Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

S STRATEGI KELAS IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU Nindya Kirana; Islah Wahyuni; Yunni Safitri; Violita Dianatha Putri; Siti Zakiah Zulfa; Husna Farianti Amran; Dany Ariyani
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.49

Abstract

Antenatal care (ANC) is preventive care which aims to prevent and reduce complications for pregnant women. Pregnant women ensure that it is very important to have an ANC examination for healthy mothers and babies. Mothers who do not receive antenatal care have a higher risk of maternal death, other pregnancy complications and stillbirth. A strategy is needed so that pregnant women regularly check their pregnancy every month. The aim of the Pregnancy Class was developed for mothers to gain knowledge regarding their pregnancy. The aim of this activity is to provide knowledge and examination of ANC. P4S method (pre-test, counseling and sharing, SGD (Small group discussion), post-test and examination). The results showed an increase in the knowledge of pregnant women after community service. 90% (9 people) of pregnant women had good knowledge after being given counseling about Antenatal Care. Pregnant Women Class as a strategy to increase knowledge and utilization of maternal health services for Pregnant Women. Effort to visit ANC regularly. It is recommended that midwives remain optimistic and committed by continuing to empower Pregnant Women's Classes routinely, regularly and with direction.
S STRATEGI KELAS IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU Nindya Kirana; Islah Wahyuni; Yunni Safitri; Violita Dianatha Putri; Siti Zakiah Zulfa; Husna Farianti Amran; Dany Ariyani
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.49

Abstract

Antenatal care (ANC) is preventive care which aims to prevent and reduce complications for pregnant women. Pregnant women ensure that it is very important to have an ANC examination for healthy mothers and babies. Mothers who do not receive antenatal care have a higher risk of maternal death, other pregnancy complications and stillbirth. A strategy is needed so that pregnant women regularly check their pregnancy every month. The aim of the Pregnancy Class was developed for mothers to gain knowledge regarding their pregnancy. The aim of this activity is to provide knowledge and examination of ANC. P4S method (pre-test, counseling and sharing, SGD (Small group discussion), post-test and examination). The results showed an increase in the knowledge of pregnant women after community service. 90% (9 people) of pregnant women had good knowledge after being given counseling about Antenatal Care. Pregnant Women Class as a strategy to increase knowledge and utilization of maternal health services for Pregnant Women. Effort to visit ANC regularly. It is recommended that midwives remain optimistic and committed by continuing to empower Pregnant Women's Classes routinely, regularly and with direction.
Asuhan Kebidanan Berkesinambungan pada Ny. A dengan Penerapan Pregnancy Massage terhadap Nyeri Punggung pada Masa Kehamilan Trimester III di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Suci Oktavi Yanti; Yunni Safitri
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.1121

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Dince Safrina, Kota Pekanbaru, dengan sasaran seorang ibu hamil trimester III (Ny. A) yang mengalami keluhan nyeri punggung. Pemilihan sasaran dilakukan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan mitra, di mana sebagian besar ibu hamil yang datang untuk pemeriksaan antenatal care di PMB mengeluhkan nyeri punggung namun belum mendapatkan intervensi non-farmakologis yang terstruktur. Metode pengabdian dilakukan melalui pendampingan individual berbasis asuhan kebidanan berkesinambungan, meliputi edukasi, diskusi, dan praktik langsung pregnancy massage. Intervensi dilaksanakan selama empat kali (30 menit per sesi, dua kali seminggu selama dua minggu). Evaluasi dilakukan dengan pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) serta refleksi pengalaman subjektif ibu setelah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 6 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan). Selain manfaat fisik, pregnancy massage juga meningkatkan kenyamanan psikologis ibu dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi kehamilan. Dampak bagi mitra adalah bertambahnya wawasan bidan mengenai intervensi non-farmakologis yang dapat diintegrasikan dalam pelayanan antenatal care. Kegiatan ini berpotensi direplikasi di PMB lain dengan penyesuaian sumber daya, melalui penyusunan SOP pregnancy massage dan pelatihan tenaga kesehatan. Dengan demikian, program ini memiliki keberlanjutan dan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kebidanan berbasis kebutuhan masyarakat.
Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada By. Ny. O Dengan Penerapan Pelaksanaan Pijat Bayi Tehadap Kualitas Tidur Bayi Di PMB Dince, Kota Pekanbaru Widiawati; Yunni Safitri
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.1123

Abstract

Kualitas tidur bayi merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang, regulasi emosi, dan pematangan sistem saraf pusat. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penerapan pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi sebagai bagian dari asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC) berbasis Evidence-Based Practice (EBP). Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu bayi cukup bulan yang dilakukan intervensi pijat bayi selama dua minggu, masing-masing tiga kali pada minggu pertama dan dua kali pada minggu kedua. Prosedur pijat meliputi gerakan lembut pada kaki, perut, dada, tangan, wajah, dan punggung bayi selama 15–20 menit menggunakan minyak bayi steril. Penilaian dilakukan dengan mencatat durasi tidur malam dan frekuensi terbangun sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan durasi tidur malam dari rata-rata 2 jam menjadi 5 jam, serta penurunan frekuensi terbangun dari 4–5 kali menjadi 1–2 kali per malam. Ibu juga melaporkan bayi tampak lebih tenang dan mudah tidur kembali. Kesimpulan: pijat bayi yang dilakukan secara terstruktur dan konsisten dapat meningkatkan kualitas tidur bayi, meskipun hasil ini perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian dengan jumlah subjek yang lebih besar untuk memperkuat validitas temuan.
Penyuluhan Mengenal Disminore (Nyeri Haid) dan Cara Mengatasinya Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 28 Pekanbaru Novia Nurrahmawati; Yunni Safitri; Dany Ariyani; Nofiana; Nola Wati
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1552

Abstract

Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kontraksi berlebih pada otot rahim selama menstruasi. Kurangnya pengetahuan anak perempuan mengenai penyebab dan cara mengatasi disminore dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi sekolah dasar mengenai dismenore dan cara penanganannya melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 12 siswi kelas VI SDN 28 Pekanbaru yang telah memasuki masa pubertas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 50% menjadi 90%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami berbagai cara penanganan nonfarmakologis seperti kompres hangat, olahraga ringan, relaksasi, serta menjaga pola makan sehat. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak perempuan menghadapi masa menstruasi secara sehat dan positif.
Edukasi Personal hygiene Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 28 Rejosari, Pekanbaru Noren Putri Santri; Yunni Safitri
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1638

Abstract

Personal hygiene merupakan perilaku penting dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri melalui edukasi di SDN 28 Rejosari, Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Oktober 2025 dengan melibatkan 26 siswa kelas V. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan melalui ceramah interaktif, demonstrasi praktik personal hygiene, serta sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 59,2% sebelum penyuluhan menjadi 88,5% setelah penyuluhan. Selain itu, siswa menunjukkan pemahaman yang baik mengenai praktik personal hygiene, seperti mencuci tangan, menyikat gigi, mandi, dan menjaga kebersihan pakaian. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.