Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MANAJEMEN TEKNOLOGI: TINJAUAN PUSTAKA YANG SISTEMATIS Dillyan Anugrah Joko Saputro; Nuri Herachwati; Zuyyina Choirunnisa
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.10564

Abstract

Tinjauan literatur sistematis mengeksplorasi technostress dalam lingkungan kerja, terutama dalam lingkungan ekonomi dan bisnis. Stres, yang digambarkan sebagai tekanan mental yang memengaruhi individu sepanjang hidup mereka, secara khusus menyoroti stres kerja dan konsekuensinya yang parah—masalah kesehatan fisik/mental, penurunan kepuasan kerja, tingkat pergantian yang lebih tinggi, dan tingkat ketidakhadiran. Di sisi lain, tinjauan ini berfokus pada dampak kepuasan TI terhadap hasil perilaku, dengan menekankan kaitannya yang kurang dieksplorasi dengan sikap terkait pekerjaan. Bagian ini merinci penyebab, jenis, dan dampak technostress pada produktivitas dan kelelahan. Ini menguraikan berbagai studi, mengkategorikan, dan mengevaluasi tingkat dan jenis technostress dalam konteks faktor pribadi dan lingkungan. Selain itu, tinjauan ini mendalami faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan kerja-rumah. Akhirnya, dibahas dampak ganda teknologi—memungkinkan fleksibilitas tetapi menyebabkan jam kerja yang lebih panjang, kontak terus-menerus, dan pengurangan pelepasan dari pekerjaan. Bagian selanjutnya berencana untuk fokus pada metode, hasil, dan diskusi dari studi terbaru selama lima tahun terakhir untuk menganalisis faktor-faktor awal dalam manajemen technostress. Kata Kunci: Technostress, Manajemen Technostress, Technostressor.
PENGARUH TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE DENGAN LEARNING ORGANIZATION SEBAGAI MEDIASI Herryanto Herryanto; Zuyyina Choirunnisa; Gandi A Yogatama
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 10 No. 4 (2023): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publ
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v10i4.963

Abstract

The purpose of this research is to examine the direct influence of transformational leadership on employee performance, as well as the mediating role of the learning organization in public organizations, specifically in Regional Government Agencies. This study employs a quantitative research approach to describe and test the relationships between variables. Using a sample of 100 respondents from employees within the Department of Education and Culture in Belitung Regency, selected through simple random sampling, data were collected using questionnaire distribution techniques. The collected data were processed and analyzed using PLS-SEM. Theresults of this research reveal that transformational leadership has a weak and non-significant influence on employee performance, whereas a strong and significant influence occurs when mediated by the learning organization. Based on the research findings, it can be concluded that the learning organization plays a role in assisting leaders in enhancing performance because within a learning organization environment, employees are provided with opportunities to continuously learn and update their knowledge and skills to adapt to changes.
Kemampuan Komunikasi pada Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Laila Maulidiya; Nuri Herachwati; Zuyyina Choirunnisa
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.11015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kemampuan komunikasi dalam pemberdayaan sumber daya manusia di lingkungan organisasi pada era 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif melalui kajian pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan, termasuk jurnal-jurnal yang diakses melalui platform seperti Google Scholar dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi yang baik di dalam organisasi melibatkan beberapa aspek penting, seperti kepercayaan antar anggota, peningkatan kepercayaan diri karyawan, kredibilitas, akuntabilitas, dan komunikasi terbuka. Model pemberdayaan yang diterapkan secara efektif mampu meningkatkan motivasi kerja, suasana kerja yang harmonis, dan pencapaian kinerja yang lebih tinggi. Kesimpulannya, komunikasi yang efektif merupakan kunci utama dalam pemberdayaan sumber daya manusia. Dengan komunikasi yang terbuka dan terstruktur, organisasi dapat mencapai tujuan bersama lebih efisien dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Sumber Daya Manusia.
EMPLOYEE RESILIENCE SAAT PANDEMI COVID-19: Systematic Literature Review Rifiana Rifiana; Zuyyina Choirunnisa
Mega Aktiva Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32833/majem.v14i1.642

Abstract

Perceived Organizational Support dan Proactive Behavior: Peran Mediasi Job Flourishing dan Moderasi Organization-Based Self-Esteem pada Karyawan Industri Properti di Kota Surabaya Imelda Dwi Ratnasari; Nur Ainy Fardana N; Zuyyina Choirunnisa
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i6.11338

Abstract

Proactive behavior merupakan perilaku kerja yang penting karena memungkinkan karyawan mengambil inisiatif, beradaptasi terhadap perubahan, dan memberikan kontribusi positif dalam lingkungan kerja yang dinamis. Pada industri properti, karyawan dituntut untuk mampu merespons fluktuasi pasar, kebutuhan pelanggan, dan target kinerja yang tinggi sehingga perilaku proaktif menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived organizational support terhadap proactive behavior melalui peran mediasi job flourishing serta peran moderasi organization-based self-esteem pada karyawan industri properti di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 248 karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap job flourishing dan proactive behavior. Job flourishing juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap proactive behavior serta memediasi hubungan antara perceived organizational support dan proactive behavior. Selain itu, organization-based self-esteem memoderasi pengaruh perceived organizational support terhadap job flourishing serta memperkuat pengaruh tidak langsung perceived organizational support terhadap proactive behavior melalui job flourishing. Temuan ini menunjukkan bahwa karyawan yang merasakan dukungan organisasi yang tinggi cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih positif dan menunjukkan perilaku proaktif yang lebih tinggi, terutama ketika memiliki organization-based self-esteem yang tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menjelaskan mekanisme psikologis yang mendasari munculnya proactive behavior serta menegaskan pentingnya dukungan organisasi dan sumber daya psikologis positif dalam mendorong perilaku proaktif karyawan.
The Effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on Counterproductive Work Behavior: The Mediating Role of Citizenship Fatigue and Burnout and The Moderating Role of Perceived Organizational Support (POS) among Healthcare Workers Indy Asna Azizah; Zuyyina Choirunnisa
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 11 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i11.1539

Abstract

Healthcare workers, particularly nurses, are required to maintain high professionalism, rapid response, and patient safety, yet excessive work demands may trigger psychological fatigue and counterproductive work behavior. This study aimed to analyze the effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on Counterproductive Work Behavior (CWB) through the mediating roles of citizenship fatigue and burnout, as well as the moderating role of Perceived Organizational Support (POS) among healthcare workers in Jombang Regency. This research employed a quantitative explanatory approach involving nurses working in hospitals, health centers, and clinics. Respondents were selected using purposive sampling, with criteria including active nurses with at least one year of work experience and direct involvement in health services. Data were collected through an online Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The results showed that OCB significantly increased citizenship fatigue, while citizenship fatigue significantly increased burnout and CWB. Burnout also had a significant positive effect on CWB. However, OCB directly reduced CWB, indicating its dual role. POS significantly weakened the relationship between OCB and citizenship fatigue but did not moderate the relationship between OCB and burnout. In conclusion, excessive OCB may create psychological costs, but organizational support can reduce its negative effects.