Fenomena fatherless merupakan persoalan keluarga yang tidak hanya berkaitan dengan ketidakhadiran fisik ayah, tetapi juga dengan hilangnya fungsi pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan keteladanan dalam kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tanggung jawab dan peran ayah dalam hadis Nabi SAW serta merekonstruksinya sebagai kerangka konseptual untuk memahami fenomena fatherless dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode maudhu'i (tematik) dalam studi hadis. Analisis dilakukan melalui identifikasi dan seleksi hadis yang berkaitan dengan tanggung jawab keluarga, kepemimpinan, kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan pembentukan moral anak; dilanjutkan dengan pengelompokan hadis berdasarkan tema, analisis makna melalui syarah hadis, serta sintesis dengan temuan penelitian empiris dan perspektif pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam hadis mencakup dimensi amanah kepemimpinan, pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan keteladanan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa fatherless tidak hanya berbentuk physical absence, tetapi juga functional dan psychological absence ketika ayah hadir secara fisik tetapi tidak menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan konsep prophetic fathering yang mensintesiskan lima prinsip, yaitu amanah, rahmah, ta'dib, ri'ayah, dan uswah, sebagai kerangka konseptual untuk memperluas kajian hadis tentang keluarga sekaligus memperkuat praktik pendidikan Islam dalam merespons fenomena fatherless. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menguji konsep tersebut secara empiris pada berbagai konteks keluarga.