Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Conservation Policy of Visual Quality in Connecting Area Between Historical Areas Garudea Garudea; Bambang Soemardiono; Didit Novianto
The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning Vol 5 No 2 (2024): August 2024
Publisher : Pusbindiklatren Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46456/jisdep.v5i2.453

Abstract

Alun-alun Contong, a historical area in Surabaya, connects popular historical areas via a tram line. Today, it features commercial buildings from the Dutch East Indies era, which is dominated by contemporary style. Therefore, historical appearances have become degraded and disconnected from their surrounding areas. Based on the case study, this research tries to construct specific historical conservation policies on connecting areas that have not been discussed before. The mixed method involves several tactics that involve two phases: assessment of the building facade element and serial vision analysis as an internal and external identification. The results show the visual quality condition and potential of an area between two historical areas as a modality of the Alun-alun Contong conservation policy. The research findings enable conservation policies to use this method at other locations to improve or restore connectivity, strengthen visual quality, and ensure the sustainability of the entire urban heritage area.
Strategi Pengembangan Kawasan dengan Konsep Jenama Tematik Berkelanjutan : Studi Kasus Kampung Kuno Celaket, Malang Garudea; Ardina Putri Pakiding, Hana; Antony, Febrian R.; Rifka, Nonny
Jurnal Latar Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v1i2.28

Abstract

Keberlanjutan perkotaan umumnya diartikan sebagai upaya menyeimbangkan berbagai aspek seperti meningkatnya kepadatan pemukiman, semakin intensnya percampuran kelompok sosial dan aktivitas fungsional, serta berkurangnya mobilitas spasial. Oleh karena itu pengembangan kawasan menjadi sangat perlu dilakukan. Sebuah strategi yang menggabungkan nilai keberlanjutan dan eksplorasi identitas tempat merupakan salah satu cara untuk menjawab persoalan tersebut. Jenama kota/kawasan tematik dapat menjadi dasar untuk menemukan ide pokok sebelum diturunkan menjadi berbagai wujud pengembangan kawasan agar citra kawasan yang khas dapat terbentuk. Analisis kondisi dan potensi akan menjadi langkah awal sebelum melakukan analisis pemilihan jenama tematik dan analisis wujud keberlanjutan. Dengan studi kasus Kampung Celaket di Malang sebagai Kampung Kuno, penelitian ini akan mencoba mengidentifikasi langkah-langkah dan menyusun strategi agar jenama tematik kawasan kampung kuno dapat tercapai. Simpulan langkah-langkah dari penelitian ini dapat digeneralisir menjadi strategi pengembangan kawasan  dengan konsep jenama tematik berkelanjutan.
PENINGKATAN MUTU BANGUNAN GEDUNG DESA MELALUI ECO-MANAGEMENT CONSTRUCTION DI DESA BENELANLOR BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT Eka Prianti, Lia; Taufik Aditama, Akhmad; Garudea, Garudea
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Pemerintah Indonesia mendorong "Asta Cita" untuk pembangunan berkelanjutan, mulai dari tingkat pusat hingga desa. Percepatan pembangunan desa perlu selaras dengan lingkungan. Namun, pemahaman eco-management construction masih minim. Padahal desa seperti Benelanlor memiliki potensi lahan hijau dan bahan alam, serta Peraturan Bupati Banyuwangi 11/2019 menekankan arsitektur lokal yang sejalan dengan prinsip lingkungan. Eco-management construction memiliki pendekatan holistik untuk meminimalkan dampak lingkungan. Implementasinya meliputi penilaian, perencanaan, dan perancangan berbasis ekologi, didukung oleh SOP Perencanaan Konstruksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman desa tentang eco-management construction melalui pendampingan partisipatif demi mutu bangunan yang lebih baik. Kegiatan ini  melibatkan perangkat desa dan masyarakat dalam pelatihan konsep eco-management dalam konstruksi, pengenalan material ekologis, pelatihan penyusunan RAB praktis, hingga FGD dan workshop guna menyusun SOP Manajemen Green Construction sebagai pedoman pembangunan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu memberikan pengetahuan baru dan penerapan praktis pada proyek konstruksi mereka namun tetap berlandaskan nilai ekologi.