Waton, Muhammad Nasrul
Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : abnauna

Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Muhammad Nasrul Waton
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KITAB TAHAJI UNTUK MENINGKATKAN TAHSINUL KITABAH KELAS 2 MI KEBOKICAK DAPUR KEJAMBON JOMBANG Nasrul Waton, Muhammad; Humairoh, Zuni; Sholichah, Maulidatus
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mempelajari huruf hijaiyah bagi umat muslim merupakan sebuah keharusan. Sebab, Al-Qur’an sebagai kitab yang wajib dibaca dan dipelajari, ditulis dalam Bahasa arab. Huruf hijaiyah merupakan huruf dalam Bahasa arab yang berarti mengeja, membaca huruf demi huruf. Dalam bahan ajar kitab tahaji yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Kebokicak membahas tuntas huruf hijaiyah, di antaranya terdapat adanya indikator pencapaian salah satunya dapat melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dengan tanda macam-macam harokat. Melalui bahan ajar tersebut, peserta didik dikenalkan juga bentuk huruf-huruf hijaiyah. Namun, masih banyak peserta didik yang belum bisa membedakan dan menuliskan huruf hijaiyah dengan benar. Terdapat rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yakni: (1) Bagaimana proses pengembangan bahan ajar kitab Tahaji dalam meningkatkan Tahsinul Kitabah? (2) Bagaimana efektifitas pembelajaran sebelum dan sesudah adanya bahan ajar Tahaji dalam meningkatkan Tahsinul Kitabah kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Kebokicak? (3) Bagaimana penerapan pengembangan bahan ajar kitab Tahaji dalam meningkatkan Tahsinul Kitabah kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Kebokicak?Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pendekatan Borg and Gall. Instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan angket.subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 2 MI Kebokicak Dapurkejambon Jombang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan bahan ajar kitab tahaji diterapkan melalui pengembangan Borg and Gall dengan melalui beberapa prosedur pengembangan. (2) peserta didik sangat antusias dan lebih mudah memahami pelajaran tahaji karena terdapat contoh cara penulisan huruf hijaiyah dan banyaknya latihan soal serta berbagai gambar yang menarik. (3) bentuk peningkatan tahsinul kitabah dapat dilihat dari hasil instrument penilaian dengan rata-rata nilai 69% sebelum menggunakan bahan ajar kitab tahaji dan 87% setelah menggunakan bahan ajar kitab tahaji untuk meningkatkan tahsinul kitabah. Kata Kunci: Pengembangan, Tahaji, Tahsinul Kitabah ABSTRCT Learning the hijaiyah letters for Muslims is a must. Because, the Koran, as a book that must be read and studied, is written in Arabic. Hijaiyah letters are letters in Arabic which mean spelling, counting letters, reading letter by letter. In the teaching materials on the book of Tahaji at Madrasah Ibtidaiyah Kebokicak, the hijaiyah letters are thoroughly discussed, including indicators of achievement, one of which is being able to pronounce and write the hijaiyah letters with the punctuation marks fathah, kasroh, dlommah, fathatain, kasrotain, dlommatain, mad, layyin, sukun and tasydid. Through these teaching materials, students are also introduced to the shape of the hijaiyah letters. However, there are still many students who cannot distinguish and write hijaiyah letters correctly. Therefore, the researcher adopted the Tahaji Book teaching material with Tahsinul Kitabah as teaching material from the results of the development of the Tahaji Book in class 2 Harokat material. There is a problem formulation raised in this research, namely: (1) What is the process of developing teaching materials for the Tahaji book in improving the Tahsinul Kitabah? (2) What is the effectiveness of learning before and after Tahaji teaching materials in improving Tahsinul Kitabah grade 2 Madrasah Ibtidaiyah Kebokicak? (3) How is the development of Tahaji book teaching materials implemented in improving Tahsinul Kitabah class 2 at Madrasah Ibtidaiyah Kebokicak? This research uses the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall approach model. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were grade 2 students at MI Kebokicak Dapur Kejambon Jombang. The results of this research show that (1) the application of the Tahaji book teaching materials is used using lecture and practice methods. (2) the application of the Tahaji book teaching materials is implemented through the development of Borg and Gall through several development procedures. (3) students are very enthusiastic and understand the tahaji lesson more easily because there are examples of how to write hijaiyah letters and lots of practice questions as well as various interesting pictures. (4) the form of improvement in tahsinul kitabah can be seen from the results of the assessment instrument with an average score of 69% before using the teaching material of the book of tahaji, while 87% after using the teaching material of the book of tahaji to improve tahsinul kitabah. Keywords: Development, Tahaji, Tahsinul Kitabah
Strategi Peningkatan Kualitas Membaca Al-Qur’an Dengan Pendekatan Ilmu Tajwid Metode Tilawati Program BTQ di MI Sulaimaniyah Mojoagung Jombang Waton, Muhammad Nasrul; Nur Sholihah, Mahfida Ainur Rahma
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Strategi peningkatan merupakan langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur'an dengan metode tilawati. Pendekatan ilmu tajwid merupakan serangkaian ilmu yang berkaitan dengan kaidah-kaidah yang menjadi dasar dalam membaca Al-Qur'an. Fokus penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan mutu membaca Al-Qur'an di MI Sulaimaniyah Mojoagung. bagaimana penerapan ilmu tajwid dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an di MI Sulaimaniyah Mojoagung. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan mutu membaca Al-Qur'an dengan menggunakan Pendekatan Ilmu Tajwid Metode Tilawati di BTQ MI Sulaimaniyah Mojoagung. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peserta didik diuji untuk mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam memahami hukum-hukum tajwid dalam membaca Al-Qur'an, kemudian setelah dianggap mampu menemukan hukum-hukum bacaan, peserta didik diuji kembali dengan cara menghafal ayat-ayat yang telah dibaca. Faktor pendukung yaitu pengetahuan yang mendalam, guru, materi pembelajaran metode tilawati yang terstruktur, pelatihan yang intensif. Sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan tersebut yaitu media yang kurang memadai, konsentrasi siswa, dan kurangnya muroja'ah siswa. Kata Kunci: Strategi Peningkatan, Pendekatan Ilmu Tajwid   ABSTRACT The improvement strategy is a step taken to improve the quality of learning to read and write Al-Qur'an using the tilawati method. The tajwid science approach is a series of sciences related to the rules that are the basis for reading the Al-Qur'an. The focus of this research is how to improve the quality of reading the Al-Qur'an at MI Sulaimaniyah Mojoagung. how to apply the science of recitation in learning to read the Koran at MI Sulaimaniyah Mojoagung. What are the supporting and inhibiting factors in improving the quality of reading the Al-Qur'an using the Tilawati Method Tajwid Science Approach at BTQ MI Sulaimaniyah Mojoagung. The researchers used qualitative field research, with a case study approach, then the data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Students are tested to determine the extent of their ability to understand the laws of recitation in reading the Al-Qur'an, then after being deemed capable of discovering the laws of reading, students are tested again by memorizing the verses that have been read. supporting factors are in-depth knowledge, teachers, structured tilawati method learning materials, intensive training. The inhibiting factors in these activities are inadequate media, student concentration, and lack of student muroja'ah. Keywords: Improvement Strategy, Tajwid Science Approac
Penerapan Problem Solving Bermedia Math Wheel untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas 1 MI Al-Hidayah Banjarejo Muhammad Nasrul Waton; Vivi Afbrifani; Miftah Sya’bani Imama
Abnauna: Jurnal ilmu Pendidikan Anak Vol. 5 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i02.4652

