Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN SURUHAN (Peperomia pellucida L.) Arfiani Arifin; Intan Intan; Nur Ida
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v7i2.908

Abstract

Suruhan leaves (Peperomia pellucida L.) are known to be rich in secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoid compounds that have potential as anti-acne so that they can be applied as active ingredients in gel preparations. The purpose of this study was to determine the best base for the formulation of an anti-acne gel preparation of suruhan leaf extract that was physically stable. The research method includes the extraction of suruhan leaves by maceration using 96% ethanol. The gel formulation was designed with variations of carbopol base, HPMC, and Na CMC with a concentration of 2%. Physical stability tests include organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, viscosity and adhesion which were carried out before and after accelerated storage using a climatic chamber. The results of this study showed that the gel preparation of the ethanol extract of suruhan leaves using carbopol and HPMC bases produced a physically stable gel based on the results of organoleptic tests, homogeneity, pH, dispersibility, adhesion and viscosity, before and after accelerated storage.
Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Berdasarkan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Arfiani Arifin
Jurnal Dunia Farmasi Vol 7, No 3 (2023): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v7i3.5670

Abstract

Pendahuluan: Kulit buah Alpukat merupakan salah satu bagian tanaman yang mengandung senyawa diantaranya flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan dapat berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya ekstrak etanol kulit buah Alpukat (Persea americana Mill.) berdasarkan % eritema, % pigmentasi dan nilai sun protection factor. Metode: Penelitian diawali dengan dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96%. Pengujian aktivitas ekstrak etanol kulit buah Alpukat (Persea americana Mill.) dilakukan dengan menghitung  nilai transmisi eritema (%Te), nilai transmisi pigmentasi (%Tp) dan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Nilai rata-rata SPF dengan konsentrasi 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm dan 300 ppm diperoleh berturut-turut 1,26; 1,5; 2; 3,33 dan 4,49. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata SPF ekstrak etanol kulit buah Alpukat dengan konsentrasi 300 ppm termasuk proteksi sedang, konsentrasi 250 ppm dan 200 ppm termasuk proteksi minimal serta konsentrasi 150 ppm dan 100 ppm tidak mencapai minimum proteksi SPF.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN LOSIO BUBUR RUMPUT LAUT (Eucheuma alvarezii (Doty)) ASAL KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN Arfiani Arifin; Ermina Pakki; Fitrah Fitrah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.251

Abstract

Rumput laut (Eucheuma alvarezii (Doty)) diketahui mengandung kappa karagenan yang berpotensi sebagai pelindung tabir surya. Penggunaan rumput laut agar mudah diaplikasikan pada kulit dapat dibuat menjadi sediaan losio. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan bubur rumput laut (Eucheuma alvarezii (Doty)) menjadi sediaan losio yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik. Metode penelitian diawali dengan penyiapan sampel rumput yang dibuat menjadi bubur menggunakan blender. Formulasi sediaan ini dirancang dengan konsentrasi 5% menggunakan dua jenis emulgator yaitu emulgator anionik (Asam Stearat dan trietanolamin) dan emulgator nonionik (tween 80 dan span 80). Pengujian kestabilan fisik meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar dan daya lekat yang dilakukan sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat menggunakan alat climatic chamber yang memenuhi syarat uji fisik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bubur rumput laut dapat diformulasikan menjadi sediaan losio yang memenuhi stabilitas fisik.
IDENTIFIKASI SENYAWA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (ISOTOMA LONGIFLORA L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Arfiani Arifin; Natsir Djide; Mutmainnah Iskandar
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.282

Abstract

Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen kimia yang terkandung pada ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L.), untuk memformulasi ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L.) dalam bentuk sediaan gel yang memenuhi syarat uji mutu fisik dan untuk mengetahui konsentrasi yang optimal ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L.) dalam sediaan gel yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dibuat dalam bentuk sediaan gel yang telah di uji konsentrasi hambat minimumnya dengan konsentrasi (FI) 1,25%, (FII) 2,5% dan (FIII) 5%. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan gel menggunakan metode difusi agar sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kimia yang terkandung pada ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L.) yaitu senyawa flavonoid dan saponin selanjutnya hasil penelitian dari sediaan gel ketiga konsentrasi (FI) 1,25%, (FII) 2,5% dan (FIII) 5% memenuhi syarat uji mutu fisik berupa uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat dan hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L.) yang optimal dalam sediaan gel terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah sediaan gel 5%. Kata kunci: Antibakteri, Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.), Gel, Staphylococcus aureus
Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) terhadap Pengunjung di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar Arifin, Arfiani; Irfayanti, Nur Alfiah; Aqila, Nur Atika; Jafar, Emilina; Ihsan, Muhammad
Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Issue 2, Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ashabdimas.v2i2.620

