Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FFAKTOR PREDISPOSISI SEBAGAI PENENTU KEPATUHAN TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDUNG Osman Syarief; Irmawartini Irmawartini; Dadang Rosmana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.254 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i1.2062

Abstract

Penyakit Covid 19 merupakan penyakit saluran pernafasan akut yang parah. Penyakit Covid 19 sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia dan sudah menjadi pandemi. Perlu dilakukan uoaya pencegahan penularan untuk semua kelompok, termasuk siswa Sekolah Dasar (siswa SD). Patuh protokol kesehatan Covid 19 merupakan salah satu upaya pencegahan covid 19. Protokol kesehatan Covid 19 antara lain terdiri dari mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan peningkatan daya tahan tubuh. Predisposisi merupakan salah satu faktor pembentukan perilaku termasuk perilaku patuh terhadap protokol kesehatan covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid 19. Penelitian dilakukan secara crossectional. Sampel peneliitian adalah 441 siswa SD di Kota Bandung. Pengumpulan data dengan wawacancara. Data di analisis statistik univaribel, bivariabel dan multivariabel. Hasil penelitian menemukan bahwa siswa SD Kota Bandung yang patuh terhadap protokol kesehatan sebesar 54,0%. Faktor predisposisi yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan terhadap prokotol kesehatan covid 19 adalah pengetahuan ( p =0,0001), sikap (p =0,003) dan keyakinan ( p =0,0001). Kesimpulan belum semua siswa SD di Kota Bandung patuh protokol kesehatan covid 19, sehingga berisiko untuk tertular covid 19 jika dilakukan pembelajaran tatap muka.
Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Penanganan Sampah Rumah Tangga Bagi Santri Sri Slamet Mulyati; Irmawartini Irmawartini; Pujiono Pujiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.956

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu fasilitas umum di bidang pendidikan. Setiap fasilitas umum termasuk pondok pesantren wajib melakukan pengawasan kesehatan lingkungannya. Penyehatan tanah dan pengelolaan sampah padat merupakan upaya meningkatkan kualitas lingkungan. Apabila mengacu pada idealisme regulasi, sampah tidak boleh dibuang melainkan dikelola. Upaya minimal pengelolaan sampah minimal 3 R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle. Komposting merupakan salah satu contoh pengolahan sampah sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Para santri pondok pesantren Al-Musyahadah yang terbagi ke dalam 4 Pokja ( Kelompok Kerja) mampu melakukan komposting dengan metode Takakura setelah sebelumnya diberikan contoh oleh tim pengabdian masyarakat. Secara umum pengetahuan pengelolaan sampah para santri sudah sangat baik dengan nilai rerata 84,66%. Partisipasi santri laki-laki dan perempuan juga sangat baik yang ditunjukkan dengan keikutsertaan saat pengisian kuesioner, penyuluhan, demo alat, dan praktik komposting sampai menghasilkan kompos jadi. Perlu dilengkapi pelatihan sederhana lainnya seperti manajemen pemasaran produk kompos jadi dan cara packagingnya yang menarik sehingga menjadi “value” bagi pondok pesantren.
Pemberdayaan Kelompok PKK dan Kampung KB dalam Implementasi Protokol Kesehatan, Vaksinasi, dan Pola Hidup Bersih Sehat untuk Memutus Penyebaran Covid-19 Osman Syarief; Irmawartini Irmawartini; Dicki Bakhtiar Purkon; Ali Hamzah; Nandang Ahmad Waluya
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 4, Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1800.028 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i4.1049

Abstract

The condition of the Covid-19 pandemic with various variant genetic mutations and severe manifestations can pose a risk of death with a relatively high transmission rate throughout the world. Moreover, the level of public awareness of compliance with health protocols and a clean and healthy lifestyle (PHBS), is still low from various survey results in Indonesia, including the Palasari and Cipadung Villages (Cibiru District), Bandung City, West Java. This community service activity aims to increase public health awareness and skills, especially community organization cadres as role models for other communities, such as PKK (Family Empowerment and Welfare) groups and KB (Family Planning) Villages with the Interprofessional Education (IPE) method conducted by a team of extension workers with various health science backgrounds with a series of activities that include: counselling on various health materials such as a clean and healthy lifestyle (PHBS), socialization of health protocols and self-isolation, mentoring on medical mask waste management, and how to make traditional herbal drinks as an immunomodulator (immunostimulant) to prevent/minimize the transmission of Covid-19. The entire counselling material was provided comprehensively to prevent the transmission of Covid-19 from various aspects, including aspects of nutrition, environmental health, 2000, and pharmaceuticals. The results achieved are the implementation of counselling on the introduction of Covid-19 and its various variants, prevention of Covid-19 from various health aspects, socialization of the application of health protocols, self-isolation, government vaccination programs, medical waste management, and how to make traditional drinks to improve the immune system in our body. The community service activities for Posbindu partner cadres in 2 Kelurahan were successfully implemented and could improve the understanding of health, attitudes, and behaviour of all Posbindu partner cadres by looking at the increase in the results of pre-test and post-test evaluations so that Posbindu partner cadres as part of change agents can distribute health information obtained to the public.
PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENYISIHKAN KANDUNGAN PB (TIMBAL) LIMBAH OLI Sri Slamet Mulyati; Irmawartini Irmawartini; Ade Kamaludini; Fatimah Fatimah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2192

