Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) DALAM PENGAWETAN BAMBU BETUNG (DENDROCALAMUS ASPER BACKER) TERHADAP SERANGAN KUMBANG BUBUK Nurnaningsih Hamzah; Niken Pujirahayu; Nurhayati Hadjar; Wa Ode Rosdia
Jurnal Ecogreen Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.974 KB)

Abstract

ABSTRAKBambu di Indonesia diperkirakan 157 jenis, dan 50% diantaranya merupakan bambu endemik Indonesia. Umur panen yang relatif cepat yaitu 3 - 4 tahun serta mudahnya bambu tumbuh dan berkembang menjadikan bambu semakin banyak diminati oleh pengrajin untuk menafaatkan bambu dalam berbagai macam bentuk. Permasalahan yang kemudian timbul adalah umur pakai bahan yang terbuat dari bambu tidak bertahan lama karena rentan terhadap organisme perusak seperti kumbang bubuk dan rayap, permasalahan ini juga dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara yang banyak memanfaatkan bambu dalam kehidupan sehari-harinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai bahan pengawet alami bambu betung (Dendrocalamus asper backer) terhadap serangan kumbang bubuk, serta memanfaatkan daun cengkeh sebagai pengawet alami. Perbandingan ekstrak daun cengkeh yang digunakan yaitu 0,75%, 1 % dan 1,5 %. Hasil penelitian menunjukkan pengawetan bambu betung dengan pengawet alami dari ekstrak daun cengkeh berpengaruh sangat nyata terhadap retensi dan penurunan berat bambu. Pemberian ekstrak daun cengkeh dengan konsentrasi 1,5 % memberikan hasil yang lebih baik untuk semua variabel pengamatan.Kata Kunci : Bambu betung, pengawetan, kumbang bubuk, ekstrak kulit cengkeh
POTENSI DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) GANTARA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Nurnaningsih Hamzah; Wa Ode Hastiani Fahidu; Abigael Kabe
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.37

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membunuh bibit penyakit, dan memperbaiki organ yang sakit. Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tumbuhan herbal yang telah digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat sekitar KPH Gantara, Waru (Hibiscus tiliaceus) sebagai obat penurun demam dan mengurangi ketombe pada rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa (fitokimia) daun waru (Hibiscus tiliaceus) di KPH Gantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Waru mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid, sehingga efektif digunakan sebagai obat bagi masyarakat. Kata Kunci : tumbuhan obat, Waru, KPH Gantara
UJI KADAR AIR TITIK JENUH SERAT BEBERAPA JENIS KAYU PERDAGANGAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN zakiah uslinawaty; Niken Pujirahayu; Nurhayati Hadjar; abigael kabe; Nurnaningsih Hamzah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v5i1.83

