Ramadhan Syahmedi Siregar
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak pertambangan emas tanpa izin (PETI) terhadap produksi pertanian dan implementasi peraturan daerah Bosar Alamsyah Hasibuan; Ramadhan Syahmedi Siregar
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323040

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menghambat pihak pemerintahan Kabupaten Padang Lawas serta  mengetahui pengimplementasian Peraturan Daerah (PERDA) Sumatera Utara Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Siraisan Kecamatan Ulu Barumun.Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) adalah suatu kegiatan usaha kelompok masyarakat atau perorangan yang melakukan pertambangan emas di suatu tempat tanpa memiliki izin dari pihak pemerintah setempat atau di kenal dengan istilah pertambangan illegal. Penambangan Emas Tanpa Izin memberi dampak negatif terhadap produksi pertanian yang ada disekitar areal tambang, bahkan tidak saja telah merusak lingkungan dan memusnahkan lahan pertaniandisamping itu juga telah memberi dampak sosial bagi masyarakat terutama petani yang ada disekitar areal penambangan. Penelitian ini di lakukan di Desa Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas, dan penelitian ini bersifat yuridis empiris atau sering disebut penelitian lapangan (secara Langsung) yaitu dengan mengkaji dasar peraturan daerah yang berlaku dengan kejadian di lapangan dalam masyarakat. Penelitian dampak nya PETI yang berlangsung di Desa Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas yang bertujuan untuk mengindentifikasikan Implementasi Peraturan Daerah (PERDA) Sumatera Utara nomor 3 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Terhadap Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin(PETI).
Eksistensi Hukum Pidana Islam dalam Sistem Hukum Nasional: Studi Implementasi Qanun Jinayat di Aceh Ardewifna Bakkara; Fauziah Lubis; Pagar Pagar; Ramadhan Syahmedi Siregar
Ahlana: Jurnal Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol 3, No 1 (2026): Ahlana: Jurnal Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jhki.v3i1.30855

Abstract

Abstract:This study aims to examine the existence and application of Islamic criminal law in Indonesia within the framework of a pluralistic national legal system, as well as to analyze its relevance in responding to the dynamics of modern societal development. This research employs a qualitative approach using a library research method, through the review of various classical and contemporary literatures related to fiqh jinayah and the legal system in Indonesia. The findings indicate that Islamic criminal law occupies a limited position within the national legal system; however, it is still accommodated in certain contexts, such as through regional policies that implement sharia-based principles. Furthermore, the implementation of Islamic criminal law requires contextual ijtihad to ensure its alignment with the values of justice, humanity, and human rights. In practice, the concepts of jarimah, including hudud, qisas, and ta’zir, serve as normative foundations, although their application is adjusted to the social, cultural, and legal conditions prevailing in Indonesia. In addition, efforts to harmonize Islamic criminal law with national law are essential in order to create a just and responsive legal system. Thus, Islamic criminal law in Indonesia demonstrates a degree of flexibility in its implementation while maintaining adherence to the fundamental principles of Islamic law in addressing the challenges of contemporary developments. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi dan penerapan hukum pidana Islam di Indonesia dalam kerangka sistem hukum nasional yang bersifat pluralistik, serta menganalisis relevansinya dalam menjawab dinamika perkembangan masyarakat modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui penelusuran berbagai literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan fiqh jinayah dan sistem hukum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana Islam memiliki kedudukan yang terbatas dalam sistem hukum nasional, namun tetap diakomodasi dalam konteks tertentu, seperti melalui kebijakan daerah yang menerapkan prinsip-prinsip syariat. Penerapan hukum pidana Islam juga memerlukan proses ijtihad yang kontekstual agar selaras dengan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Dalam praktiknya, konsep jarimah seperti hudud, qisas, dan ta’zir menjadi landasan normatif, namun implementasinya disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, upaya harmonisasi antara hukum pidana Islam dan hukum nasional menjadi hal penting guna menciptakan sistem hukum yang adil dan responsif. Dengan demikian, hukum pidana Islam di Indonesia menunjukkan adanya fleksibilitas dalam penerapannya, sekaligus tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar syariat dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.