Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Sistem Bermain Sambil Belajar dalam Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di TK Satu Atap Muhammad Yusuf Pulungan; Efridawati Harahap
Marpokat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/mjpkm.v1i1.402

Abstract

Abstract This study aims to see and knowing efficiency playing while studying in improving the development of early childhood education. Learn while playing allow the child can easily accepted learning. With playing will give a positive impact in the learning process child. Observed children playing actively or passive, will help understand the thought of children, but it can increase communication skills. When the play, the child will be happy, so that children can be readily accepted as well as follows the activities of learning well. As for the approach this study we use the research action class as the or a source of reference. Based on the results of research, the child can understand and learn to follow the good and fun. Keywords: Implementation; Play System; Development; One Roof Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui efisiensi bermain sambil belajar dalam meningkatkan perkembangan pendidikan anak usia dini. Belajar sambil bermain memungkinkan anak dapat dengan mudah menerima pembelajaran. Dengan bermain akan memberikan dampak positif dalam proses belajar anak. Mengamati anak bermain secara aktif ataupun pasif, akan membantu memahami jalan pikiran anak, selain itu bisa meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Ketika bermain anak akan bahagia, sehingga anak dapat dengan mudah menerima serta mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Adapun Pendekatan penelitian ini kami menggunakan penelitian tindakan kelas sebagai tempat atau sumber acuan. Berdasarkan hasil penelitian, anak dapat memahami serta mengikuti kegiatan belajar dengan baik dan menyenangkan. Kata Kunci: Implementasi; Sistem Bermain; Perkembangan; Satu Atap
Menggali Prinsip-Prinsip dan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang Transformatif: Membangun Kesadaran Spiritual dan Kemandirian Berpikir Efridawati Harahap
Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/al-murabbi.v1i1.427

Abstract

AbstractThis article aims to explore the principles and models of transformative Islamic religious education (PAI) learning in fostering spiritual awareness and independent thinking among students. In the context of Islamic education, a transformative approach is crucial to generate deep and meaningful learning experiences for students. The research methods employed include literature review and qualitative analysis of the learning approaches that have been developed and implemented in various educational institutions.The findings reveal several key principles that should be applied in transformative PAI learning, including direct experience, reflection, dialogue, and real-world action. Furthermore, effective learning models encompass the use of interactive methods, contextual approaches, and the integration of information and communication technology. The implementation of these principles and models is expected to help students develop a deeper understanding of Islamic values, strengthen their spiritual bonds, and cultivate critical and independent thinking abilities. Keywords: transformative; spiritual; contextual,. Abstrak:Artikel ini bertujuan untuk menggali prinsip-prinsip dan model pembelajaran pendidikan Agama Islam yang transformatif dalam membantu membangun kesadaran spiritual dan kemandirian berpikir pada siswa. Dalam konteks pendidikan Agama Islam, pendekatan transformatif penting untuk menghasilkan pengalaman pembelajaran yang mendalam dan signifikan bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi tinjauan literatur dan analisis kualitatif terhadap pendekatan pembelajaran yang telah dikembangkan dan diimplementasikan di berbagai lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa prinsip kunci yang harus diterapkan dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam yang transformatif, termasuk pengalaman langsung, refleksi, dialog, dan tindakan nyata. Selain itu, model pembelajaran yang efektif mencakup penggunaan metode interaktif, pendekatan kontekstual, dan pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi. Implementasi prinsip-prinsip dan model-model ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai Islam, memperkuat ikatan spiritual mereka, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri. Kata Kunci: transformatif, spiritual;, kontekstual.
URGENSI PENDIDIKAN TAUHID DALAM KELUARGA Efridawati Harahap; Mila Elvita
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2779