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji kadar air titik jenuh serat bebrapa jenis kayu perdagangan dikabupaten konawe selatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium kehutanan fakultas kehutanan dan ilmu lingkungan universitas halu oleo, berlangsung selama kurang lebih satu bulan yakni september sampai oktober 2019, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kandunag kadar air yang terdapat pada beberapa jenis kayu perdagangan yang ada dikabupaten konawe selatan, dan ini manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai dasar untuk membuat jadwal pengeringan kayu perdagangan yang berada di kabupaten konawe selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air kondisi titik jenuh serat (KA-TJS) untuk Jabon putih (Neoleamarckia cadamba) memiliki nilai rata-rata 30,86%, kayu Akasia mangium (Acacia mangium), 27,74%, kayu Jati Lokal (Tectona grandis L.F) 15,16%, dan kayu Jabon Merah (Neoleamarckia macrophyllus)30,06%. Nilai-nilai ini mendekati nilai pustaka yang dijadikan rujukan meskipun cenderung lebih rendah. Dengan demikian maka rata-rata nilai KA-TJS pada ke-lima jenis kayu perdagangan Indonesia yang diteliti khususnya Jabon putih, kayu Akacia, kayu Jati Lokal, Kayu Jabon Merah ternyata dibawah 30%..
POTENSI DAUN BAKALA (Alstonia spectabilis) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT Nurnaningsih Hamzah; Nurhayati Hadjar; niken pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Abigael Kabe
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membunuh bibit penyakit, dan memperbaiki organ yang sakit. Bakala (Alstonia spectabilis) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai obat malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa (fitokimia) daun bakala (Alstonia spectabilis). Penelitian diawali dengan pembuatan simplisia kering daun waru kemudian ekstrak menggunakan etanol 70%, dilanjutkan uji kandungan fitokimia di Laboratorium Farmasi UHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Bakala mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid, sehingga efektif digunakan sebagai obat bagi masyarakat.
UJI EFEKTIVITAS PENGAWETAN ROTAN TERHADAP INFEKSI JAMUR BLUE STAIN MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI DARI DAUN SONNERATIA ALBA uslinawaty; niken pujirahayu; nurhayati Hadjar; abigael kabe; Nurnaningsih Hamzah; ika yuniarsih; Muhammad Attar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotan merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki nilai ekonomi kedua tertinggi setelah kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan daun mangrove (Sonneratia alba) sebagai bahan pengawet lima jenis lima jenis rotan terhadap serangan Jamur Blue Stain.Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan 5 jenis rotan dengan konsentrasi bahan pengawet ekstrak daun pidada putih 4% dan 6%. Hasilmya bahan pengawet ekstrak daun pidada putih (Sonneratia alba) dengan konsentrasi 4% 6% dalam proses perendaman dingin s efektif melindungi rotan terhadap serangan jamur blue stain pada 5 jenis rotan. intesitas serangan jamur blue stain pada 5 jenis rotan pada konsentrasi 6% sebesar 14,97% termasuk klasifikasi ringan sehingga sudah termasuk efektif mencegah serangan jamur blue stain.
VARIASI ARAH RADIAL STRUKTUR ANATOMI KAYU CEMARA (Casuarina junghuhniana Miq.) ASAL TORAJA UTARA: (Radial Variation of Wood Anatomical Structure in Casuarina junghuhniana Miq. from North Toraja) Abigael Kabe; Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Sahindomi Bana; Emilia Cantesya Patiara; LM Raya Akbar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.175

