Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA PADA PEKERJA BUMN Yan Iskandar; Inge Andriani
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja pada pekerja BUMN. Peneliti menggunakan alat ukur berupa skala Job Satisfaction Scale(JSS) dan skala gaya kepemimpinan transformasional. Responden pada penelitian ini terdiri dari 100 pekerja BUMN berstatus pekerja tetap. Teknik sampling yang dilakukan adalah purposive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui uji secara kuantitatif dengan metode statistik regresi linear sederhana. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilainilai R Square sebesar 0.224 (p < .01). Hasil tersebut memiliki arti bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan transformasional yang sangat signifikan terhadap kepuasan kerja pada pekerja BUMN. Besar pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja pada pekerja BUMN sebesar 22.4% dengan sisanya 77.6% merupakan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja yang tidak termasuk dalam analisis dalam penelitian yaitu faktor fisiologis, faktor psikologis, faktor sosial, dan faktor jaminan.
RELIGIUSITAS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA WANITA YANG MENGGUNAKAN CADAR Muhammad Saifuddin; Inge Andriani
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i2.2265

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara religiusitas dan subjective well-being pada wanita yang menggunakan cadar. Responden dalam penelitian ini adalah wanita yang menggunakan cadar yang berjumlah 101 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan jenis sampling purposif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi bivariat. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil positif pada komponen yang pertama yaitu religiusitas dan subjective well-being kognitif dengan nilai koefisien korelasi sebesar (r = 0.564, p < .01), kemudian pada religiusitas dan subjective well-being afektif positif diperoleh hasil positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar (r = 0.434, p < .01), selanjutnya pada religiusitas dan subjective well-being afektif negatif diperoleh hasil negatif dengan nilai koefisien korelasi sebesar (r = -0.585, p = < .01). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara religiusitas dan subjective well-being pada wanita yang menggunakan cadar.
KECENDERUNGAN KECANDUAN GIM DARING DAN KONFORMITAS KELOMPOK GIM DARING PADA REMAJA Inge Andriani; Febrina Nur Sulistiyawati; Delsy Rora Puruhita
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya remaja senang berorientasi pada teman sebaya atau kelompoknya sertamembutuhkan pengakuan dari kelompoknya. Perilaku konformitas mudah dijumpai di dalampergaulan maupun permainan, salah satunya adalah kebersamaan dalam bermain gim daring.Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara kecenderungan kecanduan gimdaring dengan konformitas terhadap kelompok gim daring pada remaja. Partisipan dalampenelitian ini adalah remaja laki-laki dan perempuan, berusia 11-21 tahun, tingkat pendidikanSekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Perguruan Tinggi, belum menikah, diduga memilikikecenderungan kecanduan gim daring, serta yang berdomisili di Bekasi sebanyak 67 orang.Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling purposif.Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari Skala Konformitas serta SkalaKecanduan Gim Daring berbentuk skala Likert. Teknik analisis data yang akan digunakan padapenelitian ini adalah analisis korelasi product moment. Berdasarkan analisis data diperolehskor korelasi sebesar 0.428 (p < .00). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubunganpositif yang signifikan antara kecenderungan kecanduan gim daring dengan konformitasterhadap kelompok gim daring pada remaja. Hal ini berarti bahwa semakin tinggikecenderungan kecanduan gim daring maka semakin tinggi pula konformitas terhadap kelompokgim daring tersebut.Kata Kunci: Kecenderungan kecanduan gim daring, Konformitas, Remaja
EDUKASI KESIAPAN MASUK SEKOLAH DASAR PADA ORANG TUA SISWA PAUD Wahyu Rahardjo; Inge Andriani; Mardianti; Afmi Fuad; Rini Indryawati; Indah Mulyani; Ira Puspitawati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37820

Abstract

A child's readiness for the educational transition period is a crucial aspect requiring attention from various stakeholders, particularly when moving from Early Childhood Education (PAUD) to Primary School (SD). This transition period is critical because children still maintain relatively strong attachments to and dependencies on their parents. Simultaneously, they are expected to demonstrate adequate readiness across various developmental domains, including cognitive, motor, socio-emotional, and language skills, as well as independence. This community service initiative aimed to enhance parents' knowledge and understanding regarding the aspects requiring preparation before their children enter primary school. One strategy school can employ is organizing educational sessions for PAUD parents in collaboration with external parties, such as university psychology teams. Nineteen mothers—parents of students from PAUD Amanah Sejahtera—participated in this program. The activity was conducted through presentations, case-based discussions, and interactive, constructive Q&A sessions. Evaluation results indicated an improvement in participants' understanding, evidenced by a rise in the average score from 2.31 in the pre-test to 3.15 in the post-test. Furthermore, an affective evaluation revealed positive responses and participant satisfaction with the program, with an average satisfaction score of 4.27. These findings suggest that the educational intervention has the potential to help parents gain a more comprehensive understanding of their child's readiness for the transition to primary education. ABSTRAK Kesiapan anak dalam menghadapi masa transisi pendidikan merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, khususnya ketika anak berpindah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar (SD). Periode transisi ini menjadi krusial karena anak masih memiliki kelekatan dan ketergantungan yang relatif kuat terhadap orang tua. Pada saat yang sama, anak mulai dituntut memiliki kesiapan yang memadai dalam berbagai aspek perkembangan, meliputi kemampuan kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, serta kemandirian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan sekolah adalah menyelenggarakan edukasi bagi orang tua siswa PAUD dengan melibatkan pihak eksternal, seperti tim psikolog dari perguruan tinggi. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 19 ibu atau orang tua siswa PAUD Amanah Sejahtera. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara presentatif, pembahasan berbasis kasus, serta sesi tanya jawab yang bersifat interaktif dan konstruktif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang terlihat dari kenaikan skor rerata pre-test sebesar 2,31 menjadi 3,15 pada post-test. Selain itu, evaluasi afektif menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif dan merasa puas terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi, dengan skor rerata kepuasan mencapai 4,27. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berpotensi membantu orang tua memahami kesiapan anak dalam menghadapi transisi menuju pendidikan dasar secara lebih komprehensif.