Abstract

Keluarga merupakan unit paling dasar sekaligus unsur yang sangat fundamental dalam kehidupan masyarakat, karena di dalam keluargalah berbagai kekuatan sosial terbentuk, dipelihara, dan berkembang secara berkesinambungan. Keluarga tidak hanya menjadi tempat pertama bagi seorang anak untuk tumbuh secara fisik, tetapi juga menjadi lingkungan awal dalam pembentukan karakter, kepribadian, serta nilai-nilai moral dan spiritual. Oleh karena itu, keberadaan keluarga memiliki peranan yang sangat strategis dalam menentukan kualitas suatu masyarakat. Masa depan seorang anak sangat bergantung pada pendidikan, pengajaran, perhatian, serta lingkungan yang dibangun oleh orang tuanya sejak dini. Lingkungan keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki keimanan yang kuat. Sebaliknya, lingkungan keluarga yang kurang kondusif dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak, baik dari segi moral maupun spiritual. Dengan demikian, orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dan tidak tergantikan dalam menciptakan suasana rumah yang harmonis, penuh kasih sayang, serta bernuansa Islami dengan menerapkan pendidikan tauhid secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan tauhid memiliki peranan yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan keluarga. Dalam ajaran Islam, tauhid bukan hanya sekadar konsep teologis, tetapi merupakan inti dari seluruh ajaran yang menjadi landasan bagi setiap aspek kehidupan manusia. Tauhid tidak hanya memberikan ketenangan batin, ketentraman jiwa, dan rasa aman, tetapi juga mampu menyelamatkan manusia dari kesesatan, kemusyrikan, serta berbagai penyimpangan akidah. Lebih dari itu, pendidikan tauhid juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk sikap, pola pikir, serta perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang memiliki pemahaman tauhid yang kuat akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga terdorong untuk berbuat baik, menjauhi larangan, serta menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran spiritual. Tauhid tidak hanya sebatas pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pemelihara, dan Tuhan yang berhak disembah, tetapi juga harus tercermin dalam seluruh aktivitas seorang hamba, baik dalam hubungan dengan Allah (hablum minallah) maupun hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Keyakinan tersebut harus diwujudkan secara nyata melalui pelaksanaan ibadah yang ikhlas, seperti shalat, puasa, zakat, dan berbagai amal saleh lainnya yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT tanpa adanya perantara. Selain itu, tauhid juga menuntut adanya keikhlasan dalam setiap perbuatan, menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam hidup, serta menempatkan ketaatan kepada-Nya di atas segala-galanya. Dengan demikian, pendidikan tauhid dalam keluarga tidak hanya membentuk keimanan, tetapi juga membangun pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki orientasi hidup yang jelas, yaitu untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT secara total dan tanpa syarat.
KAJIAN KOMPARATIF MENGENAI PENGERTIAN AL-QUR'AN MENURUT MUFASSIR KLASIK DAN KONTEMPORER Rizky Ahmadi Hasibuan; Abdul Riswan Nasution; Muhammad Arif; Efridawati Harahap
Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alfawatih.v6i2.17465

Abstract

This article examines the concept of the Qur’an from the perspectives of both classical and contemporary exegetes, focusing on its epistemological, theological, historical, and methodological dimensions. It explores the evolution of the definition of the Qur’an-from a normative-theological framework toward historical-critical and hermeneutical approaches-and analyzes how this shift has influenced interpretive paradigms. The study employs a descriptive-comparative method through the analysis of classical exegetical works by scholars such as al-Tabari, al-Suyuti, al-Zarkashi, al-Baqillani, and al-Ghazali, alongside contemporary thinkers including Muhammad Abduh, Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Muhammad Arkoun, Muhammad Iqbal, Harun Nasution, and Farid Esack. The findings reveal that classical exegetes emphasize the purity of revelation, the authority of transmission, and the function of worship, whereas contemporary exegetes highlight social, ethical, and contextual relevance. The study’s main contribution lies in proposing an integrative framework that harmonizes both approaches, thus offering a balanced epistemological foundation between textual authenticity and the actualization of the Qur’an’s teachings in modern society