Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Simulasi Radio over Fiber pada Frekuensi 2.4 GHz Berbasis Wavelength Division Multiplexing Menggunakan Fiber Bragg Gratings Hadi Meiza Perdana; Ahmad Firdausi
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i2.11156

Abstract

Teknologi Radio over Fiber (RoF) dapat diaplikasikan guna mendukung layanan broadband, dimana RoF merupakan sebuah teknologi untuk menggabungkan antara transmisi radio dan fiber optik. Peningkatan kapasitas jaringan RoF dapat menggunakan teknik Wavelength Division Multiplexing (WDM) yaitu teknologi yang menggabungkan beberapa panjang gelombang untuk dilewatkan pada suatu serat optik. WDM juga bertujuan agar memperoleh sistem dengan bandwidth dan kapasistas yang besar serta meningkatkan kapasitas jaringan RoF . Penambahan filter Fiber Bragg Gratings (FBG) dilakukan untuk meningkatkan performansi jaringan. Pada perancangan ini, FBG diletakkan pada sisi receiver. Simulasi perancangan teknologi RoF ini menggunakan Software Optisytem yang bekerja pada unlicenced band frekuensi yaitu frekuensi 2,4 Ghz. Kinerja sistem dievaluasi dari segi Q-factor, BER dan Power link budget menggunakan software optisystem versi 15.
Simulasi dan Analisa QoS dalam Jaringan VPN Site To Site Berbasis IPSec dengan Routing Dynamic Ahmad Firdausi; Hamam Wira Wardani
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i2.8131

Abstract

Kebeberadaan jaringan komputer merupakan hal mutlak dalam suatu perusahaan. Anak cabang perusahaan di berbagai daerah seharusnya dapat menjalin komunikasi dan menjaga keamanan data. Salah satu teknologi yang sedang berkembang adalah VPN berbasis IPSec. Sistem yang dibuat mensimulasikan bagaimana VPN tunnel berbasis IPSec dapat terkoneksi. Setelah itu dilakukan penghitungan dan analisa QoS terhadap routing OSPF, RIPv2 dan EIGRP. Simulasi dilakukan di EVE-NG dengan mengibaratkan sebuah perusahaan yang memiliki 1 kantor pusat dan 2 kantor cabang dengan server yang berada di data center. Simulasi dilakukan pada layanan VoIP dengan server asterisk. Dari hasil pengujian fungsional, sistem dapat berfungsi sesuai yang direncanakan. Uji performansi menunjukan packet loss untuk OSPF, RIPv2 dan EIGRP adalah 0.0 %. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan semua parameter dalam batas kualitas standar ITU-T.
Perancangan Internet of Things Nurse Call System pada Area Rawat Inap Rumah Sakit Berbasis Arduino menggunakan Metode FIFO Jonston Sirait; Ahmad Firdausi
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i3.8274

Abstract

Pada setiap rumah sakit atau fasilitas medis terdapat perawat yang bertanggung jawab atas perawatan suatu pasien. Para perawat ini mengawasi keadaan pasien selama masa pemulihannya atas penyakit atau cidera yang dideritanya. Pasien dalam kondisi tertentu terkadang membutuhkan bantuan perawat, bahkan dalam situasi gawat darurat pasien membutuhkan pertolongan segera. Sistem pemanggil perawat ini dirancang agar pasien bisa melakukan panggilan ke perawat dengan hanya menekan suatu tombol. Ketika pasien menekan tombol akan muncul indikasi pada suatu layar LCD yang terdapat di ruang perawat untuk menunjukkan pasien dari ruangan mana yang membutuhkan bantuan. Pengujian prototype alat dilakukan dengan membuat simulasi panggilan dari tempat tidur pasien dengan menekan tombol CALL 1 dan dari toilet dengan menekan tombol WC 1. Sistem merespon dengan segera menampilkan pemanggil secara real time di LCD dengan tidak ada delay waktu. LCD menampilkan pemanggil secara bergantian dan yang ditampilkan terlebih dahulu adalah yang pertama melakukan panggilan (metode FIFO).
Wireless Sensor Network Nodal Development for Low Cost and Low Power PH Soil Monitoring Agriculture 4.0 Application Galang Hakim; muhammad Hafidz; Ahmad Firdausi; Eko Ramadhan
Journal FORTEI-JEERI Vol. 1 No. 2 (2020): FORTEI-JEERI
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46962/forteijeeri.v1i2.16

