Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS PENGAWETAN ROTAN TERHADAP INFEKSI JAMUR BLUE STAIN MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI DARI DAUN SONNERATIA ALBA uslinawaty; niken pujirahayu; nurhayati Hadjar; abigael kabe; Nurnaningsih Hamzah; ika yuniarsih; Muhammad Attar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotan merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki nilai ekonomi kedua tertinggi setelah kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan daun mangrove (Sonneratia alba) sebagai bahan pengawet lima jenis lima jenis rotan terhadap serangan Jamur Blue Stain.Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan 5 jenis rotan dengan konsentrasi bahan pengawet ekstrak daun pidada putih 4% dan 6%. Hasilmya bahan pengawet ekstrak daun pidada putih (Sonneratia alba) dengan konsentrasi 4% 6% dalam proses perendaman dingin s efektif melindungi rotan terhadap serangan jamur blue stain pada 5 jenis rotan. intesitas serangan jamur blue stain pada 5 jenis rotan pada konsentrasi 6% sebesar 14,97% termasuk klasifikasi ringan sehingga sudah termasuk efektif mencegah serangan jamur blue stain.
VARIASI ARAH RADIAL STRUKTUR ANATOMI KAYU CEMARA (Casuarina junghuhniana Miq.) ASAL TORAJA UTARA: (Radial Variation of Wood Anatomical Structure in Casuarina junghuhniana Miq. from North Toraja) Abigael Kabe; Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Sahindomi Bana; Emilia Cantesya Patiara; LM Raya Akbar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.175

Abstract

Kayu cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq.), dalam bahasa lokal Toraja disebut kayu buangin merupakan salah satu jenis kayu lokal yang digunakan dalam pembuatan rumah adat di Toraja (tongkonan). Penelitian dan informasi terhadap sifat anatomi kayu sebagai komponen rumah adat masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi struktur anatomi kayu cemara gunung dari arah empulur ke bagian dekat kulit. Parameter makroskopis dan mikroskopis kayu dianalisis sesuai dengan standar masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan secara makroskopis kayu gubal berwarna coklat dan kayu teras berwarna coklat tua, lingkaran tahun tidak begitu jelas, bertekstur kasar, arah serat sedikit miring. Permukaan kayu agak mengkilap, memiliki aroma yang khas. Kayu keras dan tergolong sulit dikerjakan. Tipe pori soliter dengan diameter kecil yang meningkat dari empulur ke bagian kulit. Kayu dekat empulur terdapat tilosis. Jari-jari uniseri nampak jelas pada bidang melintang berukuran besar dan kecil. Panjang serat rata-rata termasuk kategori sedang (kelas III), serat agak miring. Berdasarkan nilai rata-rata parameter turunan dimensi serat maka kayu cemara gunung termasuk kelas mutu serat III.
K Kesesuaian Ukuran kayu Gergajian di Bangsal Kayu Kota Kendari ((Size Conformity of Sawn Timber in Kendari City Wooden Wards) Abigael Kabe; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; nurhayati hadjar; nurnaningsih hamzah; Richard Edwan R Napitu
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran sortimen kayu gergajian berperan penting dalam industri kayu, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan nilai ekonomi hasil hutan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kayu gergajian, jenis sortimen, kesesuaian ukuran sortimen kayu dan cacat kayu gergajian yang diperjualbelikan di Kota Kendari. Penelitian dilaksanakan dengan pengambilan sampel di 5 bangsal kayu yang ada di kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pemilik bangsal kayu untuk memperoleh data jenis dan cacat kayu serta dilakukan pengukuran dimensi panjang, lebar dan tebal terhadap 175 sampel sortimen kayu gergajian menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data ukuran dimensi sortimen kayu gergajian dengan nilai ukuran Standar Nasional Indonesia (SNI) No.7537.2-2010 tentang Kayu Gergajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kayu gergajian yaitu kayu jabon putih (Anthocephalus cadamba), kayu bitti (Vitex cofassus) dan kayu kumea (Manilkara merrilliana). Ketiga jenis kayu ini diperdagangkan dalam bentuk produk dengan masing-masing nama dagang antara lain kaso 4x4, kaso 5x5, papan 3x20, papan 3x25, kusen 7x12, balok 6x12, dan balok 8x12. Dimensi panjang dan lebar kayu gergajian di Kendari umumnya sudah sesuai SNI, namun ketebalan pada beberapa produk seperti papan 3x20 Jabon, papan 3x25 Jabon, kusen 7x12 kayu Bitti dan balok 8x12 kayu Kumea masih perlu dioptimalkan. Cacat sortimen kayu yaitu cacat mata kayu, cacat lubang gerek serangga, cacat kayu melengkung, mold dan cacat kayu retak/pecah ujung dan permukaan.
KETERAWETAN LIMA JENIS ROTAN KOMERSIL TERHADAP BAHAN PENGAWET DAUN MANGROVE (Sonneratia Alba) zakiah uslinawaty; Pujirahayu Pujirahayu; Nurhayati Nurhayati; Abigael Kabe; Nurnaningsih Hamzah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the durability of five types of commercial rattan is rattan batang, lambang, noko, tohiti and cacing against mangrove leaf extract ( Sonneratia alba ). This type of research uses the descriptive method. In this study the concentration of the mangrove leaf ( Sonneratia alba ) preservative solution used was 4%. Each type of rattan underwent 3 trials with immersion time of 3 days and 6 days and the average value was calculated. The total of all experiments is 30 experimental units. The results showed that the type of rattan that was preserved affected the values obtained in the absorption of preservatives, retention and penetration values. The highest absorption value was found in the type of worm rattan with an achievement of 348.0 kg/m3, the highest retention value was found in the type of worm rattan with an acquisition of 41.8 kg/m3. Meanwhile, the highest penetration value was found in Tohiti rattan with a gain of 11.78 mm.
KETERAWETAN KAYU BAKALA (Alstonia spectabillis) TERHADAP BAHAN PENGAWET EKSTRAK BIJI BINTARO (Cerbera manghas) zakiah uslinawati; niken Pujirahayu; Nurhayati hadjar; abigael kabe; nurnaningsih Hamzah; Rut Monica Tampubolon; Muh. Fikhi Saisyah Putra
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.217

