Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peduli Lingkungan Melalui Sosialisasi Tentang Pengendalian Sampah Menggunakan 3M (Mengetahui, Mencegah, Mengolah) di SD INPRES Doromena Valerie Vivian Angelica Faomasi Palege; Karelsius Yewi; Cicilya Bernadth Pasang; David W. Rumanasen; Maikel Duwit; Sri Selviana; Fitra Nur Alam; Annisa Zahra Amaliah; Jeanne Giofany Boky; Andre Anusta Barus; Mustika Endah Pratiwi; Claudius Hendraman B. Tobi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.319

Abstract

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah telah menjadi permasalahan lingkungan dan kesehatan sehingga perlu dilakukan pengelolahan yang dapat bermanfaat secara ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat serta aman bagi lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi mengenai sampah kepada para siswa SD INPRES Dormena, Kabupaten Jayapura, Papua. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan wawasan dan keterampilan tentang pengendalian sampah serta menimbulkan rasa kepedulian terhadap lingkungan bagi para siswa sekolah dasar sebagai generasi penerus bangsa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif dengan materi 3M (Mengetahui, Mencegah dan Mengolah) sebagai upaya pengendalian sampah. Hasil dari kegiatan ini ditunjukkan dengan adanya kemampuan para siswa dalam menjawab berbagai pertanyaan mengenai sampah dan keterampilan para siswa dalam mengolah beberapa sampah organik dan anorganik menjadi produk yang bermanfaat seperti kerajinan tangan dari sedotan plastik dan kaleng bekas, meja dari botol plastik dan tempat sampah dari kayu sisa penebangan pohon.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting dan Pencegahannya di Wilayah Abepura, Papua. Sianturi, Elfride Irawati; Lingga, Irene Sondang; Soltief, Sitti Nurdjaja; Irpa, Makdalena; Rumanasen, David W; Rusnaeni, Rusnaeni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4992

Abstract

Angka prevalensi stunting secara nasional sangat tinggi dan angka nasional prevalensi stunting di Indonesia berada di sekitar 37 persen. Dalam menanggulangi ini beberapa program telah ditawarkan pemerintah untuk menanggulangi segera masalah ini. Ternyata capaian Indeks Khusus Penanganan Stunting (IKPS) di provinsi Papua sangat rendah di antara provinsi yang ada di Indonesia. Angka stunting di Jayapura terhitung sangat tinggi dimana kejadian stunting sangat berhubunan dengan kemiskinan serta kurangnya pemahaman ibu mengenai komposisi gizi. Abepura sebagai salah satu distrik dimana tingkat perekonomian yang rendah serta jumlah anak balita yang relatif tinggi menjadi salah satu perhatian untuk dilakukan kegiatan pengabdian dalam rangka pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting serta pencegahan stunting di kalangan ibu di daerah Jayapura. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan, serta sesi tanya jawab untuk mengukur penerimaan para partisipan terhadap materi. Dari 21 wanita sebagai partisipan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diperoleh antusias yang sangat positif. Hal yang menarik dari kegiatan ini beberapa pertanyaan diajukan oleh partisipan di mana hal ini berfokus pada hal pengetahuan para ibu dalam melakukan modifikasi makanan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi. Hal lain yang tidak kalah pentingnya bahwa ada keingintahuan para partisipan mengenai langkah langkah yang harus dilakukan para ibu serta kader posyandu bila ada anak yang tidak dapat melakukan vaksinasi dengan tepat dikarenakan masalah kesehatan anak yang terganggu. Hasil yang diperoleh bahwa antusias dan animo partisipan cukup tinggi dimana selain mengenai gizi ada pula beberapa pertanyaan partisipan yang erat hubungannya dengan kesehatan balita, gizi dan vaksinasi. Dari hal tersebut maka pada kegiatan berikutnya dicanangkan untuk bekerjasama dengan tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat dalam menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi dan malaria serta diare