Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Keripik Singkong Dua Model Kepada Pemuda Desa Atakore Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata dengan Memanfaatkan Uap Panas Bumi Karun Tukan, Gerardus Diri; Maximus Markus Taek; Anggelinus Nadut; Cerry Julianus Pana Tukan; Agustina Emiliana Sawo; Virji Emanuela Lema Tukan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v8i1.4904

Abstract

Desa Atakore, yang terletak di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, memiliki potensi alam panas bumi yang dikenal sebagai "Dapur Alam Karun". Masyarakat Desa Atakore dan desa-desa sekitarnya telah memanfaatkan potensi ini sejak lama untuk mengukus makanan seperti jagung muda, singkong, dan kacang tanah dalam jumlah terbatas untuk dikonsumsi sendiri. Setelah dikukus dalam jumlah besar, tidak tahan simpan sehingga menjadi makanan ternak. Melihat potensi yang belum dimanfaatkan, pemuda desa Atakore dilatih untuk membuat keripik singkong dua model. Ini dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat tahan simpan dan dapat dipasarkan secara luas. Bahan yang digunakan yaitu singkong mentah sedangkan peralatan yaitu pisau, parut manual, piring stanless stell dan karung plastik. Keripik singkong model A yakni dari singkong kukusan di dalam lubang panas bumi yang kemudian diiris tipis dan dijemur hingga kering. Keripik kering digoreng dan diberi perasa. Keripik singkong model B yaitu dari singkong segar yang diparut kemudian ditempelkan pada bagian dalam piring stanless stell dan dikukus di permukaan lubang dapur alam hingga menjadi masak, kemudian dikeringkan dan digoerng serta diberi perasa. Hasil kegiatan yaitu dihasilkannya keripik model A dan model B. Para peserta kegiatan menyatakan memperoleh pengetahuan baru tentang inovasi memanfaatkan potensi panas bumi Karun untuk menghasilkan produk yang dapat bernilai bisnis, dan tidak hanya untuk konsumsi sendiri atau sebagai makanan ternak
JENIS IKAN SARDINELLA DI LEMBATA: KELIMPAHAN DAN DISTRIBUSI SPASIAL-TEMPORALNYA Gerardus Diri Tukan; Maria Novalina Naben; Joanivita Paulo Gulo Soru; Paulus Risan Funan Lalong; Yustina Ina Kewa Manuk; Ignatia Stefania Nino; Aludin Al-Ayubi; Arijanti Susana Ulnang; Agustina Emiliana Sawo; Virjy Emanuela Lema Tukan; Petrus Salestinus Atawuwur; Adam Malik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 2 (2026): (Juni 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.2.2026.63-81

Abstract

Perairan laut Lembata terdapat beberapa jenis ikan sardinella namun  belum ada data ilmiah jenis serta distribusi spasial-temporalnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis dan distribusi spasial-temporalnya.  Metode penelitian yaitu survei selama empat bulan pada nelayan lokal dan penjual ikan. Hasil penelitian: ikan Sardinella terdapat tiga kelompok yaitu: (1) Tembang kowi; terdapat empat jenis: (a) Kowi punggung biru,  menyerupai  Sardinella lemuru. Selalu ditangkap setiap hari,  melimpah pada musim hujan (Desember-Maret), terdistribusi di Teluk Waienga dan melimpah di Teluk Lewoleba. (b). Kowi garis hijau menyerupai Sardinella gibbosa, selalu bersama ikan kowi punggung biru. (c) Kowi punggung bintik-bintik, mirip Sardinella electra. Habitatnya di area rumpon, diperoleh sepanjang tahun. (d) Kowi kali, mirip Etrumeus jacksoniensis,  jarang ditangkap,  hidup di area  hutan mangrove dalam Teluk Lewoleba. (2) Kelompok ikan matakenak, terdapat tiga jenis: (a) Matakenak halus (sarden putih; Escualosa thoracata), hidup di tepi pantai, tersebar di Teluk Lewoleba, Waienga dan Teluk Lewolein, ditangkap sepanjang tahun, melimpah pada musim hujan (Desember-Maret). (b) Matakenak asli, menyerupai Harengula clupeola, hidup di area pelabuhan,  ditangkap setiap tahun. (c) Matakenak panjang; menyerupai Sardinella fimbriata, ditangkap setiap tahun, puncak kelimpahan pada musim hujan, terdistribusi di Teluk Waienga,  Lewolein, Balauring dan melimpah di Teluk Lewoleba. (d) Matakenak ktê’ê belum ditemukan kemiripan dengan Sardinella yang lain. (3) Ikan temi, menyerupai Sardinella longiceps,  terdapat setiap tahun di Teluk Lewoleba dan Waienga,  melimpah pada musim hujan (Desember-Maret) di Teluk Lewoleba. Volume tangkapan rata-rata 15.240 ton/hari pada masa-masa puncak kelimpahan. Disimpulkan bahwa terdapat sembilan jenis sardinella di perairan Lembata, melimpah di Teluk Lewoleba terutama pada musim hujan.