Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Eksistensi Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital Wilayah Wilayah DKI Jakarta dan Banten Baeti Rohman; Aas Siti Sholichah; Mufassirul Alam; Erna Fauziah; Wildan Alwi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5244

Abstract

Era digital telah memberi dampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Begitu pula dengan dunia pendidikan, terjadi perubahan dalam berbagai komponen mulai dari metode, media dan fasilitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. MAN Insan Cendekia Serpong dan Madrasah Aliyah Istiqlal dalam meningkakan kualitas pembelajaran di era digital melakukan terobosan berupa digitalisasi dalam penggunaan media, metode dan fasilitas berbasis digital. Selain itu guru didorong untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan dalam kemampuan mengajar. Madrasah Aliyah Istiqlal yang memiliki keunggulam multimedia menjadikan materi desain grafis, fotografi dan videografi sebagai materi kekhususan dan unggulan. Dengan diberikan fasilitas pendukung dan guru professional di bidang multimedia dapat mengembangkan skil pembelajaran untuk membuat desain foto, video dan desain produk yang menggunakan perangkat digital. Sedangkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia menggunakan fasilitas berbasis digital. Setiap siswa diperbolehkan membawa dan menggunakan laptop dan mengakses internet. Di ruangan kelas proses pembelajaran menggunakan LED (Light Emitting Diode).  Seluruh materi pelajaran yang digunakan dapat diakses melalui alat tersebut. Selain itu terdapat aplikasi E-Learning. Sebuah aplikasi yang dirancang Kementerian Agama (Kemenag ) untuk memfasilitasi siswa melakukan pembelajaran berbasis digital. Hal ini memudahkan siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Pembentukan Karakter Disiplin pada Siswa melalui Kegiatan Mutaba’ah Yaumiyah di Kelas XI SMA Adzkia Islamic School Tangerang Selatan Mufassirul Alam; Faris Pratama Hermawan
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2` (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/61wp1490

Abstract

Model pembelajaran daring atau online yang kini memang menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19. Yang dimana saat ini telah membuat efek samping tersendiri bagi para siswanya. Terlebih pada sekolah-sekolah yang mengedepankan program pembentukan karakter pada siswa. Program-program kegiatan sekolah yang dahulu telah mampu membentuk karakter siswa yang kuat dan tangguh pada setiap lulusannya. Kini tengah diuji dalam hal ketahanan programnya. Dikarenakan model kegiatan belajar yang dilakukan saat ini dengan sistem jarak jauh atau tidak. Penelitian ini di latar belakangi oleh kegelisahan hati dari peneliti sendiri terhadap keadaan Pandemi saat ini khususnya pada Program pembentukan Karakter Siswa. Penelitian ini juga meneruskan penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan di tahun 2020 dengan judul penelitian Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School oleh Endah Nuryana. Penelitian skripsi ini di lakukan dengan metode penelitian deskritif kualitatif yang ditujukan untuk mendapatkan hasil dari gambaran pembentukan karakter disiplin. Adapun metode deskritif merupakan metode untuk mendapatkan gambaran secara sistematis tentang fenomena yang ada terkait pembentukan karakter disiplin pada siswa melalui kegiatan mutaba’ah yaumiyah di kelas. Dengan adanya program pembentukan karakter disiplin pada siswa melalui kegiatan mutaba’ah yaumiyah hal tersebut membantu guru-guru dan bagian pembinaan sehingga lebih mampu mengontrol peserta didik yang sudah memenuhi target dengan peserta didik yang belum menjalankan amanah dengan maksimal atau belum memenuhi targetannya. Mutaba’ah yaumiyah menjadi salah satu acuan bahan kontrol sekoah dan yayasan dalam program pembentukan karakter.
Dinamika Keilmuan Islam Dari Fase Pembentukan Hingga Masa Kejayaan Mufassirul Alam; Faizatul Munawaroh
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/d8pgya83

