Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bercerita Dengan Media Boneka Tangan Tentang Edukasi Seks di PAUD Terpadu Ananda Bondowoso Wedya Puspita; Herini Kuswardani; Luluk Martiatun; Ratnasari Dwi Ade Chandra
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui kegiatan bercerita dengan menggunakan boneka tangan di PAUD Terpadu Ananda Bondowoso. Metode penelitian dilakukan dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian terdiri dari 10 anak. Desain/model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart dimana dalam 1 siklus terdiri dari 4 komponen yaitu planning (perencanaan), acting (tindakan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi). Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, pengolahan data dengan cara memilih hal-hal yang pokok, serta penyampaian data yang diuraikan singkat yang bersifat naratif dan tabel di PAUD Terpadu Ananda Bondowoso. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pratindakan kemampuan berbicara anak sebesar 26,6%, meningkat pada siklus I sebesar 45,5% kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bercerita dengan media boneka tangan tentang edukasi seks pada anak usia dini di PAUD Terpadu Ananda Bondowoso.
Improving Early Childhood Language Skills by Telling Stories Using Finger Puppets: A Classroom Action Research Puspita, Wedya; Kurniawan, Nurhafit
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 5 No. 1 (2024): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v5i1.155

Abstract

Language is a vital tool for human communication. Young children use it to express their thoughts, feelings, and desires. This study aimed to enhance the language skills of Group A students at PKK Ika Karya Bhakti Kindergarten in Probolinggo through storytelling with finger puppets. Employing Classroom Action Research, the researcher sought to address the limited speaking abilities of 13 out of 17 children in pronouncing sentences and recounting personal experiences. The findings demonstrate that the finger puppet approach effectively improved the language skills of these young learners. Specifically, language skills increased from 48% before the intervention to 72.4% after Cycle I and further to 83.8% after Cycle II.  Finger puppets can be a valuable tool for helping young children develop their language skills, especially those who may struggle to express themselves verbally.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Metode Eksperimen Pada Anak KB Islamiyah Probolinggo Wedya Puspita
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6615

Abstract

Early childhood education is an important foundation in forming children's character and basic skills, including the ability to recognize colors. At KB Islamiyah Probolinggo, initial observations show that around 65% of children are not able to recognize colors well, indicating the need for more effective learning methods. This research aims to test the effectiveness of experimental methods in improving the ability to recognize colors in children at KB Islamiyah Probolinggo. This research uses a quasi-experimental design with a pre-test and post-test for two groups, namely the experimental group and the control group. The research sample consisted of 30 children who were divided randomly into two groups. The experimental group was given treatment with experimental learning methods for 8 weeks, while the control group continued to use conventional teaching methods. Data were collected through color recognition tests before and after intervention and analyzed using paired t tests and ANOVA. The results showed that the experimental group experienced a significant increase in color recognition ability compared to the control group. The average pre-test and post-test scores in the experimental group were 45 and 85 respectively, with an increase of 40%, while the control group increased from 47 to 60, an increase of 13%. The results of the t test and ANOVA showed significant differences between the two groups (t=8.25, p<0.01 for the experimental group and t=2.35, p<0.05 for the control group; F=10.47, p<0.01).
Peran Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan PAUD di Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo Puspita, Wedya
Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v2i1.35

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk fondasi belajar anak. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD adalah penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran, baik visual, audio, audiovisual, maupun digital, memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Namun, efektivitas media pembelajaran masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemanfaatan teknologi di beberapa lembaga PAUD. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan berupa pelatihan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung penggunaan media pembelajaran. Dengan adanya upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan PAUD di Kecamatan Maron dapat terus berkembang, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan meningkatkan kesiapan anak dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS ANGKA 1-10 MELALUI MEDIA PASIR KINETIK PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK TUNAS RIMBA JAMBEWANGI Putri Adista Setiani; A. Zulkarnain Ali; Wedya Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.28329

Abstract

The ability to write numbers in children aged 4-5 years at Tunas Rimba Jambewangi Kindergarten is still low, with 37.5% of children below the standard (BB/MB). The cause is the conventional learning method which is monotonous and less interesting. Kinetic sand was chosen as an alternative media because it can stimulate children's fine motor skills, cognitive, and creativity, as well as provide a fun learning experience. By using the classroom action research (CAR) method, this study aims to determine how effective kinetic sand media is in improving the ability to write numbers 1-10 in children aged 4-5 years. It was carried out in two cycles, with planning, action, observation, and reflection as its components. The research sample was 16 children aged 4-5 years at Tunas Rimba Jambewangi Kindergarten. The results of the study showed that in the pre-cycle 62.5% of children reached the BSB/BSH criteria, while 37.5% were still below the standard (BB/MB). In Cycle I, there was an increase with 81.25% of children reaching BSB/BSH, but there were still children who had difficulty distinguishing numbers. In Cycle II, there was a significant increase by modifying the kinetic sand media, namely, 93.75% of children achieved BSB/BSH, and children were more enthusiastic, independent and able to write numbers correctly. It can be concluded that kinetic sand media has been proven effective in improving the ability to write numbers 1-10 in children aged 4-5 years.
PEMANFAATAN METODE 3B (BERNYANYI DAN BERMAIN SECARA BERKELOMPOK) TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI DI SPS DAHLIA 55 KALISAT – JEMBER TAHUN AJARAN 2024/2025 Kamiliatul Amalia; Ahmad Afandi; Wedya Puspita; Trio Suwargono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.32326

