Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELATIHAN BUSINESS PLAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERWIRAUSAHA PADA CALON ENTREPENEUR Marhisar Simatupang; Debi Angelina Br. Barus; Devi Marganing Tyas; Anggun Pertiwi; Yulyanti Minarsih; Florensia Nei
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21288

Abstract

Busniss plan merupakan satu alat yang penting bagi para calon wirausaha untuk merancangkan langkah-langkah strategis dalam memulai dan mengembangkan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan busniss plan terhadap pengambilan keputusan berwirausaha pada calon entrepreneur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan design eksperimen one group. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan business plan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan berwirausaha pada calon entrepreneur dengan taraf asymp sig (p) 0,000 < 0,005. Dengan artian business plan dapat memberikan pandangan yang jelas tentang resiko dan peluang bisnis untuk membantu calon wirausaha membuat keputusan yang lebih strategis sebelum memulai usaha. Semakin kuat business plan yang dilakukan oleh calon wirausaha maka akan memperkuat pengambilan keputusan untuk berwirausaha.
Tren Konsumtif di Kalangan Pekerja: Analisis Pengaruh Gaya Hidup Hedonis dan Fear of Missing Out di Kabupaten Karawang Dandi Pebriana; Linda Mora; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1543

Abstract

Pendapatan yang tergolong besar mendorong para pekerja untuk berperilaku konsumtif dengan berpenampilan mewah serta selalu mengikuti tren yang sedang terjadi. Perilaku konsumtif tersebut dapat menyebabkan terjadinya pemborosan dengan tidak mempertimbangkan apa yang sebenarnya diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya hidup hedonis dan fear of missing out terhadap perilaku konsumtif pada pekerja di Kabupaten Karawang dengan jumlah sebanyak 112 orang. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan menggunakan teknik sampel convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga jenis skala, diantaranya: skala gaya hidup hedonis, skala FoMO, dan skala perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh gaya hidup hedonis dan fear of missing out terhadap perilaku konsumtif. Nilai koefisien determinasi (R Square) menunjukkan hasil sebesar 0,896 atau 89,6% dimana gaya hidup hedonis berkontribusi sebesar 77,4% dan fear of missing out sebesar 12,2%. Dengan kata lain gaya hidup hedonis memiliki nilai sumbangan efektif lebih besar terhadap perilaku konsumtif pada pekerja di Kabupaten Karawang.
Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Perilaku Bunuh Diri Pada Remaja Di SMAK X Yulyanti Minarsih; Yohanes Hans Monteiro; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7130

Abstract

Suicide is a consciouse effort and aims to end life, the individual consciously desires and attempts to realize his desire to die. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence is a transtional period where it is often difficult to complete things problem. This difficulty gives rise to suicidal behavior in adolescents. Mental health refers to a good emotional and psychological condition, which allows individuals to use their congnitive and emotional abilities optimally in daily life. The aim pf this research was to determine the influence of mental health on adolenscent suicidal behavior at SMAK X. The research with a two group pretest-posttest design. The total sample for this study was 30 teenagers. The sampling technique is proposive sampling. The statistical test used is the paired samples T Test. There is an influence of mental health on suicidal behavior among teenagers at SMAK X.
Resiliensi Remaja di Karawang dengan Orang Tua Bercerai: Ditinjau dari Self-Esteem dan Religiusitas Hanan Triatusholihah; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 12 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i12.9989

Abstract

The high divorce rate in Karawang has a significant impact on the psychological condition of adolescents, particularly in relation to their ability to adapt positively, or what is known as resilience. This study aims to determine the influence of self-esteem and religiosity on resilience in adolescents with divorced parents. Using a quantitative approach with a causal associative design, this study involved 395 respondents aged 10–21 years in Karawang with divorced family backgrounds. This study used the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) to measure self-esteem, the Centrality of Religiosity Scale (CRS) to measure religiosity, and the Resilience Quotient Scale (RQ) to measure resilience. Simultaneously, self-esteem and religiosity contributed 12.4% to resilience, with religiosity playing a more dominant role than self-esteem. The results of this study also showed that self-esteem had a positive and significant effect on adolescent resilience (t = 2.257; p = 0.025). Religiosity also has a positive and significant effect on adolescent resilience (t = 6.020; p = 0.000). The findings of this study confirm that higher levels of self-esteem and religiosity contribute to increased resilience in adolescents in coping with the impact of parental divorce.