Ruth Sara Panto Uli Hutasoit
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Bimbingan Konseling pada Pengembangan Potensi Anak Gifted Rafael Lisinus Ginting; Ira Amanda Br Munthe; Syahidah Maghfirah; Mutyah Hafit; Afifah Amalia Zahrah; Fretty Simanjuntak; Vebiola Br Simanjorang; Natasha Lousiana Tamba; Ibrena Amabel Egita Barus; Ruth Sara Panto Uli Hutasoit
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i2.347

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan konseling pada pengembangan potensi anak gifted. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan penelitian terdahulu yang dilakukan di bidang tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan konseling memiliki peran penting dalam pengembangan potensi anak gifted. Bimbingan konseling dapat membantu anak gifted dalam mengatasi berbagai isu yang mereka hadapi, seperti kebingungan tentang makna keberbakatan, perasaan akan perbedaan, perasaan akan ketidaktepatan, kritik terhadap diri sendiri, tingkat konflik internal yang meningkat, kurangnya pemahaman diri dari orang lain, harapan dari orang lain yang tidak realistik, dan hostility orang lain terhadap kemampuan anak berbakat. Bimbingan konseling dapat dilakukan melalui berbagai model dan strategi, antara lain konseling akademik, konseling terapi, dan konseling perkembangan. Konseling akademik dapat membantu anak gifted dalam mengembangkan kemampuan akademik mereka. Konseling terapi dapat membantu anak gifted dalam mengatasi masalah-masalah emosional dan sosial mereka. Konseling perkembangan dapat membantu anak gifted dalam mengembangkan potensi mereka secara optimal dan baik.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG EFEKTIF DALAM KONSELING DEWASA AWAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Dito Aditya Harisandy; Ira Amanda Br Muthe; Ruth Sara Panto Uli Hutasoit; Sarah Asti Adinda Pane; S.fahmy dalimunthe
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i2.1831

Abstract

Pada masa sekarang, penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar kurang di apresiasi terutama pada kalangan remaja awal sampai akhir. Remaja lebih memilih menggunakan bahasa non-baku, non- formal dan bahasa gaul yang merusak citra bahasa Indonesia, bahkan banyak remaja Indonesia yang merasa malu menggunakan bahasa baku Indonesia dalam kegiatan sehari hari. Dalam konseling pun banyak juga siswa yang menggunakan bahasa yang tidak efektif dalam melakukan konseling, dimana konseling harus menggunakan bahasa yang sesuai yang dapat memengaruhi efektifitas dalam berkonseling, penggunaan bahasa yang sesuai juga dapat membangun dan menciptakan hubungan yang baik antara konselor dan konseli. Maka dari itu di perlukan perhatian khusus dalam menyebarluaskan penggunaan bahasa indonesia yang efektif terutama dalam kegiatan sehari-hari maupun dalam melakukan kegiatan konseling.