Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dengan bantuan model fisik dalam pembelajaran matematika terhadap pemahaman bangun ruang dan kemampuan spasial siswa kelas VI SD N Panerusan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan pendekatan STEAM dengan model fisik dan kelas kontrol yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman bangun ruang dan kemampuan spasial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik, yaitu Independent Sample t-test, setelah data memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,828). Rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen sebesar 72,55 meningkat menjadi 90,18 pada post-test, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata pre-test sebesar 69,88 meningkat menjadi 89,58 pada post-test. Meskipun kedua kelas mengalami peningkatan, hasil analisis menunjukkan bahwa kedua pendekatan sama-sama efektif, namun pendekatan STEAM dengan model fisik memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan interaktif dibandingkan model pembelajaran pada kelas kontrol. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan bermakna dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.