Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK KONVERTER AC-AC SATU FASA BERBEBAN RESISTIF VARIABEL Anung Anung; Asep Komarudin
Jurnal Online Sekolah Tinggi Teknologi Mandala Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Isu Teknologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Mandala Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konverter AC-AC satu fasa merupakan konverter yang dapat menghasilkan tegangan keluaran AC (alternating current) variabel. Komponen utama yang digunakan sebagai sakelar semikonduktor adalah TRIAC yang dikendalikan oleh IC TCA 785. Dengan mengatur sudut penyulut TRIAC dari ? = 0? sampai ? = 180?, maka tegangan keluaran konverter akan berubah. Dengan berubahnya nilai tegangan keluaran tentu saja akan terjadi perubahan karakteristik dari konverter. Dalam penelitian ini akan dibahas karakteristik konverter AC-AC untuk berbagai tegangan keluaran dan berbagai beban keluaran. Untuk mengetahui karakteristik tersebut maka direalisasikan konverter AC-AC dengan spesifikasi tegangan masukan 220 V daya keluaran maksimum 500 Watt. Dari hasil pengujian dan analisis karakteristik konverter AC-AC satu fasa sebagai berikut: (1) Terjadi penurunan tegangan keluaran VRMS saat beban resistif bertambah pada sudut penyulutan tetap. Pada saat penyulutan TRIAC ? = 00 penurunan tegangannya sebesar 7.0711 volt setiap penambahan beban berdaya 100 watt, pada sudut ? = 450 nilainya berkurang sebesar 6.7423 volt, pada sudut ? = 900 nilainya berkurang sebesar 4.9999 volt dan sudut ? = 1350 nilainya berkurang sebesar 2.1432 volt; (2) Terjadi kenaikan arus keluaran saat beban resistif bertambah pada sudut penyulutan tetap. Pada saat penyulutan TRIAC ? = 00 nilainya bertambah sebesar 0.3535 ampere setiap penambahan beban berdaya 100 watt, pada sudut ? = 450 nilainya bertambah sebesar 0.3305 ampere, sudut ? = 900 nilainya bertambah sebesar 0.1785 ampere, sudut ? = 1350 nilainya bertambah sebesar 0.0336 ampere; (3) Nilai PF akan terus berkurang saat penambahan sudut penyulutan. Pada sudut ? = 00 memiliki nilai PF = 1 lagging, sudut ? = 450 memiliki nilai PF = 0.9534 lagging, sudut ? = 900 memiliki nilai PF = 0.707 lagging, sudut ? = 1350 memiliki nilai PF = 0.3031 lagging, dan sudut ? = 1800 memiliki nilai PF = 0 lagging. Nilai faktor daya tersebut akan sama walaupun adanya perubahan beban resistif
Integration of Tradition and Modernization of Education at the Riyadhul Jannah Islamic Boarding School, Subang Gunawan, Peri; Mohammad Rusli Hamdani; Muhamad Yasir; Asep Komarudin; Andewi Suhartini
Arfannur: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : The Magister of Islamic Education IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v7i1.5630

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren), as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia, face major challenges in the era of globalization, which demands adaptation without the loss of identity. This study examines the process of pesantren modernization through a case study of the Riyadhul Jannah Islamic Education Foundation in Subang, which has undergone significant transformation since its establishment in 1996. Employing a descriptive qualitative approach through document and literature analysis, this research reveals how modern pesantren have successfully integrated traditional Islamic values with the demands of contemporary education. The findings indicate that Riyadhul Jannah has transformed from a single pesantren into a foundation overseeing 32 educational institutions, implementing an integrated pesantren–national curriculum model, developing students’ entrepreneurship, and applying professional, technology-based management. The vision, “Creating a Muttaqin Generation that is Intellectual, and Intellectuals who are Muttaqin,” reflects the success of balancing spiritual depth (faith and piety/IMTAQ) with academic excellence (science and technology/IPTEK). This study concludes that successful pesantren modernization is characterized by the ability to integrate the tradition of tafaqquh fiddin with modern educational innovation, institutional diversification, economic self-reliance, and a global orientation without sacrificing the core values of pesantren education