Abstract

According to a report from the United Nations estimates that by 2030 about 800 million people worldwide will suffer from hunger. To combat this problem the agricultural production needs to be increased by at least 60%. One of many parameters that need to be monitor to increase agricultural output was soil PH level. Soil PH is very influential on the development of rice plants, where high acidity soil will make plant unhealthy and die. In order to be able monitor soil PH level, we need low cost and long life WSN node that can monitor soil PH level. In this paper we have manage to a long life WSN node that can monitor PH level with low cost at about less than 15 US dollar. this WSN node PH meter are using couple of aluminum and lead couple electrode as sensor, and its deviation at about 0.73 compare with ATC 009 PH meter which only 0.55. This device also capable to operate for so long (which is 2 years operational time) using 0.1 duty cycle scheme.
Design of A Dual-Band Microstrip Antenna for 5G Communication Ahmad Firdausi; Lusi Damayanti; Galang Persada Nur Hakim; Umaisaroh Umaisaroh; Mudrik Alaydrus
Journal of Integrated and Advanced Engineering (JIAE) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Staf Akademik Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (ASASI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51662/jiae.v1i1.15

Abstract

The necessity for mobile communication devices is increased rapidly. Users expect to get very fast information access and data access without delay. The fifth-generation (5G) development in wireless mobile telecommunication technology promises capacity enhancement, ease connectivity, high efficiency, and high data rate transmission. The appropriate device should support this improvement of the technology. The antenna is one of the main devices to support the high data rate transmission. This paper proposed designing a dual-band rectangular patch antenna in 29 GHz and 38 GHz that supports 5G technology. This microstrip antenna is composed of 4 patch array elements to obtain higher gain. The material used for this microstrip antenna is RT Duroid 5880 with a dielectric constant of 2.2 and a thickness of 1.575 mm. Both measurement and simulation are confirmed that the 2×2 array microstrip antenna in 29 GHz and 38 GHz frequency have a return loss value of -12.5 dB and -16 dB, respectively. The bandwidth for both frequencies has a value of 4.5 GHz and 3.75 GHz.
Nebulizer Operational Time Control Based on Drug Volume and Droplet Size Using Fuzzy Sugeno Method Ibnu Rizal Fadhlurahman Arif; Ahmad Firdausi; Galang P. N. Hakim
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 2, No 2 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jrc.2259

Abstract

Nebulizer is one of the electro medic devices that serve to provide therapy for patients who experience abnormalities or disorders of the respiratory tract. Nebulizer system works using piezo electronic device to produces high frequency vibration. With this high frequency vibration the drug liquid molecules breaks down become fumes, thus it can easily to inhale for patient even for children. Unfortunately like other aerosol drug delivery system, the operation of nebulizer is also still manual. The patient doesn’t really know when the drug is empty on the canister. The nurses also need to check in regularly to see if the drugs are empty or not. In this paper a fuzzy sugeno methods is used to give prediction of nebulizer time operational. We propose fuzzy sugeno to calculate the time operational nebulizer using two parameters, such as drug droplet size and drug liquid volumes that have been administer by nurses. Using fuzzy sugeno method we can solve the nebulizer manual operational time problem. Our result show that the longest operational time was 26.07 minutes, this achieve when liquid volume was 5 ml and the size of drug droplet was 1 um. Meanwhile for the shortest operational time was 8.07 minutes, this achieve when liquid volume was 10 ml and the size of drug droplet was 4 um. We can conclude that we had successful to control nebulizer operational time using fuzzy sugeno method.
Analisis Performa Sistem Dense Wavelength Division Multiplexing dengan Hybrid Optical Amplifier dan Single Amplifier Menggunakan Optisystem Gde Ngurah Agung Adi Saputra; Ahmad Firdausi
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v12i2.12458

Abstract

Kebutuhan akan kapasitas jaringan backbone yang besar dan mampu menempuh jarak yang jauh sangat dibutuhkan. Sehingga penggunaan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) yang merupakan teknik penggabungan panjang gelombang pada transmisi optik mulai diimplementasikan pada jaringan backbone untuk dapat memenuhi kebutuhan kapasitas yang besar dengan jarak yang jauh. Teknologi DWDM mengalami penurunan level daya sinyal yang diakibatkan oleh redaman serat optik sepanjang link yang dipakai. Untuk mengatasinya, digunakanlah penguat optik. Penguat optik single merupakan suatu teknik yang dapat memberikan penguatan tunggal yang dapat mencapai jarak maksimum hingga kurang dari 165 km. Konfigurasi penguatan lain dibutuhkan guna untuk mengoptimalkan peningkatan gain pada sistem DWDM. Penggunaan penguat Hybrid-Parallel (FRA-EDFA) diusulkan pada sistem optik untuk mengoptimalkan penguatan pada sistem DWDM dalam memenuhi kebutuhan gain sehingga mampu menangani jaringan dengan beban yang besar pada jarak yang jauh. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis dengan jarak iterasi kelipatan 10 km, penguat Hybrid-Parallel (FRA-EDFA) pada sistem DWDM 80 kanal yang dibandingkan dengan Single EDFA dan FRA didapatkan bahwa Hybrid masih dapat memberikan nilai Q-factor, BER, dan power received yang baik pada seluruh kanal pada jarak transmisi 221 km dibandingkan dengan Single EDFA pada jarak maksimal 164 km dan Single FRA dengan jarak maksimal 93 km.
Pengoptimasian Traffic pada Jaringan Wide Area Network Menggunakan Application Aware Routing Berbasis SD-WAN Ahmad Firdausi; Deni Ramdani
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v12i2.15180