Abstract

Oli merupakan salah satu polutan hidrokarbon. Secara umum limbah oli terdiri atas air, crude oil, dan solid particulate matter. Substansi bahaya dan bahan toksik lainnya yang terkandung dalam limbah oli, menjadikan limbah tersebut harus diolah untuk mengurangi toksisitasnya. Pb atau timbal merupakan salah satu substansi toksik yang dihasilkan dari kegiatan industri yang menggunakan oli, painting, agrokimia, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan adsorben serbuk gergaji dalam menyisihkan logam berat timbal (Pb) dalam limbah oli. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu skala laboratorium untuk aplikasi lapangan. Populasi adalah seluruh limbah oli yang diambil dengan metode grab sample, sedangkan sampel adalah sebagian limbah oli yang diberikan perlakuan dan kontrol. Hasil uji non parametrik menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata kandungan Pb dalam limbah oli setelah diberi perlakuan berbagai dosis adsorben serbuk gergaji (p-value=0,008). Besar penyisihan kandungan Pb dalam limbah oli pada kisaran 66,55-91,24%. Dapat disimpulkan bahwa adsorben serbuk gergaji mempunyai kemampuan untuk menyisihkan  Pb dalam  limbah oli. 
Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir di Kota Bandung Irmawartini Irmawartini; Sri Slamet Mulyati; Pujiono Pujiono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.2.229-236

Abstract

Latarbelakang: Produksi sampah setiap tahun meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Laporan kinerja pengelolaan sampah di Indonesia tahun 2020 menunjukkan bahwa jumlah sampah  yang dikelola baru mencapai 53,55% dari timbulan sampah. Buruknya pengelolaan sampah akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan gangguan kesehatan bagi manusia.Tujuan: Untuk mendapatkan informasi dan gambaran pengelolaan sampah di Kota Bandung dari hulu kehilir. Metode: Jenis penelitian adalah crossectional dengan desain kualitatif dan kuantitatif. Populasi adalah masyarakat Kota Bandung sebanyak 301 responden berasal dari 72 kelurahan pada 30 kecamatan di Kota Bandung. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil: Penelitian ini menemukan permasalahan dalam setiap tahap pengelolaan sampah. Tahap pemilahan dan pengurangan baru 30,2 %  responden yang sudah melakukan pemilahan sampah. Responden yang memanfaatkan sampah organik dalam kegiatan pengurangan hanya sebesar 5,6% dan responden yang sudah menjadi nasabah bank sampah baru 0,7%, serta responden yang menerapkan kang pisman hanyalah 17,9%. Pada tahap pengumpulan/pengangkutan dan penyimpanan sampah di TPS, belum terdapat pemisahan sampah organik dan an organik.Simpulan: Pemilahan sebagai langkah pertama untuk menentukan kesuksesan dalam tahapan pengolahan selanjutnya. Perlu dilakukan pembelajaran dan pelatihan yang terus menerus kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan. ABSTRACTTitle : Waste Management from Upstream to Downstream in the City of BandungBackground: Waste production increases every year along with population growth. The 2020 waste management performance report in Indonesia shows that the amount of waste managed has only reached 53.55% of the waste generated. Poor waste management will have an impact on decreasing environmental quality and health problems for humans. Purpose: To get information and an overview of waste management in the city of Bandung from upstream to downstream. Method: This type of research is cross-sectional with a qualitative and quantitative design. The population is the people of Bandung City as many as 301 respondents from 72 sub-districts in 30 sub-districts in Bandung City. Data were analyzed descriptively and presented in tabular form. Results: This study found problems in each stage of waste management. The sorting and reduction stage is only 30.2% of respondents who have already done waste sorting. Respondents who used organic waste in reduction activities were only 5.6% and 0.7% of respondents who had become customers of a new waste bank, and only 17.9% of respondents who used kangpisman. At the stage of collecting/transporting and storing waste at the TPS, there is no separation of organic and inorganic waste. Conclusion: Sorting is the first step to determine success in the next processing stage. Continuous learning and training is needed for the community to improve the quality of waste management in urban environments.
MEMBRAN KERAMIK MANGANESE GREENSAND DAPAT MENURUNKAN TOTAL COLIFORM PADA AIR BERSIH Rifda Aulia; Irmawartini; Agus Somad Saputra
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Siliwangi
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v2i2.5

