTAN JATI DI DESA LAKOLOGOU, KECAMATAN TONGKUNO, KABUPATEN MUNA La Ode Agus Salim Mando; Aminuddin Mane Kandari; Nur Arafah; Sitti Marwah; Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah; Safril Kasim; Nurnaningsih Hamzah; Lade Ahmaliun
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.225 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12350

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan hubungan antara karakteristik masyarakat dengan persepsi masyarakat terhadap reboisasi Kawasan Hutan Jati di Desa Lakologou Kecamatan Tongkuno. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 KK. Untukmengetahui persepsi masyarakat terhadap reboisasi dilakukan dengan analisis dalam bentuk pembobotan dan skoring dengan menggunakan model skala likert. Sedangkan untuk mengetahui hubungan antara persepsi masyarkat dengan karakteristik masyarakat menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki tingkat persepsi setuju dalam reboisasi Kawasan Hutan Jati Tongkuno yaitu sebesar 93,33%, sedangkan responden yang persepsinya cukup setuju adalah sebanyak 6,67%. Karakteristik masyarakat yang berhubungan secara signifikan terhadap persepsi adalah umur, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, sedangkan jumlah tanggungan keluarga tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan persepsi masyarakat terhadap reboisasi. Kata kunci: Persepsi, Reboisasi, Korelasi, Kawasan Hutan Jati Analysis Of Communities Perception On Reboisation Of Teak Forest Area In Lakologou Village, Tongkuno District, Muna RegencyAbstract : This study aims to analyze the perceptions and relationships between community characteristics and community perceptions of reforestation of the Teak Forest Area in Lakologou Village, Tongkuno District. The sample in this research is 30 households. To know public perception of reforestation done by analysis in the form of weighting and scoring by using likert scale model. Meanwhile, to know the relationship between community perceptions with the characteristics of the community using multiple regression analysis with the help of SPSS 20. The results showed that people who have perceptions agreed in the reforestation of Tongkuno Teak Forest Area is 93.33%, while the respondents whose perception is quite agree is as much as 6.67%. Characteristics of society that relate significantly to perception are age, education level and job type, while the number of family dependents has no significant relationship with people's perceptions of reforestation.Keywords: Correlation, Perception, Reforestation, Teak Forest Area