Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Populasi Sehat Restu Rahmadanti Ayuningtiyas; Musyarrafah Musyarrafah; Ety Retno Setyowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i2.917

Abstract

Pemanfaatan tanaman rimpang atau tanaman toga untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia telah dilakukan sejak dulu, salah satunya yaitu tanaman Sirsak (Annona muricata Linn). Tanaman sirsak memiliki berbagai macam manfaat salah satunya digunakan untuk menstabilkan kadar glukosa darah. Tanaman sirsak memiliki beberapa senyawa yang terkandung didalamnya yaitu flavonoid, quercentin, dan tannin. Flavonoid bekerja menurunkan kadar glukosa darah dengan cara meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak, quercentin dengan cara menghambat enzim α-glukosidase sehingga tidak akan dipecah menjadi monosakarida, tannin dengan cara menghambat penyerapan glukosa pada usus halus. Untuk mengetahui efektifitas pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar glukosa darah populasi sehat. Penelitian analitik eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Penelitian dilakukan di BTN Griya Lingkar Mandiri pada 1 Februari 2020. Sampel penelitian merupakan sampel sehat sebanyak 40 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi McNemar. Batas nilai signifikasi adalah (p<0.05). Berdasarkan hasil penelitian, dari 40 sampel ditemukan sebanyak 36 sampel mengalami penurunan, dan 4 sampel mengalami peningkatan. Uji statistik menunjukkan pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar glukosa darah memiliki efektifitas yang baik. Terdapat efektifitas yang bermakna dari pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar glukosa darah populasi sehat.
HUBUNGAN SGPT DAN SGOT DENGAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RSUDP NTB Mardiana Maya Utari; Herlinawati Herlinawati; Ety Retno Setyowati
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 5 (2022): Nusantara Hasana Journal, October 2022
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue virus infection can attack hepatic cells. Hepar produces thrombopoeitin hormone that regulates platelet production. Platelets are produced in the bone marrow, in the liver and kidneys. One of the causes of decreased platelets in patients with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is due to dengue virus attack liver cells that interfere with the production of platelets. Liver damage also causes the release of transaminase enzymes SGPT and SGOT, resulting in increased enzyme SGPT and SGOT. This study aims to determine the relationship between SGPT and SGOT levels with platelet counts in patients with Dengue Hemorrhagic Fever at RSUDP NTB The research method used is cross sectional and accidental sample as sampling method. This study used 77 samples. The data analysis used is Chi Square.Based on the analysis of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) patients in RSUDP NTB, the average of SGPT is 81,97 U/L, SGOT 71,6 U/L, and trombosit 106.000 mg/dL. Based on results of chi square analysis there is a relationship between SGPT and SGOT levels and trombosit levels in Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) patients in RSUDP NTB. The higher the levels of SGPT or SGOT, the lower of  platelet counts.
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Populasi Sehat Restu Rahmadanti Ayuningtiyas; Musyarrafah Musyarrafah; Ety Retno Setyowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i2.917

Abstract

Pemanfaatan tanaman rimpang atau tanaman toga untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia telah dilakukan sejak dulu, salah satunya yaitu tanaman Sirsak (Annona muricata Linn). Tanaman sirsak memiliki berbagai macam manfaat salah satunya digunakan untuk menstabilkan kadar glukosa darah. Tanaman sirsak memiliki beberapa senyawa yang terkandung didalamnya yaitu flavonoid, quercentin, dan tannin. Flavonoid bekerja menurunkan kadar glukosa darah dengan cara meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak, quercentin dengan cara menghambat enzim α-glukosidase sehingga tidak akan dipecah menjadi monosakarida, tannin dengan cara menghambat penyerapan glukosa pada usus halus. Untuk mengetahui efektifitas pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar glukosa darah populasi sehat. Penelitian analitik eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Penelitian dilakukan di BTN Griya Lingkar Mandiri pada 1 Februari 2020. Sampel penelitian merupakan sampel sehat sebanyak 40 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi McNemar. Batas nilai signifikasi adalah (p<0.05). Berdasarkan hasil penelitian, dari 40 sampel ditemukan sebanyak 36 sampel mengalami penurunan, dan 4 sampel mengalami peningkatan. Uji statistik menunjukkan pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar glukosa darah memiliki efektifitas yang baik. Terdapat efektifitas yang bermakna dari pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar glukosa darah populasi sehat.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kadar Kolesterol dengan Hipertensi di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Putu Ardhyana Yogeswara; Ety Retno Setyowati; Siti Ruqayyah; Deny Sutrisna Wiatma
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14199

