Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HISTORISITAS FILSAFAT ISLAM: DARI ADOPSI, MITASI DAN PRODUKSI Maftukhin
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam memiliki jejak sejarah yang panjang. Pertumbuhan dan perkembangannya dipengaruhi oleh filsafat Yunani, tetapi kemudian membentuk karakteristik filsafat khas. Perkembangan filsafat Islam menandai cepatnya perkembangan kebudayaan Islam. Alih kebudayaan dari Yunani ke dunia Islam dibidani oleh penerjemahan di masa Harun Al-Rasyid. Transmisi budaya Yunani—Arab adalah proses yang kompleks. Proses ini melalui beberapa tahap. Pertama, upaya mendapatkan ilmu dan filsafat Yunani diperoleh melalui penerjemahan dari bahasa Yunani dan Syiria ke bahasa Arab. Kedua, bermunculannya se-jumlah besar pemikir Muslim yang berkomitmen penuh terhadap pandangan Hellenistik tentang alam materi dan pikiran. Ketiga, aplikasi filsafat, tipe pemikiran, dan wacana yang terdapat dalam tahap kedua, ke dalam konteks kalam sehingga muncul apa yang dikenal sebagai dokter-faqih, antronom-astrolog-muwaqqit dan matematikawan-faradi.
Students' English Competence, Transformative Thinking, Creativity, and Work Readiness in the Gig Economy Era Afifah, Wiwiek; Soeharto, Soeharto; Somae, Erik Tauvani; Kurniawan, Muhammad Hafiz; Maftukhin; Ahdiani, Ulaya
PANYONARA: Journal of English Education Vol. 7 No. 2 (2025): PANYONARA: Journal of English Education
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/panyonara.v7i2.20941

Abstract

Abstract: As the gig economy era reshapes the global workforce, job readiness demands more than technical skills. Therefore, transformative thinking, creativity, and English competence become crucial. This study aims to explore how students from various backgrounds perceive the importance and the role of English competence, transformative thinking, and creative thinking in the gig economy era. Furthermore, this study also analyzes the relation between students’ socioeconomic background and their level of English competence toward their job readiness. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through a reflective instrument based on open-ended questions designed to explore students’ views and strategies in facing the challenges of the gig economy era. Fifty-one students with different characteristics, including high and low achievers and socioeconomic backgrounds, volunteered for the study. Thematic analysis was used to identify mindsets and work readiness that emerged from their narratives. The findings revealed that English competence is strongly related to self-confidence, professional communication effectiveness, and the ability to build global connections. Meanwhile, transformative and creative thinking encourages students to think critically, adapt to change, design creative solutions, and think outside the box. Furthermore, developing work readiness requires motivation, engagement, and reflective thinking because these qualities enable students to adapt, learn, and perform well regardless of their financial situation.
Sistem Akuntansi dan Pengendalian Internal Terhadap Keberhasilan UMKM di Kecamatan Losari Susi Sunanti; Maftukhin; Titi Rahmawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.1706

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh sistem akuntansi dan pengendalian internal secara parsial serta simultan terhadap keberhasilan UMKM. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah anggota UMKM dengan menggunakan jumlah sampel sebanyak 86 responden. Metode pengumpulan survey dengan cara membagikan kuisioner pada responden baik secara langsung maupun melalui online menggunakan google form. Teknik penentuan jumlah sampel dalam penelitian menggunakan teknik purpose sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 25. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) sistem akuntansi berpengaruh secara parsial terhadap keberhasilan UMKM dengan kontribusi sebesar 32,4%. 2) pengendalian internal berpengaruh secara parsial terhadap keberhasilan UMKM dengan kontribusi sebesar 52,3%. 3) sistem akuntansi dan pengendalian internal berpengaruh secara simultan terhadap keberhasilan UMKM dengan kontribusi 52,3%. Keberhasilan UMKM dapat dijelaskan oleh variasi dari dua variabel independen sebesar 45,4%. Perlu adanya perhatian lagi dari pemerintan setempat agar UMKM semakin berkembang. Kata Kunci: Sistem Akuntansi, Pengendalian Internal, Keberhasilan UMKM. Abstract This study aims to determine: the influence of the accounting system and internal control partially and simultaneously on the success of MSMEs. This type of research is quantitative. The population of this study was members of MSMEs using a total sample of 86 respondents. The method of collecting surveys by distributing questionnaires to respondents both directly and online using google forms. The technique of determining the number of samples in the study uses the purpose sampling technique. The analysis used was multiple linear regression analysis using the SPSS 25 program. The results of the study stated that: 1) the accounting system partially affects the success of MSMEs with a contribution of 32.4%. 2) internal control partially affects the success of MSMEs with a contribution of 52.3%. 3) the accounting system and internal control simultaneously affect the success of MSMEs with a contribution of 52.3%. The success of MSMEs can be explained by the variation of two independent variables of 45.4%. There needs to be more attention from the local government so that MSMEs will grow. Keywords: Accounting System, Internal Control, Success of MSMEs.
Rekonsiliasi Tradisi Islam dan Sains Modern M. Abdullah Viki; Maftukhin; M. Ilham Fikron; Sayyid Abdullah; Ach. Taufiq; Asnawan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/cxz0pf38