Abstract

Total Coliform in clean water is harmful to health if it exceeds the quality standard. The total Coliform in the clean water examined was 81 APM/100 mL, which exceeds the quality standard based on the Regulation of the Minister of Health No. 32 of 2017. Ceramic membrane is a technology that can reduce Total Coliform in clean water. This technology can operate at low pressure, using natural materials such as clay and sawdust. The purpose of the study was to determine the effect of manganese greensand ceramic membranes on Total Coliform in clean water in the kitchen of PT. X. This research is a field-scale experimental study with a pretest – posttest without control design, using grab sampling technique and data analysis using the Wilcoxon test. The results of the study were the average percentage of total coliform reduction was 69.55% (composition 50:50) and 53.07% (composition 40:60). The average difference in Total Coliform is 16 CFU/100 mL (50:50 composition) and 13 CFU/100 mL (40:60 composition). The results of statistical analysis related to the effect of manganese greensand ceramic membranes on the number of Total Coliforms, namely the value of Sig. (50:50 composition) = 0.008 and (40:60 composition) = 0.017. The sig value is smaller than the value of (0.05), which means that there is an effect of manganese greensand ceramic membrane on the total coliform. Manganese greensand ceramic membrane can reduce Total Coliform and the composition variation of 50:50 is a variation that is better than the composition of 40:60.
VARIASI WAKTU PAPARAN EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn.) TERHADAP KEMATIAN LALAT Farah Ayu Aristawati; Teguh Budi Prijanto; Irmawartini
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Siliwangi
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v2i2.9

Abstract

Flies can act as vectors of diseases that can transmit digestive tract diseases such as cholera, myiasis, typhus, dysentery and diarrhea. There are several alternatives to fly control, one of which is chemical methods using natural ingredients, namely green betel leaf (Piper betle Linn.). The compound content of green betel leaf (Piper betle Linn.) in the form of saponins, alkaloids and flavonoids has a bitter taste and is toxic to small animals, can paralyze and kill house flies and cause wilting of nerves and damage to spiracles in insects. The purpose of this study was to determine the effect of variations in exposure time to green betel leaf extract (Piper betle Linn.) in a green light diffuser trap on fly mortality in the Kitchen of PT. X. Type of this research is an experimental research with a post test with control design. This study used variations in exposure time of 60 minutes, 75 minutes, and 90 minutes and the betel leaf extract concentration was 75%. The samples in this study were all types of flies found in PT. X. The results of this study were the total of flies that died at an exposure time of 60 minutes was 22, 75 minutes was 27, and 90 minutes was 42.The statistical test used was one way ANOVA with a sig value of 0.001 (< 0.05) so that there was an effect of variations in exposure time to green betel leaf extract (Piper betle Linn.) on fly mortality in the Kitchen of PT. Garuda Mas Universe. The most effective time is 90 minutes. The most effective extract exposure time was 90 minutes. It is advisable for the industry to apply a 75% concentration of green betel leaf extract (Piper betle Linn.) as fly control with an exposure time of 90 minutes.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Pengelolaan Sampah Berbasis Aplikasi IT Sri Slamet Mulyati; Pujiono Pujiono; Irmawartini Irmawartini; Nurul Hidayah; Salma Aripin
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10849

Abstract

Timbulan sampah perkotaan di dunia mencapai 2,01 miliar ton per tahun, 33% nya tidak dikelola dengan baik .Timbulan sampah per tahun di Indonesia mencapai sekitar 67,8 juta ton per tahun dan diprediksi kian meningkat seiring bertambahnya populasi.  Kota Bandung mengalami tantangan besar dalam masalah pengelolaan sampah dengan timbulan sampah harian mencapai 1.477 ton dan sekitar 10% dari sampah tersebut tidak ditangani dengan baik . Konsekuensi dari pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada kejadian penyakit berbasis lingkungan , juga mencemari lingkungan . Strategi dalam penanganan sampah tidak cukup menangani di tahap akhir saja, namun diperlukan upaya pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu linier dari hulu ke hilir . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis aplikasi IT. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan survey untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat pengetahuan, sikap responden terhadap aplikasi pengelolaan sampah. Sampel penelitian 60 orang dari dua kelurahan di Kota Bandung. Sampel masing-masing kelurahan yaitu 30 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan data penelitian sebelumnya sehingga terpilih dua wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah sudah baik, namun baik pengetahuan maupun sikap, keduanya tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap respons penggunaan aplikasi, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menarik minat masyarakat terhadap penggunaan aplikasi pengelolaan sampah berbasis IT.