Anggun Fajar Ramadhani
Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DENGAN TIPE KEPRIBADIAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI Arfatul Makiyah; Anggun Fajar Ramadhani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20038

Abstract

Kepribadian adalah karakteristik atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara golongan darah dengan karakter kepribadian Pada mahasiswa S1 Keperawatan UMMI. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 20 Maret-3 Agustus 2023 di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif tingkat I Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sampel penelitian ini adalah total populasi yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu mahasiswa yang bersedia menjadi subjek penelitian, mahasiswa yang tidak memiliki penyakit penyerta (komplikasi). Teknik sampling yang digunakan Total sampling. Teknik analisis data dengan uji Chi-Square (X2). Bahan pemeriksaan adalah darah kapiler.  Metode pemeriksaan adalah metode slide test menggunakan kartu golongan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis golongan darah pada mahasiswa S1 Keperawatan UMMI, yaitu golongan darah A sebanyak 10 mahasiswa (20%), B sebanyak 12 mahasiswa (24%), O sebanyak 19 mahasiswa (38%), dan golongan darah AB sebanyak 9 mahasiswa (18%), terdapat 4 tipe kepribadian yaitu Koleris ada 12 mahasiswa (24%), Sanguinis ada 20 mahasiswa (40%), Melankolis ada 8 mahasiswa (16%), dan Phlegmatis ada 10 mahasiswa (20%). Simpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara golongan darah dengan karakter kepribadian pada mahasiswa S1 Keperawatan UMMI (p value = -0.548 yang berarti p value < 0,05). Saran  yang didapatkan adalah perlu dilakukan upaya studi mendalam pada kategori yang sama dengan variabel lain seperti menentukan faktor sosial budaya, pendapatan ekonomi, dan untuk menekankan hasil penelitian selanjutnya.
Hubungan Perilaku Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Bronkopneumonia pada Anak Balita di RS Ummi Kota Bogor Rahmah, Riham Siti; Ramadhani, Anggun Fajar; Martini, Eva
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.21953

Abstract

ABSTRACT Bronchopneumonia is a type of pneumonia that is more common in children and infants, and is the leading cause of death in toddlers. Cigarette smoke is one of the causes of bronchopneumonia in toddlers who do not have a strong immune system. The presence of family members who smoke is a risk factor for bronchopneumonia in toddlers. The purpose of this study was to determine whether there is an association between family members' smoking behaviour and the incidence of bronchopneumonia in toddlers. The method used in this study was a cross-sectional observational approach. Researchers gave questionnaires to 34 respondents containing smoking behaviour of family members in all respondents. Based on the results of the Chi-Square test analysis, there was a significant association between family members' smoking behaviour and the incidence of bronchopneumonia in toddlers with a significance value of p = 0.001 (p < 0.05). This indicates that the smoking behaviour of family members is significantly associated with the incidence of bronchopneumonia in toddlers. The conclusion is that there is an association between the smoking behaviour of family members and the incidence of bronchopneumonia in toddlers, the worse the smoking behaviour of family members, the higher the likelihood of bronchopneumonia in toddlers. Keywords: Toddlers, Bronchopneumonia, Smoking Behaviour  ABSTRAK Bronkopneumonia merupakan jenis pneumonia yang lebih banyak dijumpai pada anak – anak dan bayi, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian pada balita. Asap rokok menjadi salah satu penyebab terjadinya bronkopneumonia pada balita yang dimana mereka belum memiliki sistem imun yang kuat. Keberadaan anggota keluarga yang merokok menjadi faktor risiko terjadinya bronkopneumonia pada balita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian bronkpneumonia pada balita. Metode yang digunakan pada penlitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan observasional. Peneliti memberikan kuisioner kepada 34 responden yang berisi tentang perilaku merokok anggota keluarga pada seluruh responden. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian bronkopneumonia pada balita dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku merokok anggota keluarga berhubungan secara signifikan dengan kejadian bronkopneumonia pada balita. Kesimpulanya adalah terdapat adanya hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian bronkopneumonia pada balita, semakin buruk perilaku merokok anggota keluarga makan semakin tinggi pula kemungkinan balita kembali mengalami bronkopneumonia.  Kata Kunci: Balita, Bronkopneumonia, Perilaku Merokok
Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis multi-drug resistant Apriana, Dendi; Hediyanto, Hendri; Makiyah, Arfatul; Ramadhani, Anggun Fajar
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/5fd6s486

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis Multidrug-Resistant merupakan salah satu tantangan serius dalam dunia kesehatan yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan konsisten. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, karena terapi yang dijalani pasien bersifat kompleks dan sering menimbulkan efek samping. Kurangnya dukungan keluarga dapat menurunkan motivasi pasien dalam mengikuti pengobatan sehingga berdampak negatif terhadap kesembuhan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 69 pasien Tuberculosis Multidrug-Resistant yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Cibeber, Kabupaten Lebak. Analisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dilakukan dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga tinggi memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang lebih baik. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai Cramer’s V sebesar 0,707, yang menandakan hubungan kuat antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Multi-Drug Resistant. Dukungan emosional, informatif, dan instrumental dari keluarga berperan penting dalam meningkatkan disiplin pasien terhadap regimen pengobatan.
Dukungan Keluarga dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi  Sectio Caesaria Kurniawan, Dedi; Mulyadi, Egy; Ramadhani, Anggun Fajar; Suryadin, Asep
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/mbmbyz31

