Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tourism Destination Competitiveness; SWOT Perspective, Aik Bual Central Lombok, Indonesia Ahmad; Samsul Muslim; Mona Atika; Muhammad Nuh Ilyas; Taufiq Kurniawan
JMET: Journal of Management Entrepreneurship and Tourism Vol. 1 No. 1 (2023): July, Journal of Management Entrepreneurship and Tourism (JMET)
Publisher : Sumber Belajar Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61277/jmet.v1i1.19

Abstract

This study aims to determine the distribution of tourism potential and comprehensively examine how the potential of bual tourism is explained based on its strengths and weaknesses. Case studies are research accommodated with a qualitative descriptive approach. Data is collected from reliable sources of information; People who know how aik bual tourism is formed and operates. The informants are village governments, youth representatives, and aik bual tourism activists. All collected data is then analyzed using the SWOT approach to be presented as the final result of the research report. The results showed that aik bual tourism is rich in natural and cultural resources. This power can be an advantage when maximally managed. Limited human resources who understand tourism literacy are important research findings. Therefore, solutive efforts are needed to anticipate these problems, for example through continuous training both by the government and initiated by the community.
Analisis Distribusi Spasial Desa Wisata Berbasis Tourism Area Life Cycle di Kecamatan Sikur Samsul Muslim; Armin Subhani; Baiq Ahda Razula Apriyeni
Jurnal Pariwisata dan Hospitality Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi: September-November
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tahapan siklus kehidupan desa wisata berdasarkan teori Tourism Area Life Cycle (TALC) Butler (1980) serta menganalisis distribusi spasial desa wisata di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan spasial kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis spasial dilakukan melalui pemetaan lokasi desa wisata menggunakan Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Loyok dan Kotaraja berada pada tahap Keterlibatan (Involvement), Desa Wisata Tetebatu Selatan dan Jeruk Manis berada pada tahap Pengembangan (Development), sedangkan Desa Wisata Tetebatu dan Kembang Kuning berada pada tahap Konsolidasi (Consolidation). Distribusi spasial membentuk pola mengelompok, terutama di wilayah utara hingga tengah Kecamatan Sikur pada koridor kaki Gunung Rinjani. Tingkat perkembangan dipengaruhi oleh potensi wisata, aksesibilitas, keterkaitan antardestinasi, fasilitas, dan pengelolaan.
Analisis Distribusi Spasial Desa Wisata Berbasis Tourism Area Life Cycle di Kecamatan Sikur Samsul Muslim; Armin Subhani; Baiq Ahda Razula Apriyeni
Jurnal Pariwisata dan Hospitality Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi: September-November
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tahapan siklus kehidupan desa wisata berdasarkan teori Tourism Area Life Cycle (TALC) Butler (1980) serta menganalisis distribusi spasial desa wisata di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan spasial kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis spasial dilakukan melalui pemetaan lokasi desa wisata menggunakan Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Loyok dan Kotaraja berada pada tahap Keterlibatan (Involvement), Desa Wisata Tetebatu Selatan dan Jeruk Manis berada pada tahap Pengembangan (Development), sedangkan Desa Wisata Tetebatu dan Kembang Kuning berada pada tahap Konsolidasi (Consolidation). Distribusi spasial membentuk pola mengelompok, terutama di wilayah utara hingga tengah Kecamatan Sikur pada koridor kaki Gunung Rinjani. Tingkat perkembangan dipengaruhi oleh potensi wisata, aksesibilitas, keterkaitan antardestinasi, fasilitas, dan pengelolaan.