Abstract

Diskursus mengenai relasi antara tradisi Islam dan sains modern hingga kini masih diwarnai oleh pandangan dikotomis yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Sains modern kerap diposisikan sebagai sistem pengetahuan yang netral dan bebas nilai, sementara agama dipahami sebatas ranah spiritual dan ritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya rekonsiliasi antara tradisi Islam dan sains modern sebagai upaya membangun paradigma keilmuan integratif yang berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan peradaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui penelaahan kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta literatur filsafat dan sains modern. Analisis dilakukan dengan pendekatan epistemologis dan filosofis untuk mengkaji integrasi wahyu (naql), akal (‘aql), dan pengalaman empiris (tajribah) dalam tradisi keilmuan Islam, sekaligus mengkritisi asumsi filosofis sains modern yang cenderung positivistik dan sekular. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Islam memiliki kerangka epistemologi yang komprehensif dan terbuka terhadap pengembangan sains, selama tetap berlandaskan nilai etika, spiritualitas, dan tujuan kemaslahatan. Rekonsiliasi ini tidak hanya relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Dengan demikian, rekonsiliasi tradisi Islam dan sains modern merupakan kontribusi strategis bagi peradaban global dalam merespons krisis modernitas yang bersifat materialistik dan dehumanistik. Abstrak Discourse on the relationship between Islamic tradition and modern science remains characterized by a dichotomous view that separates religious knowledge from general knowledge. Modern science is often positioned as a neutral and value-free system of knowledge, while religion is understood solely as a spiritual and ritualistic realm. This article aims to analyze the importance of reconciling Islamic tradition and modern science as an effort to build an integrative scientific paradigm oriented toward humanity and the sustainability of civilization. This research uses a qualitative approach with library research methods, through a critical review of primary and secondary sources, including the Quran, hadith, works of classical and contemporary scholars, and modern philosophical and scientific literature. The analysis utilizes an epistemological and philosophical approach to examine the integration of revelation (naql), reason (‘aql), and empirical experience (tajribah) within the Islamic scientific tradition, while simultaneously critiquing the philosophical assumptions of modern science, which tend to be positivistic and secular. The results demonstrate that the Islamic tradition possesses a comprehensive epistemological framework that is open to the development of science, as long as it remains grounded in ethical values, spirituality, and the goal of public welfare. This reconciliation is not only relevant for the development of science but also serves as a crucial foundation for building a holistic and integrative Islamic education system. Thus, the reconciliation of Islamic tradition and modern science is a strategic contribution to global civilization in responding to the materialistic and dehumanizing crises of modernity.
HUMANISME RELIGIUS RMP. SOSROKARTONO : MANIFESTASI PERILAKU KEBERAGAMAN MASYARAKAT JAWA Wahyudi, M. Agus; Maftukhin; Khamami, Akhmad Rizqon
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/r01dkm89

Abstract

Humanisme adalah pemikiran filsafat Barat yang meyakini bahwa manusia memiliki nilai dan kedudukan yang tinggi serta menjadi pusat, atau disebut sebagai antroposentris. Pemikiran semacam ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak postifnya adalah mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sedangkan dampak negatifnya adalah manusia merasa tidak butuh Tuhan dalam hidupnya karena yakin dengan usahanya sendiri. Masyarakat Jawa dikenal dengan orangnya yang ramah, humanis, dan religius. Humanisme religius menjadi ciri dari model perilaku keberagamaan masyarakat Jawa. RMP. Sosrokartono salah satu tokoh dari Jawa yang pemikiran secara tidak langsung terdapa nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ciri dari perilaku keberagamaan masyarakat Jawa. Metode dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif. Data yang akan dianalasis berupa data primer yakni pemikiran RMP.Sosrokartono dan data sekunder yakni data pendukung yang berkaitan dengan penelitian. Tujuan penelitian, untuk mengungkap nilai-nilai humanisme religius RMP. Sosrokartono dan bagaimana implemantasinya terhadap perilaku keberagamaan masyarakat Jawa. Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat ajaran RMP. Sosrokartono yang bernama ilmu kantong bolong dan ilmu kantong kosong yang di dalamnya terdapat nilai-nilai humanisme religius.