Abstract

This study aims to analyze the relationship between family support and preoperative anxiety levels in patients undergoing cesarean section at Primaya Hospital Sukabumi. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach, involving 32 patients selected using a total sampling technique. The results showed that most respondents reported high levels of family support, and descriptive anxiety was mild to moderate. However, statistical analysis revealed no significant relationship between family support and anxiety levels (r = -0.235; p = 0.196). In conclusion, family support has a weak and insignificant negative relationship with preoperative anxiety, necessitating a holistic approach to managing patient anxiety.   Keywords: Family Support, Anxiety, Preoperative, Cesarean Section
Hubungan Lama Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Gegerbitung Raynica, Yunita; Novryanthi, Dhinny; Danismaya, Irawan; Ramadhani, Anggun Fajar
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24249

Abstract

ABSTRACT Low back pain is a common complaint among third-trimester pregnant women and is influenced by various factors, one of which is static activity in the form of prolonged sitting. Extended sitting duration can increase mechanical load on the spine, thereby potentially leading to muskuloskelatal disorders. This study aimed to analyze the association between sitting duration and low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbitung Community Health Center. This study employed a cross-sectional design involving 50 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using a sitting duration questionnaire and the Numeric Rting Scale (NRS) to assess the intentity of low back pain. Data analysis was performed using SPSS version 25. The results showed that the majority of respondents had a sitting duration of ≥ 4 hours (92%) and experienced mild low back pain (80%). Bivariate analysis revealed a statistically significant association between sitting duration and low back pain complaints (p = 0.000; r = 0.590). it can be concluded that sitting duration is significantly associated with low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbtung Community Health Center. Keywords: Sitting Duration, Low Back Pain, Numeric Rating Scale, Third-Trimester Pregnant Women.  ABSTRAK Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas statis berupa lama duduk. Durasi duduk yang berkepanjangan dapat meningkatkan beban mekanik pada tulang belakang sehingga berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lama duduk dan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri punggung bawah. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki lama duduk ≥ 4 jam (92%) dan mengalami nyeri punggung bawahkategori ringan (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama duduk dan keluhan nyei punggung bawah (p = 0,000; r = 0,590). Disimpulkan bahwa lama duduk berhubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Kata Kunci: Lama Duduk, Nyeri Punggung Bawah, Numeric Rating Scale, Ibu Hamil Trimester III.
Pelatihan Pembuatan Travelling Bag sebagai Rekrutmen Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Perempuan Ramadhani, Anggun Fajar; Makiyah, Arfatul; Lestari, Nurni Arrina
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i3.5398

Abstract

Purpose: This community service activity aims to provide training traveling bags to women in the local community as part of human resource recruitment and economic empowerment efforts. Methodology/approach: Through this training, participants are expected to develop practical skills relevant to the creative industry, particularly in bag production. The program is also designed to increase women's economic independence by opening up new job The stages carried out in the Implementation of the traveling bag making training program are: Identification and Selection of Participants, Development of Curriculum and Training Modules, Technical Training in Traveling Bag Making, Technical Assistance and Guidance, Business Management and Marketing Training, and Evaluation and Monitoring. Results/findings: The results of this activity showed a 50% increase in bag-making skills, significant improvements in participants' technical abilities, and increased entrepreneurial motivation. This training not only provided new skills but also contributed to strengthening the local economy by creating community-based business opportunities. Conclusions: Based on the introduction, activity implementation recruitment training to produce travel bag from knitted materials in Cipanengah Village was implemented well and smoothly, improving the skills of the participants. Limitations: Student response data were not taken, even though it was necessary to confirm the results of community responses to begin business opportunities. Contributions: Improve community ability to design in bag production materials, improve community’ understanding of concepts, and shape community' character values and sustainability.
Pengetahuan Perawat tentang Sasaran Keselamatan Pasien dengan Kepatuhan Melakukan Identifikasi Pasien dengan Benar Saptomo, Reska Budi; Hamzah, Amir; Ramadhani, Anggun Fajar; Alamsyah, Azhar Zulkarnain
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kjyvgq88

Abstract

This study aims to analyze the relationship between nurses' knowledge of patient safety goals and correct patient identification. The method used is a quantitative study with a cross-sectional approach, sampling was carried out using purposive sampling of 92 respondents, data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results of this study showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between the level of knowledge and nurse compliance. Nurses with good knowledge tend to be highly compliant (83.6%), while those with sufficient knowledge are more likely to be non-compliant (8.8%). In conclusion, there is a relationship between nurses' knowledge of patient safety goals and compliance in correct patient identification.   Keywords: Patient Identification Compliance, Nurse Knowledge, Patient Safety Goals