Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN IKAN: SOLUSI TEPAT GUNA DI WILAYAH KRIAN SIDOARJO MENUJU WILAYAH CERDAS EKONOMI Afifah Rosyidah; Irmina Kris Murwani Murwani; Ratna Ediati; Kavitaningrum Kavitaningrum; M Khoirul Maza; Sholahus Shomadany
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21740

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa pada jumlah pendapatan hampir semua UMKM di nusantara ini. Telah terjadi penurunan pendapatan sebanyak 58,76% UMKM apabila dibandingkan sebelum terjadi pandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS), menyatakan bahwa Indonesia telah mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar -2,07 persen sejak tahun 2020. Tidak terkecuali “UMKM PROTEIN IKAN” yang berada di wilayah Krian Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo memiliki lahan budidaya ikan sangat luas; potensi perikanan darat sebanyak 16.767,95 Ha berupa tambak air payau serta 8.538,96 Ha merupakan air tawar. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa lahan budidaya ikan yang berada di Sidoarjo diperkirakan mencapai hingga 40 persen dari total seluruh luasan yang berada di Provinsi Jawa Timur. Selain itu Kabupaten Sidoarjo juga mempunyai potensi pengolahan ikan dengan media kolam seluas 20,07 Ha dan juga waduk seluas 235,78 Ha. Untuk membangkitkan bahkan meningkatkan kembali kondisi tersebut, sangat diperlukan solusi berupa tindakan mitigasi dan pemulihan. Langkah mitigasi sebagai upaya prioritas jangka pendek adalah dengan cara menciptakan stimulus secara terus-menerus sisi produksi, terutama sangat terkait erat dengan potensi yang telah dimiliki; yakni membangkitkan dan mengembalikan potensi budidaya ikan sebagai nafas UMKM di wilayah Sidoarjo. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Pengabdi berusaha hadir melakukan segenap upaya untuk terus menerus memberikan kontribusi memecahkan permasalahan UMKM wilayah Sidoarjo yang terdampak Covid-19. Tiada henti upaya pembinaan serta pendampingan kepada UMKM. Tindakan ini dapat menolong para pelaku UMKM memperoleh motivasi dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi serta mampu bangkit. Pengabdi telah berhasil melakukan pembuatan pakan ikan secara mandiri dengan komposisi Protein 55%, Karbohidrat 22%, Vitamin 3%, Serat 4%, Lemak 13%, Mineral 3%. Bahan-bahan yang digunakan memanfaatkan limbah olahan pertanian seperti bekatul; bungkil kelapa; ampas sisa olahan tahu; jerohan, sisik, tulang ikan serta kepala ikan; daun kangkung, daun lamtoro, daun turi.
Pemanfaatan Limbah Kaleng Sebagai Penjernih Air Menuju Kampung Cerdas Lingkungan di Kelurahan Keputih Surabaya Afifah Rosyidah; Ratna Ediati; Irmina Kris Murwani; Sholahus Shomadany
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v10i1.2151

Abstract

Sebagai limbah; kaleng bekas sangat sulit terdegradasi, proses biologi juga tidak mampu menguraikannya ke lingkungan. Keadaan tersebut menginspirasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada upaya memanfaatkan limbah kaleng ini sebagai penjernih air. Kaleng yang terbuang dan tidak terurai di lingkungan merupakan salah satu jenis perusak ekosistem secara perlahan. Apabila sudah menjadi sampah, perlu waktu sekitar 80-200 tahun guna menguraikan kaleng bekas. Di sisi lain kaleng ini mengandung kadar aluminium 1,60 % sampai 15,80% dalam setiap 1 gram kaleng. Adanya aluminium dalam kaleng bekas ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi bahan penjernih air yakni sebagai bahan koagulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tim Pengabdi menunjukkan bahwa dengan penambahan aluminium hasil sintesis dari kaleng bekas pada air limbah rumah tangga sebesar 0,5 gram, mampu mengurangi kadar kekeruhan hingga 59% dan pada saat penambahan aluminium sebanyak 1 gram, maka tingkat kekeruhan akan mengalami penurunan sebesar 68%. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilakukan mampu memberikan dampak positif penjernihan air. Koagulan Aluminium yang diperoleh dari proses ekstraksi Limbah Kaleng Bekas mampu menjernihkan air limbah rumah tangga di kawasan Keputih menuju Kampung Sehat Cerdas Lingkungan.