Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENCEGAH PERKAWINAN USIA DINI, MENINGKATKAN MUTU MODAL MANUSIA Sita Dewi; Johan Hursepuny; Bertha Elvy Napitupulu; Dwi Listyowati
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v12i1.628

Abstract

AbstakSahnya suatu perkawinan  apabila sesuai dengan peraturan atau hukum atau agama yang berlaku di suatu negara. Undang-undang Republik Indonesia no.16 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang no. 1tahun 1974 tentang perkawinan menjadi dasar hukum perkawinan di Indonesia. Dalam Undang undang ini disebutkan batas usia perkawinan yaitu 19 tahun untuk pria dan wanita. Bila Perkawinan dilkukan dibawah usia yang ditetapkan undang-udang maka dikatakan terjadi perkawinan usia dini. Perkawinan usia dini membawa dampak negative terhadap kesehatan dan pendidikan. Padahal indicator mutu modal manusia adalah di kesehatan dan pendidikan. Mutu modal manusia yang baik akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pembangunan yang baik. Kata kunci: perkawinan usia dini, mutu modal manusia
Strategi Pemasaran Pedagang Besar Farmasi Dalam Menghadapi Persaingan : (Studi Kasus Pada Pt Mubarokah Jaya Farma) Dwi Listyowati; Kartika Indah Sari; Johan Hursepuny; Parlin Tumpal Sinaga
Jurnal Widya Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri farmasi di Indonesia memiliki peluang yang besar untuk tumbuh, ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah industri farmasi, meningkatnya daya beli masyarakat, kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pola hidup masyarakat akan swamedikasi. PT Mubarokah Jaya Farma adalah salah satu distributor pedagang besar farmasi harus memanfaatkan peluang pertumbuhan industri farmasi dengan baik di tengah banyaknya jumlah pesaing yang ada. Karena itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat dalam menghadapi persaingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat pada PT Mubarokah Jaya Farma dalam menghadapi persaingan. Data diperoleh dengan cara wawancara, penyebaran kuesioner, dokumenasi dan studi literature. Analisa yang digunakan adalah SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities and Threats). Hasil dari penelitian ini adalah PT Mubarokah Jaya Farma berada di kuadaran II pada diagram analisis SWOT , yang artinya perusahaan menghadapi ancaman eksternal perusahaan dengan memanfaatkan kekuatan internal yang ada. Strategi pemasaran PT Mubarokah Jaya Farma adalah strategi ST (Strenght-Threats) melalui strategi diversifikasi dengan cara mengembangkan kerjasama dengan prinsipal lainnya dan mempertahankan hubungan antar perusahaan distirbutor obat lainnya, melakukan pengembangan pasar di wilayah baru dan memberikan diskon khusus untuk produk tertentu.
PENGARUH BEAUTY INFLUENCER DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SCARLETT WHITENING Dwi Listyowati; Paulina Gabriela Raring; Johan Hursepuny; Francisca Hermawan; Hadi Santoso
Jurnal Widya Vol. 4 No. 2 (2023): Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk akan dikenal oleh konsumen melalui promosi yang dilkukan oleh perusahaan yang memproduksi produk tersebut. Banyak cara untuk mempromosikan produk. Kemajuan teknologi digunakann juga untuk melakukan promosi yaitu melalui sosial media. Seorang beauty influencer adalah orang yang aktif di sosial media dan mempromosikan berbagai produk kecantikan dan juga hal-hal lain yang berhubungan dengan kecantikan ataupun kesehatan kulit. Mereka mempunyai follower yang dapat dipengaruhi sehingga memutuskan untuk membeli produk yang dipromosikan. Konsumen juga memperhatikan merek produk, dimana merek produk menggambarkan kualitas produknya dan tujuan penggunaan produknya. Seperti scarlett whitening yang menggambarkan produk untuk kesehatan kulit yang dapat membuat kulit menjadi putih, bersih dan sehat. Konsumen memutuskan untuk membeli produk mempertimbangkan merek produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beauty influencer dan brand image terhadap keputusan pembelian produk scarlett whitening, baik secara parsial ataupun secara simultan. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna produk Scarlett Whitening di DKI Jakarta. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 responden yang dipilih secara acak. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Hasil penelitian berdasarkan uji parsial (Wald), variabel beauty influencer tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk scarlett whitening . Sedangkan variabel brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk scarlett whitening. Pengujian Simultan (Omnibus) menunjukkan kedua variabel beauty influencer dan brand image secara sama-sama berpegaruh terhadap keputusan pembelian produk scarlett whitening. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,526 atau 52,6% keputusan pembelian produk scarlett whitening dipengaruhi oleh beauty influencer dan brand image, sedangkan sisanya 47,4% yang dipengaruhi oleh variabel lain.