Abstract

Abstrak:Seiring dengan berkembangnya zaman, pengguna internet saat ini terus bertambah. Pengguna internet dunia yang diprediksi akan mencapai 66% populasi dunia pada tahun 2023, selain itu perkembangan tersebut juga didukung oleh munculnya berbagai jenis aplikasi dan komputasi berbasis awan. Tentunya dengan seiring bertambahnya pengguna internet dan penggunaan berbagai aplikasi tersebut diperlukan kehandalan jaringan WAN (Wide Area Network) dalam menangani traffic yang masih terdapat beberapa tantangan diantaranya terbatasnya bandwidth, latensi tinggi, kemacetan data dan hilangnya paket data pada jaringan. Oleh karena itu penulis mengusulkan implementasi application aware routing berbasis SD-WAN yang diharapkan dapat memberikan pengalaman akses yang lebih baik sekaligus menjadi solusi ketika terdapat gangguan pada jaringan WAN yang dapat menurunkan performansi traffic data dan suara. Berdasarkan pengukuran dan simulasi sistem yang telah diimplementasikan pada GNS3 terhadap performasi traffic suara, performansi QoS traffic suara saat peak traffic menggunakan SD-WAN application aware routing lebih baik dibandingkan dengan BGP multihomed dengan rata-rata latency 20,77 ms, rata-rata jitter 27,26 ms dan packet loss 3,7%. Performansi QoS traffic suara tersebut masih dalam kategori “Bagus” dan “Sangat Bagus” berdasarkan standar TIPHON. Sedangkan performansi traffic data HTTP saat peak traffic menggunakan SD-WAN application aware routing juga lebih baik dibandingkan dengan BGP Multihomed dengan rata-rata waktu tanggap 146.812 ms, dan TCP retransmission 15 paket.
Comparison in Quality of service Performance For Wireless Sensor Network Routing between Fuzzy Topsis and SAW Algorithm Muhammad Hafizd Ibnu Hajar; Galang Persada Nurani Hakim; Ahmad Firdausi; Eko Ramadhan
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 6, No 2 (2021): JPIT, Mei 2021
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v6i2.2530

Abstract

one of the advantages of Wireless Sensor Network would be its ability to reduce cost of communication system using node to node communication. Because of many things data transfer is Wireless Sensor Network operation sometimes has disturbance. A routing algorithm is a network coding that intends to enhance network performance for better operation with or without any disturbance. Fuzzy TOPSIS and SAW as MCDM algorithm is proposed for routing algorithm in Wireless Sensor Network operation. From our simulation both SAW  and Fuzzy Topsis algorithm can be used in network coding (routing) to provide better QOS for Wireless Sensor Network compare with shortest path routing. For delay it perform better at about 2/3 (shortest path routing 50 millisecond, both SAW and Fuzzy Topsis algorithm 33 millisecond), and for packet loss at about 3/4 (shortest path routing 21 bit loss, both SAW and Fuzzy Topsis algorithm 16 bit loss). From our simulation both SAW and Fuzzy Topsis algorithm algorithm has benefit which is lower delay and packet loss but at higher cost which is more hopping for communication channel (shortest path routing 3 hopping, both SAW and Fuzzy Topsis algorithm 5 hopping)
Neural Network Based Smart Irrigation System with Edge Computing Control for Optimizing Water Use Silaban, Freddy Artadima; Firdausi, Ahmad
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 6 No. 4 (2024): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v6i4.11965

Abstract

Efficient irrigation is critical in agriculture, particularly in regions with erratic rainfall. As global water scarcity intensifies, optimizing irrigation processes is essential to ensure sustainable food production. This study proposes a novel smart irrigation system leveraging neural networks and edge computing to enhance water use efficiency and crop yields. The dataset comprises environmental variables, including pH, water level, temperature, and humidity, sourced from reputable open repositories. Preprocessing steps included handling anomalies, encoding categorical variables, and feature standardization. A neural network with optimized architecture was trained using 70% of the data, validated with 15%, and tested on the remaining 15%. The system achieved a testing accuracy of 91.33%, with precision, recall, F1-score, and AUC metrics exceeding industry benchmarks (AUC: Base = 0.99, Ideal = 0.97, Dry = 0.98). The model was deployed on an NVIDIA Jetson Nano using Docker, demonstrating real-time prediction capabilities with minimal latency. The smart irrigation system automates water pump operations based on soil conditions, providing practical benefits such as reduced water waste and improved crop health. With its adaptable design and scalability, this system represents a step forward in sustainable agriculture, contributing to global efforts to address food security challenges.