Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Stunting Pada Anak Melalui Sosialisasi Dan Makanan 4 Sehat 5 Sempurna Di Desa Kenantan Kabupaten Kampar Mayta Novaliza Isda; Nadiyah Nesa Syakdiyah; Aria Bagas Bimantara; Nurkhoryah; Karina Putri Hazelvy; Ghefira Aura Salsadinna; Iqral Isharyadi; Nuranisa; Shah Jehan Rafaldi; Mulia Sari
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 5 (2023): September
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v2i5.329

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi pada balita yang masih terjadi di Indonesia khususnya di Desa Kenantan, Kabupaten Kampar. Beberapa faktor yang memengaruhi stunting, yakni tinggi badan orangtua, ASI eksklusif, berat badan lahir, dan panjang badan lahir. penelitian ini berguna untuk perbaikan pangan melalui 4 sehat 5 sempurna. Sampel penelitian ini adalah balita yang berusia 12-59 bulan. Variabel penelitian ini adalah tinggi badan ibu, berat badan lahir, dan panjang badan lahir yang berkaitan dengan stunting pada balita usia 12-59 bulan. Hasil menunjukkan bahwa variabel tinggi badan orang tua merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Faktor tinggi badan orang tua merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN BABUSSALAM KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS Mulia Sari; Yusmar Yusuf
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1694-1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku membuang sampah oleh masyarakat di Tepian Jalan Rangau KM 3, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, serta mengidentifikasi hambatan dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam terhadap lima informan (perwakilan kelurahan, UPTD, dan warga sekitar), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian sosial dan lingkungan masyarakat masih tergolong rendah. Meskipun memiliki pengetahuan dasar mengenai kebersihan lingkungan, tindakan nyata masyarakat cenderung tidak konsisten, tidak berkelanjutan, dan bersifat reaktif hanya saat merasakan dampak langsung seperti bau busuk atau penyakit. Hambatan utama dalam pengelolaan sampah di kelurahan ini meliputi keterbatasan infrastruktur fisik (seperti kurangnya jumlah Tempat Pembuangan Sementara/TPS dan boks sampah), minimnya sarana operasional armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup, rendahnya efektivitas program sosialisasi, serta lemahnya penegakan sanksi hukum. Ketidakseimbangan ini dianalisis menggunakan Teori Struktur Fungsional, yang memperlihatkan adanya disfungsi sistem sosial di mana kurangnya fasilitas penunjang mendorong masyarakat bertindak tidak patuh dengan membuang sampah sembarangan di sepanjang tepian jalan. Untuk itu, diperlukan langkah integratif berupa penguatan infrastruktur pengangkutan sampah dan optimalisasi edukasi pemilahan sampah berbasis komunitas