Abstract

One of the fun approaches that suits the characteristics of early childhood is the 3B method (Singing and Playing in Groups), which is believed to improve children's memory through activities involving rhythm, movement, and social interaction. The purpose of this study was to determine how the use of the 3B method can support the development of early childhood memory. The research method used was a qualitative approach with the research subjects being group B children at SPS Dahlia 55. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman model which includes: data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The final results of this study indicate that the 3B method has a positive influence in improving early childhood memory, indicated by the increased ability of children to convey information and experiences coherently and meaningfully.
Digital Parenting dan Peran Orang Tua dalam Mengelola Paparan Media Digital pada Anak Usia Dini: Systematic Literature Review Wedya Puspita; Karunia Muda Setya Utama; Dewi Masitoh; Mistia Ningsih
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v3i1.60

Abstract

The rapid growth of digital technology has reshaped early childhood parenting, as young children now grow up alongside gadgets, television, and online applications from a very early age. This condition challenges parents in managing the duration, type, and context of children's digital media exposure so that it continues to support healthy development. This study aims to systematically examine the role of parents in managing digital media exposure among young children and its impact on child development. This study used a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA stages, searching articles in the Google Scholar, ScienceDirect, and Springer Link databases published between 2021 and 2025. After a screening process based on inclusion and exclusion criteria, 15 articles were deemed eligible for analysis. The findings show that common digital parenting strategies include restrictive mediation, instructive mediation, and co-viewing/co-use, whose effectiveness is influenced by parental digital literacy, parenting style, and parental awareness. Unmanaged digital media exposure is associated with sleep disturbances, language delay, emotional-regulation problems, and reduced social interaction in children. This study recommends strengthening parental digital literacy and early media-use accompaniment as preventive measures.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MENGGUNAKAN APE GERBONG ANGKA PADA ANAK KB SUNDA KELAPA DESA ALASNYIUR TAHUN 2025/2026 Wedya Puspita
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8873

Abstract

Usia dini merupakan masa peletakan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Terutama dalam perkembangan kognitif. Salah satu perkembangan kognitif pada anak adalah mengenal angka. Kemampuan mengenal angka merupakan dasar untuk pembelajaran matemtika lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal angka menggunakan APE gerbong angka pada anak KB Sunda Kelapa Desa Alasnyiur. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart. yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah 10 anak KB Sunda Kelapa dengan sample 6 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus persentase yang bersifat desktiptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan APE Gerbong Angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak KB Sunda Kelapa Desa Alasnyiur. Peningkatan kemampuan mengenal angka tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Dengan indikator kemampuan menyebutkan angka, mencocokkan angka dengan lambang bilangan, dan menghubungkan jumlah benda dengan angka. Dimana hasil persentase rata-rata kelas pada pra siklus dengan angka 47,5% yang meningkat mejadi 60% pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi menjadi 88,3% pada siklus II.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN PENCAMPURAN WARNA DENGAN SMART BOARD PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK INDRIA Haripah Haripah; Nurhafit Kurniawan; Wedya Puspita
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9029

Abstract

Kemampuan mengenal warna merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang perlu dikembangkan pada anak usia dini. Berdasarkan hasil observasi di TK Indria, kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun masih belum optimal. Anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan warna, menyebutkan hasil pencampuran warna, dan mengelompokkan benda berdasarkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna melalui permainan pencampuran warna menggunakan Smart Board pada anak usia 4-5 tahun di TK Indria. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 30% pada pra siklus menjadi 60% pada Siklus I dan mencapai 80% pada Siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh kemampuan anak dalam mengenali warna dasar, menyebutkan hasil pencampuran warna, membedakan warna, dan mengelompokkan benda berdasarkan warna. Dengan demikian, permainan pencampuran warna menggunakan Smart Board terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun di TK Indria.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL MELALUI MEDIA PACORU PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ABA ROGOJAMPI Nafisah Maurida; Nurhafit Kurniawan; Wedya Puspita
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9153

Abstract

Pengenalan huruf vokal merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam membangun kemampuan keaksaraan awal anak di usia dini. Hasil observasi awal di TK ABA Rogojampi menunjukkan bahwa dari 21 anak berusia 4–5 tahun, sebanyak 17 anak (81%) tergolong dalam kategori Belum Berkembang (BB), sementara 4 anak lainnya (19%) berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Pendekatan pembelajaran yang biasa digunakan, yakni ceramah dan lembar kerja, cenderung membuat anak pasif dan cepat merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal dengan menggunakan media PACORU (Papan Coding Huruf), yaitu sebuah media inovatif yang memadukan pengenalan huruf vokal dengan konsep dasar coding unplugged. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 21 anak dari kelompok A. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta instrumen penilaian kemampuan mengenal huruf vokal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang berarti. Pada tahap pra-siklus, tingkat ketuntasan (BSH/BSB) masih 0%. Pada siklus I, ketuntasan naik menjadi 14% (3 anak mencapai BSH). Setelah dilakukan berbagai perbaikan pada siklus II, ketuntasan melonjak menjadi 72% (10 anak BSH dan 5 anak BSB), dengan penurunan tajam pada kategori BB yang tinggal 9% (2 anak). Dengan demikian, media PACORU terbukti ampuh dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal pada anak usia 4–5 tahun. Media ini layak dijadikan pilihan dalam pembelajaran literasi awal yang bersifat menyenangkan, interaktif, dan berbasis permainan.