Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Eustress Distress Dan Mekanisme Koping Perawat Dengan Kepatuhan Pengisian Surgical Safety Checklist Di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Laily Salsabila; Imam Subekti; Tri Anjaswarni; Naya Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara eustress, distress, dan mekanisme koping perawat dengan kepatuhan pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo. Desain penelitian menggunakan kuantitatif cross-sectional dengan total sampling 34 perawat. Data dikumpulkan melalui Di-Eu-Stress State Scale (DESS), Ways of Coping Questionnaire (WCQ), dan lembar observasi SSC, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara distress dan kepatuhan SSC (r = 0,428; p = 0,012) serta mekanisme koping dan kepatuhan SSC (r = 0,388; p = 0,024), sedangkan eustress tidak berhubungan signifikan (r = 0,077; p = 0,665). Disarankan penelitian selanjutnya mengeksplorasi lebih lanjut peran eustress dan distress serta pengamatan kepatuhan SSC dalam jangka waktu lebih panjang.
Pengaruh Meremas Squishy Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Di Instalasi Bedah Rumah Sakit Wava Husada Karmelia Dwi Maharani; Rudi Hamarno; Imam Subekti; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.382

Abstract

Kecemasan pra operasi merupakan masalah psikologis yang umum dialami pasien, khususnya pada tindakan dengan general anestesi, yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien selama operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi meremas squishy yang memberikan efek menenangkan melalui stimulasi sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi meremas squishy terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan general anestesi di Instalasi Bedah RS Wava Husada. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan Non-Equivalent Group Pre-test dan Post-test pada 36 responden yang mengalami kecemasan sedang hingga berat. Kelompok perlakuan diberikan intervensi meremas squishy selama 2–5 menit pada 30–60 menit sebelum operasi, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor kecemasan pre-test dan post-test dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa teknik meremas squishy efektif dalam menurunkan kecemasan pra operasi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif sederhana dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien sebelum tindakan pembedahan.
MOTIVASI KERJA PERAWAT PERIOPERATIF BERDASARKAN TEORI Mc-Clelland HUBUNGANNYA DENGAN PENERAPAN 6 SASARAN KESELAMATAN PASIEN : PERIOPERATIVE NURSES' WORK MOTIVATION BASED ON McClelland'S THEORY AND ITS RELATIONSHIP WITH THE IMPLEMENTATION OF THE SIX PATIENT SAFETY GOALS Nahla Esella Septiana Dasa; Tri Anjaswarni; Imam Subekti; Naya Ernawati
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 20 No 1 (2026): Quality: Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v20i1.3122

Abstract

Nurses' motivation in working is for achievement, power, and affiliation, in addition to financial needs. Nurses' motivation for patient safety has not been evaluated and is still inconsistently implemented. During surgical procedures, patients still use personal items that pose a risk of infection, cotton or gauze is left behind, and many other post-surgical incidents occur due to negligence. Therefore, the consistency of nurses' motivation, particularly in maintaining patient safety during surgical procedures, needs to be evaluated. This study aims to analyze the relationship between perioperative nurses' work motivation based on McClelland's theory and the implementation of 6 patient safety goals at Karsa Husada Batu Regional Hospital. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The study sample was all 37 perioperative nurses (Operating Room and Edelweiss Room A) at Karsa Husada Batu Regional Hospital. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. The results of the statistical test showed a significant relationship between perioperative nurses' work motivation and the implementation of 6 patient safety goals (p-value = 0.001; r = 0.541). The relationship is classified as moderate with a positive direction, meaning that the higher the nurse's work motivation, the better the implementation of the 6 patient safety goals. The contribution of research in the field of nursing, particularly in the perioperative area, is to provide information that the implementation of the 6 patient safety goals requires high motivation for nurses to be consistent in their implementation. The work motivation of perioperative nurses must be continuously improved, one way of which is by referring to McClelland's theory. High awareness is needed in monitoring patient safety and it is necessary to improve the competence of nursing staff in a program to implement good practices through training and ensuring nurses' compliance with patient safety standards.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Polowijen Malang Nasywa Nuril Nabil Suci Estiningtyas; Imam Subekti
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.178

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan perubahan gaya hidup jangka panjang, namun banyak pasien mengalami kesulitan dalam menjalankan perawatan secara konsisten. Prevalensi DM Tipe 2 terus meningkat baik secara global maupun di Indonesia, sementara dukungan keluarga sebagai sistem pendukung terdekat memiliki peran penting dalam keberhasilan pengelolaan penyakit. Penelitian mengenai dukungan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Polowijen Malang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan: Menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan penatalaksanaan perawatan Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Polowijen Kota Malang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional pada 46 responden yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria inklusi penderita DM Tipe 2 berusia ≥40 tahun dan tinggal bersama keluarga. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman's rho. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga yang baik (80,4%) dan lebih dari setengah responden patuh dalam penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2 (54,3%). Uji Spearman's rho menunjukkan hubungan signifikan dan kuat antara dukungan keluarga dengan penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2 (p < 0,001; r = 0,638) dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara dukungan keluarga dengan penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2, di mana semakin baik dukungan keluarga maka semakin tinggi kepatuhan pasien. Keterbatasan penelitian mencakup cakupan satu puskesmas dan desain cross-sectional. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal dengan cakupan wilayah yang lebih luas.  Kata Kunci: dukungan keluarga, penatalaksanaan perawatan, diabetes melitus tipe 2