Abstract

Model pembelajaran dan media pembelajaran adalah salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran problem solving dengan media math wheel adalah salah satu model dan media pembelajaran yang dapat membantu memberi pemahaman konsep pengurangan matematika dalam menyelesaikan perhitungan dalam soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 1 dengan penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin dengan pendekatan kualitatif. Penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel ini dilakukan dengan 2 siklus setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dari penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel ini terbukti berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus I  rata-rata kemampuan berhitung siswa 73,8 dengan presentase ketuntasan kemampuan berhitung sebesar 55 %. Hasil ini meningkat pada siklus II menjadi 82, 8 dengan presentase ketuntasan kemampuan berhitung siswa menjadi 100%. Kelebihan dari penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel adalah siswa menjadi lebih aktif, berinisiatif, dan bertanggung jawab. Kekurangannya adalah memerlukan alokasi waktu yang lama dan tingkat kesulitan dalam menentukan suatu masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir kelas fase rendah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAGIC POCKET TREE DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA: (Studi kasus MI Nidzomiyah Sentul Jombang) Muhammad Nasrul Waton; Ayu Lailatul Mubarokah
Abnauna: Jurnal ilmu Pendidikan Anak Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v1i1.1614

Abstract

The development of the Magic Pocket Tree learning media was carried out as an effort to assist teachers in increasing students' interest in learning. The background of this research is the use of learning media that is still not diverse, namely only using makeshift media such as blackboards, textbooks/LKS and others. The use of monotonous learning media makes children bored so that to support learning to be more interesting it is necessary to have a variety of learning media and children are interested in the learning media. Research conducted by researchers using the research and development (R&D) method of the Borg and Gall model was carried out in six stages, namely 1) preparation and data collection stage 2) development stage 3) product trial stage 4) revision stage 5) trial stage field 6) dissimilation and implementation stages. Data collection techniques used were interviews, observations, tests, and questionnaires. Quantitative and qualitative data were analyzed using a Likert scale.The focus of the research in writing this thesis is 1) how is the process of developing Magic Pocket Tree learning media in class IV Fiqh subjects at MI Nidzomiyah Sentul 2) how is the feasibility level of Magic Pocket Tree learning media in class IV Fiqh subjects at MI Nidzomiyah Sentul 3) whether Can Magic Pocket Tree learning media development products increase the learning interest of fourth grade students at MI Nidzomiyah Sentul? The application of the development of learning media is given to students so that students further increase their interest in learning. From the calculation results it can be seen that the development of this learning media can increase the effectiveness and interest of students' learning when used in the teaching and learning process in schools and this learning media is feasible to be used as additional learning so that learning activities can run smoothly and effectively. Learning media in the form of a plywood board with questions in its pocket has been developed and tested through a media expert validation questionnaire with an average assessment of 84.00% categorized as very feasible, a material validation questionnaire with an average assessment of 94.00% very feasible.
Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Muhammad Nasrul Waton
Abnauna: Jurnal ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning