Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN MARKETING PUBLIC RELATIONS TERHADAP BRAND IMAGE DAN PRODUCT KNOWLEDGE SEPATU LARI NIKE Dian Apriliani; Yunita sari; Enisar Sangun
Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dinamika.v9i1.4276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu besaran pengaruh kegiatan marketing public relations terhadap brand image dan product knowledge sepatu lari Nike di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Excellence Theory of Public Relations yang dikemukakan oleh James E. Grunig.  Variabel independen (X) dalam penelitianj ini adalah kegiatan marketing public relations, dan dua variabel dependen (Y) yaitu brand image (Y1) dan product knowledge (Y2). Dimensi variabel X dan Y1 mengadaptasi teori dari Kotler and Keller. Sedangkan variabel Y2 mengadaptasi teori dari Peter and Olson.  Populasi penelitian ini adalah konsumen sepatu lari Nike di DKI Jakarta yang berjumlah 840 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan toleransi eror (e) sebesar 5%, sehingga sampel berjumlah 270 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.  Instumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menyebarkan kuesioner kepada sampel melalui Google Form. Teknik analisis data menggunakan SPSS versi 27, yaitu uji normalitas data, linearitas, frekuensi jawaban responden, dan uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Pearson, analisis regresi, dan koefisien determinasi. Hasil analisis data menunjukkan besaran pengaruh dari kegiatan X terhadap Y1 sebesar 34,7%, dan X terhadap Y2 sebesar 33,3%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa X memiliki signifikansi yang sedang terhadapY1danY2.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM FILM BINTANG KETJIL KARYA WIM UMBOH DAN MISBACH YUSA BIRA Panji Wibisono; Yunita Sari
Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dinamika.v7i1.1406

Abstract

Fokus penelitian ini menganalisis pemaknaan Semiotik Roland Barthes yang meliputi makna Denotatif dan Konotatif dan mitos yang dikonstruksi Wim Umboh dan Misbach Yusa Biran dalam Film Bintang Ketjil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ialah beberapa scene dalam film lama Bintang Ketjil yang sudah direstorasi pada 2018. Hasil Penelitian didapat kesimpulan: Makna denotasi yang terdapat dalam film tersebut menyimpulkan bahwa pesan pendidikan informal membantu anak-anak untuk berkembang dari segi pengetahuan, akal, pikiran, dan etika. Pemaknaan bentuk kasih sayang ibu dalam film Bintang Ketjil cukup jelas ditunjukkan dalam dialog maupun bahasa nonverbal dalam film tersebut. Mitos dalam film Bintang Ketjil banyak digambarkan sebagai simbol yang berkaitan dengan simbol-simbol pembelajaran yang dipergunakan dalam beberapa adegan. Saran bagi masyarakat atau orang tua dapat diambil sisi posistif pesan pendidikan dari sebuah film dan memperbaiki sikap terhadap anak, sehingga tidak membuat krisis kepercayaan terhadap orang dewasa.
Peran Komunikasi Antarpribadi dalam mengatasi Perundungan pada Anak Aulia Septihani; Doni Prasetyo Tri S.H; Elena Ayu Pramita; Dr. Yunita Sari, M.Si.
Journal of Dialogos Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Dialogos-MAY
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/7c1rw677

Abstract

School bullying is a grave concern prevalent in both societal and educational realms. It encompasses negative actions perpetrated by one or more individuals aiming to harm, intimidate, or assert power over others, leading to physical, verbal, or psychological harm. As defined by Smith and Brain (2017), bullying constitutes a series of deliberate acts targeting individuals to inflict physical, verbal, or psychological distress. The distressing reality of bullying recently unfolded in an elementary school in Palembang, resulting in profound detrimental effects on the victims. This incident underscores the urgent need for comprehensive measures to address and prevent bullying in educational settings. It necessitates fostering a culture of empathy, respect, and inclusion, coupled with robust intervention strategies and support systems to safeguard the well-being of all students. Only through concerted efforts can schools ensure a safe and nurturing environment conducive to learning and personal growth
Komunikasi Bencana Berbasis IoT: Analisis Pesan dan Literasi Digital SITABAH Sumedang Yunita Sari; Dian Gustina
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 3 (2026): JULY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i3.6026

Abstract

This study aims to analyze the content of SITABAH messages, measure community digital literacy, and develop and conduct a limited trial of adaptive message prototypes to improve disaster communication effectiveness. A mixed-methods approach was applied, consisting of content analysis of 10 SITABAH messages from disaster events in January 2024, a digital literacy survey of 150 respondents across six sub-districts, in-depth interviews with system managers and community members, and a prototype trial with 50 respondents. Data were analyzed using descriptive quantitative and thematic qualitative techniques with triangulation. The findings indicate that SITABAH has not functioned optimally as an early warning system: no messages contained early warnings, most focused on victims and damage, instructions were general, and no visual elements were used. The digital literacy survey revealed relatively high levels of information access (64–80%), but lower levels of message comprehension (56–72%) and readiness to act (48–60%). Prototype trials demonstrated that visual and interactive formats were clearer and more effective in encouraging readiness to act compared to standard text.  The study concludes that SITABAH’s effectiveness can be enhanced through the integration of early warning features, adaptive message design, improved digital literacy, and the development of a multi-channel SITABAH.