Abstract

Obat-obatan secara umum digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit. Pengawasan penggunaan obat-obatan saat ini dilakukan dengan memperkenalkan istilah DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) oleh Ikatan Apoteker Indonesia dalam rangka menjamin keamanan masyarakat. Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang baik dan benar dan untuk mengetahui pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat yang diberikan serta kepatuhannya terhadap konsumsi obat. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu menyediakan banner serta penyuluhan DAGUSIBU kepada pengunjung rumah sakit dan melakukan pengisian form kuisioner penggunaan obat kepada 15 orang responden. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner penggunaan obat yang telah diisi oleh 15 orang responden dengan memuat 9 pernyataan diperoleh persentasi sebesar 79,25%.
Formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan sheet mask dari sari buah lemon cui (Citrus microcarpha B.) sebagai anti-aging Arifin, Arfiani; Nada, Salsabila Yudratun; Mawarni, Razifah Suci; Adi, Abdul Vashar
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v5i1.322

Abstract

Lemon cui (Citrus microcarpa Bunge.), also known as fish lemon or kalamansi lemon, is a local citrus that mainly grows in North Sulawesi. This study aims to determine the IC50 value of lemon cui juice and develop "Lemon cui" juice sheet mask formulations that meet physical quality test standards. Samples of "lemon cui" fruit juice were obtained by adding enough water and then separating the pulp to extract the juice. The sheet mask preparation formulation involved varying the concentration of the lemon cui fruit juice lyophilisate sample, including F1 (0.5%), F2 (1%), F3 (1.5%), and a negative control (without lyophilisate of lemon cui fruit juice). The physical quality testing encompasses organoleptic, homogeneity, pH, and irritation assessments. The results of physical quality testing for F1, F2, F3, and the negative control have met the requirements of the physical quality test. The antioxidant test results showed that the antioxidant activity in lemon juice lyophilisate and sheet mask essences F2 and F3 fell into the very strong antioxidant category, while sheet mask essence F1 was classified as a strong antioxidant.
Evaluasi Karakteristik Fisik dan Uji Permeasi Pada Formula Patch Aspirin Menggunakan Kombinasi Etilselulosa dengan Polivinilpirolidon Arfiani Arifin; Sartini Sartini; Marianti Marianti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kombinasi perbandingan polimer etilselulosa dan PVP K-30 yang menghasilkan karakteristik fisik baik dan pengaruhnya terhadap permeasi kulit pada hewan coba. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian fisik yaitu uji organoleptik, kadar air, ketebalan, dan keseragaman bobot, serta uji permeasi kulit pada hewan coba menggunakan membran kulit tikus dan kelinci. Perbandingan formulasi etilselulosa dan PVP K-30 yang digunakan adalah 7:3 (F1), 8:2 (F2) dan 9:1 (F3). Patch dibuat dengan menggunakan metode solvent casting atau dikenal metode cetak tuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perbandingan polimer etilselulosa dan PVP K-30 yang menghasilkan karakteristik fisik baik adalah F2 (8:2) dan F3 (9:1). Berdasarkan hasil pengujian terhadap uji permeasi menggunakan membran kulit tikus dan kelinci dapat disimpulkan bahwa formula optimum yaitu F3 (9:1) dengan nilai permeasi tertinggi pada tikus 46,09% dan kelinci 66,30 %.
Uji Efektivitas Formulasi Gel Ekstrak Etanol Daun Tembelekan (Lantana Camara L.) Asal Wangi-Wangi Sulawesi Tenggara Terhadap Luka Bakar pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus): Evaluation of the Ethanol Extract Gel Formulation of Tembelekan Leaves (Lantana Camara L.) from Southeast Sulawesi for Burns in Rabbits (Oryctolagus Cuniculus) Arfiani Arifin; Tahirah Tahirah; Riska Ninsi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i6.1814

Abstract

Tembelekan leaves (Lantana camara L.) are a plant that includes flavonoid chemicals, saponins, and tannins that have antimicrobial properties, allowing them to be used in gel formulations. This study's objectives were to analyze the physical quality of the gel preparation of the ethanol extract of tembelekan leaves (Lantana camara L.) and to determine the concentration of the ethanol extract of tembelekan leaves that had the greatest effect on healing rabbit burns (Oryctolagus cuniculus). The leaves of tembelekan (Lantana camara L.) are extracted using the maceration process with 96% ethanol as the solvent. The gel formulation utilized several extract concentrations, including 10%, 15%, and 20%, as well as a base gel without extract as a negative control and Bioplacenton® gel as a positive control. The results of this study reveal that the organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, and adhesion tests indicate that the ethanol extract gel of tembelekan leaves meets the physical quality requirements. Statistic test revealed that the ethanol extract gel formulation of tembelekan leaves with a concentration of 20% for 18 days had the greatest effect on the healing of burns in rabbits (Oryctolagus cuniculus). Keywords:          Gel, Tembelekan Leaf (Lantana camara L.), Burns, rabbit (Oryctolagus cuniculus)   Abstrak Daun tembelekan (Lantana camara L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa flavanoid, saponin dan tanin yang memiliki aktivitas salah satunya sebagai antimikroba sehingga dapat diaplikasikan pada sediaan gel. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu fisik sediaan gel ekstrak etanol daun tembelekan (Lantana camara L.) dan menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun tembelekan yang memberikan efek tertinggi terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode penelitian meliputi ekstraksi daun tembelekan (Lantana camara L.) secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda-bedayaitu 10%, 15%, 20%, basis gel tanpa ekstrak sebagai control negatif dan gel Bioplacenton® sebagai control positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol daun tembelekan memenuhi mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Analisis uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tembelekan dalam bentuk sediaan gel yang memberikan efek tertinggi terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) adalah formula gel ekstrak etanol daun tembelekan dengan konsentrasi 20% selama 18 hari. Kata Kunci:         Gel, DaunTembelekan (Lantana camara L.), Luka Bakar, kelinci (Oryctolagus cuniculus)
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Face Mist Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Arifin, Arfiani; Iqbal, Muhammad; Widya Ningsih, Wiwi
Jurnal Dunia Farmasi Vol 9, No 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v9i1.6329

