Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Isolasi Dan Karakterisasi Fungi Endofit Dari biji Kopi Robusta (Coffea canephora L.) dengan sekuen gen 18S Rrna Aulia Aulia; Rusman Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.856

Abstract

Biji kopi robusta (Coffea canephora L­) memiliki senyawa kimia diantaranya asam klorogenat yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme, fungi endofit merupakan mikroorganisme penting dan sumber senyawa bioaktif baru memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan tanaman inangnya.Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi isolat fungi endofit dari biji kopi robusta (Coffea canephora L.) dengan sekuen gen 18SrRNA. Penelitian ini dilakukakan dengan cara mengisolasi fungi endofit biji kopi robusta menggunakan metode tanam langsung pada medium Potato Dextrosa Agar dan diuji aktivitas untuk mengetahui potensi isolat yang aktif. Identifikasi makroskopik dilakukan dengan melihat langsung bentuk koloni, tepi warna dan bentuk permukaan. Isolat yang diperoleh digunakan untuk proses fermentasi dengan menggunakan media Potato Dexstrosa Broth, diperoleh uji aktivitas hasil fermentasi isolat pada Staphylococcus aureus (J1-01), (J2-02) adalah 11,2 mm, 17,06 mm dan pada Escherichia coli adalah 10,46 mm, 13,00 mm , Isolat fungi endofit dari biji kopi robusta (Coffea canephora L.)ditemukan jenis J1-01 Burkholderia cepacia, J2-02 fusarium sp.
Uji Antioksidan Isolat Fungi Endofit Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Rizki Rahmawati; Rusman Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 1: Volume 3 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i1.1060

Abstract

Kopi arabika mengandung senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian untuk menentukan aktivitas antioksidan isolat fungi endofit biji kopi arabika dengan metode ABTS. Tahap yang dilakukan meliputi isolasi yang ditanam pada media Potato dextrosa agar, fermentasi isolat pada media Potato dextrosa bouth,uji antioksidan dengan metode ABTS. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa isolat KA-03 memiliki nilai IC50 sebesar 24,878 µg/mL sedangkan isolat KA-04 memiliki nilai IC50 sebesar 22,539. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat KA-03 dan KA-04 memiliki aktifitas antioksidan yang sangat kuat.
Formulasi dan Uji Anti Mikroba Sabun Transparan dari ekstrak biji kopi hijau robusta (coffea canephora Lin) Nur Zalzabila Ramli; Uswatun Hasanah; Amelia Triwardhani; Rusman Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 2: Volume 3 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i2.1159

Abstract

Ulkus diabetik  ditandai dengan luka pada kaki disertai dengan nana dan bauk khas,disebabkab karena kondisi glukosa dalam darah yang tidak terkontrol, Kopi robusta dengan kandungan asam klorogenat secara ilmiah terbukti dalam mengontrol glukosa dalam darah serta kemampuan dalam membunuh mikroorganisme, sehingga perlu di formulasi dalam bentuk sabun transfaran untuk pengobatan ulkus diabetic. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri  formulasi sabun transfaran dari biji kopi robusta (Coffea chanefora L) Metode Penelitian secara eksperimental dengan cara maserasi simplisia biji kopi robusta dengan pelarut etanol  21%, ekstrak yang diperoleh diformulasikan dalam bentuk sabun trasfaran, kemudian dilanjut dengan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri  Staphilococcus aureus, Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk uji. Hasil penelitian yang terlah dilakukan diperoleh formulasi sabun transfaran berwarna bening, hijau,tekstur padat. Hasil Uji Angka Lempeng Total terhadap bakteri Staphilococcus aureus dengan nilai < dari 1.0x101 koloni /gram. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa sabun transfaran  memiliki aktivitas terhadap bakteri staphylococcus aureus
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Biji Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Pada Otot Skeletal Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes Melitus Secara Imunohistokimia Armita Aprisa; Rusman Rusman; Ayu Wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1166

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus suatu kondisi kronis yang terjadi saat pankreas tidak dapat menghasilkan insulin. Senyawa di dalam biji kopi robusta yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah asam klorogenat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) pada jaringan otot skeletal tikus (Rattus norvegicus) diabetes melitus secara imunohistokimia. Metode penelitian ini yaitu dengan cara simplisia biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) dimaserasi menggunakan etanol 70%. Sebanyak 12 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok, diberi pakan diet tinggi lemak selama 12 minggu. Diukur berat badan, kadar glukosa darah setelah induksi. Kelompok I diberi pakan diet tinggi lemak sebagai kontrol negatif diberi aquadest, kelompok II diberi larutan metformin sebagai kontrol positif, kelompok III dan IV perlakuan ekstrak etanol biji kopi robusta 200 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB, kemudian diberi ekstrak selama 12 minggu dan diukur berat badan, kadar glukosa darah. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) dengan dosis 200 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB berpengaruh pada tikus (Rattus norvegicus) yang diabetes mellitus ditandai dengan adanya interaksi antara antigen dan antibodi dengan menggunakan metode imunohistokimia dengan adanya warna coklat pada jaringan otot skeletal
Uji Akativitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L.) Terhadap Bakteri Escerichia Coli Dan Shigella Dysenteriae Aswi Warfa Gusman; Rusman Rusman; Jasmiadi Jasmiadi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1381

