Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Metode Pembelajaran Akidah Akhlaq Sebagai Penguatan Moral Pada MI Nurussalam, Mantingan Ngawi Nur Hadi Ihsan; Khoffifa Assakhyyu Qorib; Aprilia Dwi Syafitri; Ide Mafaza Sansayto; Syahnaz Nurzaini Bey; Iradah Dwi Putriani; Nurul Inayah
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.989

Abstract

MI Nurussalam merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam, akan tetapi moral para siswa belum mencerminkan adanya pendidikan Islam didalamnya seperti, kegaduhan ketika menjalankan shalat, ketertiban dalam pelaksanaan pendidikan, etika ketika makan, sopan santun kepada guru dan orang yang lebih tua ataupun muda, dan masalah pergaulan. Terkait fenomena yang terjadi penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan mengembangan metode pembelajaran akidah akhlak sebagai penguatan moral. Tujuan dilakukannya pengembangan metode yaitu untuk menyempurnakan kualitas pendidikan dengan cara mempertahankan dan mengevaluasi metode yang telah dilaksanakan serta menambah konsep baru demi melahirkan sebuah inovasi baru yang lebih baik. Untuk menyelesaikan tahap pengebdian, Pengabdianni menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) guna mengajak subjek terlibat langsung dalam kegiatan penelitian. Pengabdian ini mengahsilkan pengembangkan metode pembelajaran akidah akhlak di MI dengan mengkaitkan materi pembelajaran dengan kisah kehidupan para nabi dan rasul. Kisah-kisah tersebut juga di kaitkan dengan keadaan keadaan yang ada disekitar kehidupan siswa/i.
Critical Analysis of Matthew Lipman's Multidimensional Thinking In Philosophy for Children (P4C) from The Perspective of Islamic Thought Mohammad Muslih; Nurul Inayah
Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam
Publisher : University of Darussalam Gontor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tasfiyah.v10i1.6

Abstract

This study employs a critical descriptive-comparative approach to examine Matthew Lipman’s concept of multidimensional thinking in Philosophy for Children (P4C) from the perspective of Islamic thought. In the context of global education that prioritizes STEAM disciplines to promote Higher Order Thinking Skills (HOTS), Lipman’s framework highlights critical, creative, and caring thinking as core dimensions. However, Islamic epistemology offers a more holistic understanding of thought. Using qualitative analysis, this study first reconstructs Lipman’s ideas based on Thinking in Education and Philosophy Goes to School, alongside classical Islamic concepts of ‘aql (intellect), qalb (heart), and nafs (soul). A comparative analysis is conducted to identify key similarities and differences, followed by a critical evaluation of the epistemological limitations of Lipman’s model. The findings indicate that, in Islam, thinking transcends rational processes and encompasses spiritual and ethical dimensions. While Lipman’s model is valuable in cultivating reflective thinking, it remains largely secular. Islam, by contrast, integrates reason, intuition, and divine consciousness. This study concludes that multidimensional thinking in Islam reflects the principle of tawḥīd al-‘ilm, offering a more integrated framework that unifies intellectual, moral, and spiritual dimensions of knowledge.