Abstract

Pendahuluan: Kulit kering memiliki tingkat kelembaban yang rendah sehingga dapat menimbulkan rasa gatal, kasar, kaku serta tipis pada permukaan kulit. Salah satu tanaman yang dapat menangkal radikal bebas yaitu kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk  memformulasi ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dalam sediaan face mist yang memenuhi syarat uji mutu fisik dan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosella dalam sediaan face mist yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Metode: Penelitian ini diawali dengan metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dengan pelarut air:etanol 70% (1:1) dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil: Hasil penelitian diperoleh FI (0,5%), FII (1%), FIII (1,5%) memenuhi syrarat uji mutu fisik, kecuali pengujian pH tidak memenuhi syarat uji mutu fisik. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak kelopak bunga rosella diperoleh nilai IC50 sebesar 53,208 µg/mL. Nilai IC50 pada sediaan face mist FI (0,5%) 73,327 µg/mL, FII (1%) 68,257 µg/mL, FIII (1,5%) 59,972 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan face mist ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
PELATIHAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT SEBAGAI SEDIAAN KOSMETIK DAN PRODUK PANGAN KEPADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DESA PUNAGAYA Arifin, Arfiani; Arifin, Arfina Sukmawati; Mega, Dian Asri Unga
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i2.40201

Abstract

Letak geografis Desa Punagaya yang berbatasan dengan laut menjadikan sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani rumput laut. Sayangnya, rumput laut yang dihasilkan masih sebatas dijual dalam bentuk segar maupun kering. Ibu-ibu rumah tangga Desa Punagaya hanya sekedar membantu suaminya dalam penyiapan benih dan menyortir rumput laut. Padahal ibu rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam mendukung perekonomian rumah tangga. Masyarakat setempat belum pernah mengonsumsi ataupun mengolah rumput laut yang dibudidayakannya sendiri karena tidak mengetahui cara pengolahannya. Oleh karena itu, tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk transfer pengetahuan dan teknologi mengenai manfaat dan cara pemanfaatan rumput laut (memperkenalkan produk-produk diversitas rumput laut) dan praktik pembuatan olahan rumput laut hingga cara pengemasannya. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah sosialisasi, diskusi interaktif dan demonstrasi pembuatan masker wajah rumput laut, kerupuk stik keju rumput laut, dan bakso sapi rumput laut hingga pelatihan penggunaan beberapa alat segel untuk mengemas masing-masing produk. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga Desa Pungaya menjadi lebih mengetahui dan memahami produk-produk olahan rumput laut sehingga diharapkan dapat diadopsi dan dikembangkan menjadi produk yang siap untuk dipasarkan yang nantinya dapat berdampak pada perekonomian keluarga. Capaian dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga Desa Punagaya dalam mengolah rumput laut menjadi sediaan kosmetik dan olahan pangan hingga pengemasannya dan dihasilkan tiga produk rumput laut yang terkemas yaitu masker wajah rumput laut, kerupuk stik keju rumput laut, dan bakso sapi rumput laut. Kata kunci: Rumput laut, masker wajah, kerupuk, bakso. ABSTRACT The geographical location of Punagaya Village, which borders the sea, makes most of the community work as seaweed farmers. Unfortunately, the seaweed produced is still limited to being sold in fresh or dried form. Housewives in Punagaya Village only help their husbands prepare seeds and sort seaweed. Meanwhile, housewives play an important role in supporting the household economy. The local community has never consumed or processed seaweed that they cultivate themselves because they do not know how to process it. Therefore, this community service aims to transfer knowledge and technology regarding the benefits and ways of utilizing seaweed (introducing seaweed diversity products) and making processed seaweed into packaging. The methods used in this service are socialization, interactive discussions, and demonstrations of making seaweed face masks, seaweed cheese stick crackers, and seaweed beef meatballs to training in the use of several sealing tools to package each product. The result of this activity is that the housewives of Pungaya Village become more aware and understand the processed seaweed products so that they are expected to be adopted and developed into products that are ready to be marketed which will have an impact on the family economy. The achievement of this activity was the increase in knowledge and skills of housewives in Punagaya Village in processing seaweed into cosmetic preparations and processed food to its packaging and the resulting three packaged seaweed products namely seaweed face masks, seaweed cheese stick crackers, and seaweed beef meatballs. Keywords: Seaweed, face mask, crackers, meatballs.