Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PASANG SURUT TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DAERAH IRIGASI RAWA DESA KOLAM KIRI DALAM KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA Juniansyah, Ferry; Handayani, Fitria; Purwasih, Anggraini
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i2.13614

Abstract

Barito kuala merupakan penyumbang terbesar di Kalsel dari 12 provinsi/kota , dengan produksi ±330.000 ton atau 16,6% ( BPS, 2015 ). Barito kuala didominasi oleh dataran pasang surut seluas ±300.000 hektar ( 96,1%) dan sisanya ±11.000 hektar (3,9%) dataran rendah. Potensi daerah pasang surut di Kabupaten Barito Kuala adalah±120.000 hektar dan terdiri dari Overflow Tipe A (49,7%) , Overflow Tipe B (31,9%) dan Overflow Tipe C (18,45%) dengan Luas persawahan ±100.000 hektar , namun masih banyak potensi untuk pengembangan lahan ,Salah satu faktor kunci keberhasilan pengembangan lahan basah adalah teknik pengelolaan tanah dan air yang tepat untuk menciptakan media pertumbuhan yang sangat baik bagi tanaman. Pengelolaan air dalam kegiatan pertanian dilahan gambut pasang surut dapat berhasil  dengan baik jika dilakukan secara hati-hati, karena pengelolaan air tidak mungkin dapat tercapai secara langsung serta tidak mungkin dapat dilakukan segera setelah lahan direklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi pengaruh pasang surut terhadap produktivitas padi dan keasaman pH air. Pengamatan lapangan selama dua hari menunjukkan bahwa kualitas air sangat mempengaruhi Tanaman terutama Padi yaitu diangka 5 dengan kondisi yang baik di Desa Kolam kiri dalam ( TMU 1,TMU 6,TMU 7.TMU 8 dan TMU 9 ) Memiliki permodelan yang tidak sama antara Muara , Tengah , dan Ujung saluran yang mengakibatkan air tidak rata sampat ke ujung salurah , tetapi jika curah hujan yang tinggi maka air bisa sampai ke ujung saluran tetapi dengan hitungan lambat serta Memiliki warna air lumayan bening pada daerah muara saluran dan berwarna coklat kekuning kuningan cenderung keruh pada daerah tengah Saluran.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN RENCANA ANGGARAN BIAYA JALAN USAHA TANI DI DESA KANDANGAN BARU KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Hendra Cahyadi; Ferry Juniansyah; Eka Purnamasari; Muhammad Hazairin; Geri Odistiya Permana; M. Riza Sapari; Randhika Setya Pratama
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i2.221

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan jalan usaha tani. Latar belakang kegiatan didasarkan pada rendahnya kemampuan teknis aparatur desa dalam perencanaan anggaran yang berpotensi menghambat efektivitas pembangunan dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Metode yang digunakan adalah learning by doing melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, serta praktik langsung penyusunan RAB berbasis Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test. Peserta tidak hanya memahami konsep dasar RAB, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara praktis dalam perencanaan proyek jalan usaha tani. Peningkatan kemampuan ini berkontribusi terhadap penguatan tata kelola pembangunan desa yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel. Dengan demikian, pelatihan teknis berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi aparatur desa. Kegiatan ini juga memberikan dampak strategis dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan dana desa serta meminimalkan risiko kesalahan perencanaan anggaran di masa mendatang.