Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku membuang sampah oleh masyarakat di Tepian Jalan Rangau KM 3, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, serta mengidentifikasi hambatan dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam terhadap lima informan (perwakilan kelurahan, UPTD, dan warga sekitar), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian sosial dan lingkungan masyarakat masih tergolong rendah. Meskipun memiliki pengetahuan dasar mengenai kebersihan lingkungan, tindakan nyata masyarakat cenderung tidak konsisten, tidak berkelanjutan, dan bersifat reaktif hanya saat merasakan dampak langsung seperti bau busuk atau penyakit. Hambatan utama dalam pengelolaan sampah di kelurahan ini meliputi keterbatasan infrastruktur fisik (seperti kurangnya jumlah Tempat Pembuangan Sementara/TPS dan boks sampah), minimnya sarana operasional armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup, rendahnya efektivitas program sosialisasi, serta lemahnya penegakan sanksi hukum. Ketidakseimbangan ini dianalisis menggunakan Teori Struktur Fungsional, yang memperlihatkan adanya disfungsi sistem sosial di mana kurangnya fasilitas penunjang mendorong masyarakat bertindak tidak patuh dengan membuang sampah sembarangan di sepanjang tepian jalan. Untuk itu, diperlukan langkah integratif berupa penguatan infrastruktur pengangkutan sampah dan optimalisasi edukasi pemilahan sampah berbasis komunitas