Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konseling Multikultural pada Jenjang Pendidikan Formal: Kajian Sistematik Literature Review Mohamad Yudha Gutara; Devi Wulandari; Fatchiah E. Kertamuda; Arif Sahin; Muh. Azhar Mubarak
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.854

Abstract

Konseling multikultural dalam pendidikan formal merupakan ruh pendidikan. Konseling multikultural tidak terlepas dari hak progratif klien dan konselor mengenai nilai-nilainnya. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur sistematis, dengan mengumpulkan literatur berdasarkan tiga basis data, yaitu; Jurnal Sage, Springer, dan Wiley, dari hasil pencarian dan eliminasi inklusi eksklusi, hasil akhir yang direview dalam penelitian ini berjumlah tujuh artikel. Desain penelitian yang digunakan adalah, Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analytics (PRISMA). Hasil yang ditemukan, tinjauan pustaka membahas tentang bentuk konseling multikultural pada jenjang pendidikan formal, bentuk yang ditemukan berupa model CCERC dam model MCC, serta model berbasis intervensi dan layanan advokasi, selain itu penelitian ini juga menemukan faktor pendukung dan penghambat konseling multikultural pada jenjang pendidikan formal, dan menemukan dampak konseling multikultural pada tingkat pendidikan formal.
Kontribusi Faktor Terapeutik dalam Konseling Kelompok: Tinjauan Literatur dalam Konteks Pendidikan dan Kesehatan Mental Firdian Setiya Arinata; Erni Kurniawati; Mungin Eddy Wibowo; Muslikah Muslikah; Sinta Saraswati; Muh. Azhar Mubarak
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi faktor terapeutik dalam kelompok konseling melalui tinjauan literatur sistematik yang relevan dalam konteks pendidikan dan kesehatan mental. Faktor terapeutik yang dikemukakan oleh Irvin D.Yalom, seperti penanaman harapan (pemberian harapan), universalitas (Universalisme), altruisme (altruism), dan kekompakan kelompok (kohesi kelompok), merupakan unsur inti yang mendorong perubahan psikologis dalam dinamika kelompok. Melalui penelusuran terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2021 hingga 2025 dari database google Scholar , Science Direct , dan Scopus , sebanyak 18 artikel terpilih dianalisis berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup relevansi koteks, metodologi yang kuat, dan fokus pada implementasi kelompok konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi faktor terapeutik secara konsisten melemah positif dengan peningkatan efektivitas intervensi kelompok, baik dalam mengurangi gejala psikologis seperti kecemasan, depresi, dan stres, maupun dalam meningkatkan kesejahteraan emosional, efikasi diri, serta hubungan interpersonal antar anggota kelompok. Dalam konteks pendidikan, kelompok konseling berbasis terapeutik terbukti memperkuat ketahanan siswa dan menciptakan iklim belajar yang inklusif. Sementara dalam ranah kesehatan mental, keberadaan faktor-faktor tersebut mendukung pemulihan pasien, mengurangi stigma diri, dan mempercepat proses pemaknaan pascatrauma.Temuan ini menegaskan bahwa faktor terapeutik bukan sekadar aspek tambahan, melainkan komponen mendasar dalam struktur dan keberasilan kelompok konseling. Oleh karena itu, praktisi konseling menyarankan untuk mengintegrasikan faktor-faktor tersebut secara strategis dalam kelompok layanan desain, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kuasi-eksperimental dan longitudinal direkomendasikan untuk mengukur secara lebih mendalam pengaruh spesifik dari masing-masing faktor terapeutik dalam berbagai konteks dan populasi target.
Employability Skills and Career Readiness Among Muslim Vocational Students: Mediating Role of Career Decision-Making Self-Efficacy Wenny Wulandari; Arif Sahin; Wise Rahmawan; Farouq Fathurrahman; Muh. Azhar Mubarak; Wiffy Zalina Putri
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : State Islamic University (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pamomong.v7i1.6336

Abstract

Rapid changes in the labour market require vocational students to develop career readiness supported by employability skills and psychological resources for career decision-making. This study tested the direct and indirect effects of employability skills on career readiness via Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE) among Grade-12 Muslim vocational students. Using a cross-sectional design, all students at SMK Multicomp Depok, Indonesia (N = 215) were surveyed using saturated sampling, with Muslim status verified through school records. Adapted measures were used: the Self-Perceived Employability Scale (α = .96), the Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (α = .95), and the Student Career Readiness Scale (α = .98). Mediation was examined using PROCESS Macro for SPSS (Model 4) with bootstrap resampling. Employability skills significantly predicted CDMSE (b = 1.21, SE = .12, t = 10.22, p < .01; R² = .33) and career readiness (direct effect controlling for CDMSE: b = .66, SE = .11, t = 6.09, p < .01). CDMSE also significantly predicted career readiness (b = .42, SE = .05, t = 8.13, p < .01; model R² = .53). The indirect effect of employability skills on career readiness via CDMSE was significant (b = .51, SE = .09, 95% BC CI [.35, .70]), indicating partial mediation. The findings support Social Cognitive Career Theory and suggest that guidance and counseling programs should integrate employability development with interventions that strengthen decision-making self-efficacy. Limitations include the cross-sectional design, self-report measures, and a single-school sample; future research should use longitudinal designs and broader settings to improve generalizability.
Penguatan Identitas Karier Siswa SMK di Era Digital melalui Pendekatan Career Construction Theory: Program Pengabdian Berbasis Pelatihan Reflektif Arif Sahin; Wenny Wulandari; Wise Rahmawan; Farouq Fathurrahman; Salma Syahidah Salsabila; Zahwa Aprilia; Muh. Azhar Mubarak
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ms1krd27

Abstract

Perubahan dunia kerja di era digital yang semakin dinamis dan tidak linier menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki identitas karier yang jelas dan adaptif. Namun, banyak siswa masih mengalami kebingungan, ketidakpastian, dan kecemasan dalam menentukan arah karier setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa layanan karier di sekolah belum sepenuhnya memfasilitasi proses refleksi diri dan konstruksi makna karier secara personal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan kelompok secara luring di SMK Multicomp Depok dengan melibatkan siswa SMK sebagai peserta. Pelatihan menggunakan pendekatan reflektif-partisipatif berbasis naratif yang memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi nilai hidup, pengalaman bermakna, serta menyusun narasi karier pribadi. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi menggunakan media PowerPoint, penggunaan lembar kerja reflektif, serta diskusi dan refleksi terbimbing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai makna karier, memperjelas arah karier, serta memperkuat kesiapan psikologis dalam menghadapi transisi dari sekolah ke dunia kerja di era digital. Siswa juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap karier dari yang semula bersifat sempit dan eksternal menjadi lebih reflektif, personal, dan adaptif. Pelatihan penguatan identitas karier berbasis Career Construction Theory terbukti relevan dan aplikatif sebagai model layanan karier dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berpotensi menjadi alternatif pengembangan layanan bimbingan karier di SMK yang lebih reflektif, partisipatif, dan berkelanjutan.