Abstract

Senggani (Melastoma malabathrium L.) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat diare dan mengandung senyawa fitokimia berupa tanin yang berpoten sisebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk menentukan aktivits antibakteri ekstrsk etanol daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan cara difusi agar dan menggunakan 3 konsentrasi yaitu 25%, 50%, dan 75%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstral etanol daun senggani memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. Dysenteriae yang ditandai dengan adanya zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Pada bakteri E. coli masing-masing memiliki zona hambat yaitu 12,83 mm, 14,63 mm, dan 20,14 mm. sedangkan bakteri S. dysenteriae masing-masing mamiliki zona hambat yaitu 11,56 mm, 13,09 mm, dan 25,51 mm. dapat disimpulkan bahwa semua konsentrasi ekstrak daun senggani memiliki kepekaan daya hambat terhadap pertumbahan E. coli dan S. Dysenteriae dengan katergori kuat.
Standardisasi Pengukuran parameter Nonspesifik simplisia dan ekstrak etanol Biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A.) Zahratul Jannah; Rusman Rusman; Agus Sangka
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1411

Abstract

Standardisasi bahan baku obat (simplisia maupun ekstrak) dimaksudkan untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kemanfaatan obat yang akan dibuat. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data parameter non spesifik simplisia dan ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A.). Standardisasi pengukuran parameter non spesifik simplisia biji kopi robusta meliputi pengujian, kadar air, kadar abu, dan cemaran logam Cd dan Pb. Biji kopi robusta yang telah diolah menjadi simplisia kemudian dilakukan pengujian parameter non spesifik pada simplisia biji kopi robusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta memiliki bobot jenis 1,01 g/mL, kadar air simplisia 9,67% (sesuai standar), namun kadar air ekstrak masih tinggi (23,37%). Kadar abu simplisia 4,35% dan ekstrak 12,82% menandakan kandungan mineral yang wajar, serta susut pengeringan simplisia 9,67% berada dalam batas yang diterima. Namun, kadar cemaran kadmium (Cd) melebihi batas aman, sehingga perlu pengendalian lebih lanjut, sedangkan cemaran timbal masih dalam batas standar.
Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Spray Gel Ekstrak Etanol Daun Kacang Gude (Cajanus cajan) Ekawati Ekawati; Arfiani Arifin; Rusman Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1611

Abstract

Kacang gude merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung berbagai senyawa polifenol, diantaranya antosianin, dan flavonoid yang dimana senyawa flavonoid berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menetralisir radikal bebas. Tujuan penelitian untuk memformulasi ekstrak etanol daun kacang gude (Cajanus cajan) dalam bentuk sediaan spray gel serta untuk mengetahui nilai IC50 dari sediaan spray gel ekstrak etanol daun kacang gude (Cajanus cajan). Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, selanjutnya dibuat formulasi sediaan spray gel dengan konsentrasi F1 (0,5%), F2 (1%), F3 (1,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kacang gude diperoleh nilai IC50 sebesar 22,928 µg/mL. Nilai IC50 pada sediaan spray gel F1 (0,5%) 45,755 µg/mL, F2 (1%) 41,051 µg/mL, F3 (1,5%) 36,201 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan spray gel ekstrak daun kacang gude (Cajanus cajan) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Pengaruh Lama Penggunaan Obat Anti Diabetik Oral Terhadap Fungsi Ginjal Pasien di Fasilitas Kesehatan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Nurfadillah Amir; Rusman Rusman; ayu wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1873

Abstract

Penggunaan obat anti diabetik oral dalam jangka lama menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait dengan isu terjadi penurunan fungsi ginjal, sebanyak 537 juta orang dewasa di seluruh dunia menderita diabetes dengan perkiraan peningkatan sebesar 45% yang setara dengan 783 juta pasien pada tahun 2045. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan obat anti diabetik oral terhadap fungsi ginjal pasien di fasilitas kesehatan kecamatan biringkanaya kota Makassar. Metode pengambilan sampel yaitu teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling berdasarkan pasien yang mengonsumsi obat anti diabetik oral di bagi menjadi 3 kelompok ada yang lama penggunaan obat selama 1-4 tahun, 5-9 tahun, dan 10-14 tahun penderita diabetes mellitus di fasilitas kesehatan kecamatan biringkanaya dengan menggunakan analisis uji regression mendapatkan hasil penelitian kelompok 1 (1-4 tahun), kelompok 2 (5-9 tahun), dan kelompok 3 (10-14 tahun) didapatkan hasil p value 0,059 lama penggunaan obat terhadap nilai GFR dan p value 0,961 obat anti diabetik oral terhadap nilai GFR keduanya menunjukkan hasil yang tidak signifikan dimana lama penggunaan obat tidak berpengaruh terhadap fungsi ginjal.