Mustain Mustain
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Fungsi Masjid di Indonesia: Dari Lokus Pengajaran Islam Ke Pemberdayaan Sosial Ekonomi Umat Mustain Mustain
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 2 (2023): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i2.8998

Abstract

This article explores the evolution of mosque functions, tracing its development from the Golden Age of Islam in the Middle East to its influence on the early phases of Islam in the archipelago, and its contemporary significance for Indonesian society. Employing a historical approach, the paper delineates the transformation of the mosque's role, transitioning from its traditional emphasis on education to a pivotal role in enhancing the social and economic well-being of Muslims. The study's findings indicate that, beyond its primary function as a place of worship, the mosque has evolved into a hub for providing social and economic services to its worshippers, representing a notable departure from its historical role. This article provides a comprehensive understanding of the importance of reassessing the relevance and role of mosques in meeting the multifaceted needs of Muslims. It stands as a crucial focal point for revitalizing the role of the mosque in response to socio-economic sustainability and contemporary societal demands. Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi evolusi fungsi masjid, menelusuri perkembangannya dari Zaman Keemasan Islam di Timur Tengah hingga pengaruhnya terhadap fase awal Islam di Nusantara, dan signifikansi kontemporernya bagi masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan historis, penelitian ini menggambarkan transformasi peran masjid, dari penekanan tradisionalnya pada pendidikan menjadi peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat Islam. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, di luar fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, masjid telah berevolusi menjadi pusat untuk menyediakan layanan sosial dan ekonomi bagi para jamaahnya, yang mewakili perubahan penting dari peran historisnya. Artikel ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya menilai kembali relevansi dan peran masjid dalam memenuhi berbagai kebutuhan umat Islam. Artikel ini menjadi titik fokus penting untuk merevitalisasi peran masjid dalam menanggapi keberlanjutan sosial-ekonomi dan tuntutan masyarakat kontemporer.
Readiness of Islamic Education Teachers for Merdeka Curriculum: Challenges and Opportunities in Digital Era Fitriani Fauziah; Syamsul Arifin; Mustain Mustain
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di era digital, dengan menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi. Kajian ini penting mengingat keberhasilan transformasi kurikulum sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SMAN 1 Gunung Sari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, observasi partisipatif di lingkungan sekolah, serta analisis dokumen terkait implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa yang beragam. Meskipun demikian, beberapa guru telah mulai memanfaatkan platform digital seperti Canva dan Quizizz, namun penggunaannya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi teknis. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi juga menjadi kendala utama. Di sisi lain, terdapat peluang pengembangan yang ditandai dengan antusiasme guru dalam mengikuti pelatihan teknologi serta ketersediaan sumber belajar digital. Kesimpulannya, peningkatan kesiapan guru memerlukan dukungan sistematis melalui program pendampingan kurikulum berbasis kebutuhan, pembentukan komunitas belajar profesional, serta penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif Sekolah Dasar Islam Terpadu Abata Lombok Sri Panca Aryaningsih; Aisyah Aisyah; Laili Sulistiana; Akhmad Syahri; Mustain Mustain
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/almunawwarah.v18i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD IT Abata Lombok. Fokus utama penelitian terletak pada bagaimana kreativitas pedagogik guru mampu menyiasati keterbatasan kurikulum nasional yang kaku melalui pendekatan yang fleksibel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Perencanaan dilakukan melalui asesmen diagnostik yang mengklasifikasikan ABK menjadi kategori ringan, sedang, dan berat, serta penentuan individual goals (garis finish yang berbeda); (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan konsep "Pedagogi Fleksibilitas Berbasis Minat" dan Differentiated Instruction, di mana guru melakukan modifikasi instruksional spontan dengan memanfaatkan media konkret seperti lingkungan alam, (3) Sistem evaluasi menggunakan model "Promosi Otomatis" yang didukung oleh pemantauan progresif harian melalui dokumentasi visual (foto/video) yang dilaporkan secara personal kepada orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan inklusi di sekolah dengan keterbatasan tenaga profesional terletak pada sinergi tripartit (guru, terapis, orang tua) dan fleksibilitas manajerial yang berpusat pada fitrah unik setiap anak.