Abstract

Kemunculan tradisi keilmuan Islam dimulai dari turunnya wahyu sampai lahirnya disiplin ilmu. Dan dalam praktik nyatanya umat Islam memang tidak hanya melakukan pengkajian dan pengembangan dalam bidang al-‘ulumus-syar’iyyah (ilmu-ilmu yang berorientasi keagamaan) saja, akan tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan secara umum. Begitu dalamnya keilmuan dalam Islam sehingga tidak mengenal dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Selama ilmu menguatkan keyakinan manusia akan kebesaran Sang Pencipta, maka penting dilakukan pengkajian dan pendalaman. Dalam Islam mencari ilmu bukan semata-mata dianjurkan, melainkan diwajibkan atas setiap muslim. Mendalaminya adalah usaha menguatkan iman dan menghindarkan dari segala penyimpangan. Dengan konsep Islam manusia diarahkan menyaring lalu memilah dan menjaga keutuhan ilmu sendiri dari perusakan sistematis sehingga melahirkan kehidupan yang sejahtera. Karena rusaknya ilmu menjadi penyebab kerusakan suatu masyarakat.
Penggunaan Media Pembelajaran Audio untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa di SD Islami Daarunnadwah Mufassirul Alam; Ainun Nadirra; Desi; Dini Fitria Irbah; Nurul Tahany Zahra; Siti Najya Fuadiyah Husni
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/staj9a02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran audio dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa di SD Islami Daarunnadwah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa. Media audio yang digunakan meliputi rekaman bacaan, cerita islami, dan lagu edukatif yang diintegrasikan dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio secara signifikan membantu siswa dalam memahami materi, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar. Selain itu, guru merasakan kemudahan dalam penyampaian materi dan peningkatan interaksi selama proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa media audio dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa di sekolah dasar, khususnya di lingkungan pendidikan Islam. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan lebih lanjut media audio yang variatif dan integratif dalam pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Temuan ini memperkuat urgensi penggunaan media audio sebagai sarana strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.
Komunikasi Positif Berbasis Qoulan Layyina terhadap Kemampuan Bicara Anak Usia Dini Khansa Zuhaidah Abdullah; Mufassirul Alam
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3424

Abstract

Kemampuan bicara anak usia dini berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional, namun praktik komunikasi pendidik dan orang tua masih belum diterapkan secara sadar dan terarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Qoulan Layyina dalam membangun komunikasi positif serta dampaknya terhadap kemampuan bicara anak usia dini di TAUD Al-Ukhuwah. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek seorang anak usia enam tahun, dua guru, dan orang tua sebagai informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komunikasi santun, intonasi lembut, dan respons empatik mengindikasikan adanya peningkatan keberanian anak dalam berbicara, memperkaya kosakata, serta membantu penyusunan kalimat sederhana secara lebih lancar. Selain itu, komunikasi yang positif menciptakan rasa aman yang mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan prinsip Qoulan Layyina sebagai kerangka komunikasi edukatif berbasis nilai Islami di lingkungan PAUD. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan praktik komunikasi pedagogis dan penguatan pendidikan karakter Islami pada anak usia dini.
Stimulating Self-Help Skills in Early Childhood through Natural Materials Center-Based Learning: A Qualitative Case Study Siti Zakiyah Siswanti; Mufassirul Alam; Vongdy Xayakong
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v5i1.16628

Abstract

The development of self-help skills is a fundamental aspect of early childhood education, as it supports children’s self-help skill, responsibility, and readiness for daily life activities. However, many early childhood learners still demonstrate limited self-help skill, indicating the need for effective and developmentally appropriate learning approaches. One promising approach is center-based learning utilizing natural materials, which provides meaningful, hands-on experiences and encourages active engagement. This study aims to explore the formation of self-help skills in children aged 4–5 years through the implementation of a natural materials center-based learning model. The study employed a qualitative case study design involving nine children as participants. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using pattern matching techniques to identify consistent themes and behavioral patterns. The findings revealed that children demonstrated increased self-help skills, including the ability to complete tasks independently, initiate simple problem-solving, maintain personal hygiene, and interact confidently with peers. These improvements were supported by structured and consistent scaffolding provided during center-based learning activities, which facilitated active participation and strengthened children’s confidence. In conclusion, the natural materials center-based learning model effectively promotes the development of self-help skills in early childhood by positioning teachers as facilitators who provide appropriate guidance based on children’s developmental needs. It is recommended that educators integrate natural materials and structured scaffolding strategies into center-based learning environments to optimize the development of children’s self-help skill.  
A Theoretical Review of the Formation of Religious Character in Early Childhood through the Method of Storytelling about the Prophets Sri Widianti; Mufassirul Alam
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 2 (2026): (Progress) Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v15i2.15673

Abstract

The formation of religious character is crucial to protect children from moral degradation from an early age. This study aims to analyze the theoretical relevance of the method of storytelling about prophets to the development of children's character. Using a descriptive qualitative method of literature study, this study analyzed 20 primary literature sources consisting of accredited journals, tafsir books, and developmental psychology books. Data analysis used content analysis with four stages of reduction to synthesis. The results showed a 100% level of theoretical relevance between the storytelling method and children's psychological needs, which included four main dimensions: cognitive, affective, social, and spiritual. The data showed that the integration of moral messages through prophetic stories was consistently able to touch on all aspects of development in an integrated manner. It was concluded that the method of storytelling prophetic stories had a very strong pedagogical foundation and was effective as an instrument for internalizing religious character values in early childhood.