Abstract

Hypertension is a health problem that often occurs throughout the world. Over time, the prevalence of hypertension has increased every year. Hypertension can be caused by an increase in Body Mass Index (BMI) and total cholesterol levels. Many studies state that there is a relationship between body mass index and cholesterol levels with hypertension. However, there are also studies with different results which state that there is no relationship between body mass index and total cholesterol levels with hypertension. To determine whether there is a relationship between body mass index and total cholesterol levels with hypertension at the Gerung Community Health Center, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This study used an observational analytic study with a cross-sectional study design, with a sample of 30 respondents who met the inclusion criteria, namely patients with hypertension, hypercholesterolemia and obesity who were treated at the Gerung Health Center in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara and patients who were willing be a research sample. There is a significant relationship between body mass index (BMI) and hypertension at the Gerung Health Center in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara with a p-value of 0,000 (p-value <0,05) and a correlation value of 0,671. There is a significant relationship between total cholesterol levels and hypertension at the Gerung Health Center in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara with a p-value of 0,001 (p-value <0,05) and a correlation value of 0,599. There is a significant relationship between body mass index (BMI) and total cholesterol levels with hypertension at the Gerung Community Health Center, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata) dan Daun Talas (Colocasia Esculenta) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Dienda Rara Nursoleha; I Putu Dedy Arjita; Sabariah Sabariah; Ety Retno Setyowati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24121

Abstract

ABSTRACT Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infection has resulted in an increase of the death rate due to Antimicrobial Resistance around the world, one of it is Indonesia. The treatment of MRSA infections mostly uses synthetic antibacterial drugs. However, currently many synthetic drugs are getting resistance, that allowing MRSA infections out of control. One of the attempts to solve this problem is to use natural ingredients such as Chromolaena odorata and Colocasia esculenta plants which have been proven to have antimicrobial effects against some bacteria. This research aims to test the effectiveness of the combination of Chromolaena odorata and Colocasia esculenta extract with ethanol in inhibiting the growth of MRSA. This research method uses true experimental using the Cup-plate technique/well diffusion method. The number of experimental units was 28 that divided into 7 groups with a ratio of 1:0, 1:1, 1:2, 2:1, 0:1, positive control of Vancomycin 30ug/disk, negative control of ethanol 95%. From the antibacterial test, there were results a very strong categories in combination of 1:0, 1:1, 1:2, and 2:1 ethanol extract of Chromolaena odorata and Colocasia esculenta with inhibitory zone diameters of 20 mm, 20.875 mm, 21.25 mm, and 22.125 mm. Meanwhile, the ratio of 0:1 is unable to inhibit MRSA. The results of the Mann-Whitney test showed that there was no significant difference between the ratio of 1:0, 1:1, 1:2, and 2:1 with the positive control, meanwhile the ratio of 0:1 has a significant difference. In this study, there was an effectiveness on the combination of Chromolaena odorata and Colocasia esculenta extract with ethanol in the ratio of 1:0, 1:1, 1:2, and 2:1 that inhibited the growth of MRSA.  Keywords: Antibacteria, Combination, MRSA.  ABSTRAK Infeksi Methicillin-Resistent Staphylococcus aureus (MRSA) mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kematian akibat Antimicrobial Resistance diseluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Pengobatan infeksi MRSA sebagian besar menggunakan obat-obatan antibakteri sintetik. Namun, saat ini obat-obatan sintetik banyak mengalami resistensi sehingga memungkinkan infeksi MRSA semakin tidak terkendali. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan bahan alami seperti tanaman Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta yang tebukti memiliki efek antimikroba terhadap beberapa bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak etanol Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta dalam menghambat pertumbuhan MRSA. Metode penelitian ini menggunakan true experimental menggunakan metode difusi Cup-plate technique/sumuran. Jumlah unit percobaan sebanyak 28 pada 7 kelompok dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, 2:1, 0:1, kontrol positif Vankomisin 30ug/disk, kontrol negatif etanol 95%. Dari uji antibakteri tersebut terdapat hasil pada kombinasi 1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1 ekstrak etanol Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta memiliki diameter zona hambat 20 mm, 20,875 mm, 21,25 mm, dan 22,125 mm termasuk kategori sangat kuat. Sedangkan pada perbandingan 0:1 tidak mampu menghambat MRSA. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1 terhadap kontrol positif. Sedangkan perbandingan 0:1 memiliki perbedaan secara signifikan. Pada penelitian ini terdapat efektivitas kombinasi ekstrak etanol Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta pada perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1 dalam menghambat pertumbuhan MRSA Kata Kunci: Antibakteri, Kombinasi, MRSA.