Abstract

Pengawetan kayu merupakan salah satu usaha untuk memperpanjang masa pakai dan menjaga kayu tidak terserang oleh faktor perusak kayu serta meningkatkan kekuatan kayu. Bahan pengawet alami yang dapat digunakan adalah bahan yang beracun dan efektif dalam membunuh organisme perusak kayu dan tidak dapat mencemari lingkungan, seperti biji buah bintaro (Cerbera manghas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet alami ekstrak biji bintaro terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan kayu bakala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perendaman dingin dengan konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20. rata-rata absorbsi pada konsentrasi 20% sebesar 224,6 Kg/m³. Nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 9,9 Kg/m³ dan nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 20% sebesar 11,24 Kg/m³. Nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 7,88 mm dan nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 20% sebesar 8,02 mm. Berdasarkan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perbedaan pada konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20% berpengaruh nyata terhadap nilai retensi dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai penetrasi. Berdasarkan nilai standar SNI nilai retensi dan nilai penetrasi pada konsentrasi 15% dan 20% telah memenuhi standar untuk penggunaan dalam ruangan bawah atap
LOMBA VIDEO PENDEK KONSERVASI MANGROVE UNTUK PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN GENERASI MUDA Nurnaningsih Hamzah; Abdul Sakti; Dewi Fitriani; Niken Puji Rahayu; Sahindomi Bana; Zakiah Uslinawaty
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.852

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, keberlanjutan ekosistem tersebut masih menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, pembangunan kawasan pesisir, pencemaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan generasi muda melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana kampanye konservasi mangrove. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa dan pelajar dari berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan dan media digital, dengan melibatkan 15 peserta dalam kegiatan lomba video pendek “Satu Menit Selamatkan Mangrove”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi konservasi mangrove, penyusunan konsep dan produksi video, publikasi kampanye digital melalui Instagram, penilaian karya, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menghasilkan 15 video edukatif bertema konservasi mangrove. Kampanye digital yang dilakukan melalui Instagram mampu menjangkau sekitar 5.400 akun dan memperoleh sekitar 3.200 interaksi digital berupa tanda suka, komentar, dan berbagi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa lomba video pendek berbasis media digital dapat menjadi strategi edukasi lingkungan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi generasi muda dalam penyebarluasan pesan konservasi mangrove serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui evaluasi literasi lingkungan yang lebih terukur.
REHABILITASI MANGROVE TELUK KENDARI BERBASIS EDUKASI LINGKUNGAN DAN KOLABORASI MULTIPIHAK Nurhayati Hadjar; Abdul Sakti; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Abigael Kabe; Lade Ahmaliun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.853

Abstract

Ekosistem mangrove di Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya tutupan mangrove sebesar 15% per tahun, kerusakan habitat akibat pembangunan dan konversi lahan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung rehabilitasi mangrove melalui edukasi lingkungan, aksi penanaman, dan penguatan kolaborasi multipihak berbasis Campus-Based Environmental Stewardship. Kegiatan melibatkan 250 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, perwakilan instansi pemerintah, masyarakat, serta tujuh mitra strategis dalam bidang lingkungan dan rehabilitasi pesisir. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove, demonstrasi teknik penanaman, praktik penanaman bibit, evaluasi pemahaman melalui kuis, serta penguatan jejaring konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menanam 500 bibit mangrove yang terdiri atas Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui kuis berhadiah yang memuat 20 pertanyaan tentang materi sosialisasi, dengan siswa sekolah menengah atas menjadi kelompok yang paling aktif dan paling banyak memberikan jawaban benar. Kolaborasi tersebut mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara kampus, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mitra lingkungan dalam pelaksanaan konservasi pesisir berkelanjutan secara bersama. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan peserta dalam konservasi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan mendukung pemulihan kawasan pesisir. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pemeliharaan rutin, pendampingan berkala, serta perluasan kemitraan dan edukasi konservasi kepada siswa sekolah menengah pertama.