Abstract

Kayu cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq.), dalam bahasa lokal Toraja disebut kayu buangin merupakan salah satu jenis kayu lokal yang digunakan dalam pembuatan rumah adat di Toraja (tongkonan). Penelitian dan informasi terhadap sifat anatomi kayu sebagai komponen rumah adat masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi struktur anatomi kayu cemara gunung dari arah empulur ke bagian dekat kulit. Parameter makroskopis dan mikroskopis kayu dianalisis sesuai dengan standar masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan secara makroskopis kayu gubal berwarna coklat dan kayu teras berwarna coklat tua, lingkaran tahun tidak begitu jelas, bertekstur kasar, arah serat sedikit miring. Permukaan kayu agak mengkilap, memiliki aroma yang khas. Kayu keras dan tergolong sulit dikerjakan. Tipe pori soliter dengan diameter kecil yang meningkat dari empulur ke bagian kulit. Kayu dekat empulur terdapat tilosis. Jari-jari uniseri nampak jelas pada bidang melintang berukuran besar dan kecil. Panjang serat rata-rata termasuk kategori sedang (kelas III), serat agak miring. Berdasarkan nilai rata-rata parameter turunan dimensi serat maka kayu cemara gunung termasuk kelas mutu serat III.
K Kesesuaian Ukuran kayu Gergajian di Bangsal Kayu Kota Kendari ((Size Conformity of Sawn Timber in Kendari City Wooden Wards) Abigael Kabe; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; nurhayati hadjar; nurnaningsih hamzah; Richard Edwan R Napitu
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran sortimen kayu gergajian berperan penting dalam industri kayu, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan nilai ekonomi hasil hutan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kayu gergajian, jenis sortimen, kesesuaian ukuran sortimen kayu dan cacat kayu gergajian yang diperjualbelikan di Kota Kendari. Penelitian dilaksanakan dengan pengambilan sampel di 5 bangsal kayu yang ada di kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pemilik bangsal kayu untuk memperoleh data jenis dan cacat kayu serta dilakukan pengukuran dimensi panjang, lebar dan tebal terhadap 175 sampel sortimen kayu gergajian menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data ukuran dimensi sortimen kayu gergajian dengan nilai ukuran Standar Nasional Indonesia (SNI) No.7537.2-2010 tentang Kayu Gergajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kayu gergajian yaitu kayu jabon putih (Anthocephalus cadamba), kayu bitti (Vitex cofassus) dan kayu kumea (Manilkara merrilliana). Ketiga jenis kayu ini diperdagangkan dalam bentuk produk dengan masing-masing nama dagang antara lain kaso 4x4, kaso 5x5, papan 3x20, papan 3x25, kusen 7x12, balok 6x12, dan balok 8x12. Dimensi panjang dan lebar kayu gergajian di Kendari umumnya sudah sesuai SNI, namun ketebalan pada beberapa produk seperti papan 3x20 Jabon, papan 3x25 Jabon, kusen 7x12 kayu Bitti dan balok 8x12 kayu Kumea masih perlu dioptimalkan. Cacat sortimen kayu yaitu cacat mata kayu, cacat lubang gerek serangga, cacat kayu melengkung, mold dan cacat kayu retak/pecah ujung dan permukaan.
KETERAWETAN LIMA JENIS ROTAN KOMERSIL TERHADAP BAHAN PENGAWET DAUN MANGROVE (Sonneratia Alba) zakiah uslinawaty; Pujirahayu Pujirahayu; Nurhayati Nurhayati; Abigael Kabe; Nurnaningsih Hamzah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the durability of five types of commercial rattan is rattan batang, lambang, noko, tohiti and cacing against mangrove leaf extract ( Sonneratia alba ). This type of research uses the descriptive method. In this study the concentration of the mangrove leaf ( Sonneratia alba ) preservative solution used was 4%. Each type of rattan underwent 3 trials with immersion time of 3 days and 6 days and the average value was calculated. The total of all experiments is 30 experimental units. The results showed that the type of rattan that was preserved affected the values obtained in the absorption of preservatives, retention and penetration values. The highest absorption value was found in the type of worm rattan with an achievement of 348.0 kg/m3, the highest retention value was found in the type of worm rattan with an acquisition of 41.8 kg/m3. Meanwhile, the highest penetration value was found in Tohiti rattan with a gain of 11.78 mm.
Analisis Senyawa Fitokimia pada Limbah Kulit Kayu Bakala (Alstonia spectabilis) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Obat Nurnaningsih Hamzah; Nurhayati Hadjar; Dewi Fitriani; Wiwin Rahmawati Nurdin; Awaluddin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia yang terkandung dalam kulit kayu Alstonia spectabilis sebagai sumber potensial untuk bahan obat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua pelarut yang berbeda, yaitu etanol 70% dan air suling, untuk mengekstraksi senyawa bioaktif yang ada dalam kulit kayu. Proses ekstraksi diikuti dengan uji fitokimia untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan fenol, sementara ekstrak air hanya mengandung saponin, flavonoid, dan tanin. Ekstrak etanol menunjukkan rendemen yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa etanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif dari Alstonia spectabilis. Keberadaan senyawa-senyawa ini menunjukkan potensi aktivitas terapeutik seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba, yang mendukung potensi kulit kayu ini sebagai obat alami. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengetahuan mengenai Alstonia spectabilis sebagai tanaman obat dan menyoroti pentingnya pemilihan pelarut dalam ekstraksi senyawa fitokimia.
KETERAWETAN KAYU BAKALA (Alstonia spectabillis) TERHADAP BAHAN PENGAWET EKSTRAK BIJI BINTARO (Cerbera manghas) zakiah uslinawati; niken Pujirahayu; Nurhayati hadjar; abigael kabe; nurnaningsih Hamzah; Rut Monica Tampubolon; Muh. Fikhi Saisyah Putra
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.217

Abstract

Pengawetan kayu merupakan salah satu usaha untuk memperpanjang masa pakai dan menjaga kayu tidak terserang oleh faktor perusak kayu serta meningkatkan kekuatan kayu. Bahan pengawet alami yang dapat digunakan adalah bahan yang beracun dan efektif dalam membunuh organisme perusak kayu dan tidak dapat mencemari lingkungan, seperti biji buah bintaro (Cerbera manghas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet alami ekstrak biji bintaro terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan kayu bakala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perendaman dingin dengan konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20. rata-rata absorbsi pada konsentrasi 20% sebesar 224,6 Kg/m³. Nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 9,9 Kg/m³ dan nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 20% sebesar 11,24 Kg/m³. Nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 7,88 mm dan nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 20% sebesar 8,02 mm. Berdasarkan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perbedaan pada konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20% berpengaruh nyata terhadap nilai retensi dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai penetrasi. Berdasarkan nilai standar SNI nilai retensi dan nilai penetrasi pada konsentrasi 15% dan 20% telah memenuhi standar untuk penggunaan dalam ruangan bawah atap