Baehaqi Baehaqi
Magister Administrasi Pendidikan, Pascasarjana Universitas Mataram, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pelayanan Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah Abdurrahman Abdurrahman; Wildan Wildan; Baehaqi Baehaqi; Mansur Hakim
JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v7i1.508

Abstract

Peneliti bertujuan untuk mengetahui Manajemen Pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diambil menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dan temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep manajemen pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah. Yang berfokus pada, 1) Planning (perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian), 3) Actuating (pelaksanaan), 4) controlling (pengawasan). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pelayanan berfokus pada visi misi yang telah direncanakan yaitu “terwujudnya perpustakaan dan arsip daerah yang bermutu (bersih, mandiri, umum, tertib dan utuh)”. Pelaksanaan manajemen di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Lombok Tengah, mengadakan pembinaan dan monev keseluruh perpustakaan desa, perpustakaan rumah ibadah dan forum literasi yang telah dibentuk oleh komunitas baca masyarakat di kabupaten Lombok Tengah.
Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Imam Baehaqi
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Pesantren
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v3i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode hypnoteaching dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas VII di MTs Nahdlatuth Thalabah Kesilir Wuluhan Jember. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 32 siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)pengamatan, dan (4) refleksi. Menggunakan teknik dalam pengumpulan data, yaitu evaluasi / test. Hasil penelitian terhadap pemahaman siswa pada materi fiqih menunjukkan adanya peningkatan prosentase ketuntasan siswa dari siklus I ke siklus II ditunjukkan oleh prosentase hasil evaluasi belajar siswa yang menunjukkan peningkatan, karena sebelum penelitian prosentase ketuntasan klasikal terhadap hasil evaluasi belajar siswa adalah 12,5 % atau 4 siswa menjadi 20 siswa 62,49 %, pada siklus II lebih meningkat menjadi 28 siswa atau 87,5 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran hypnoteaching dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi fiqih kelas VII B MTs Nahdlatuth Thalabah Kesilir Wuluhan Jember.
DERIVASI DAN INFLEKSI DALAM BAHASA MADURA DIALEK PAMEKASAN: ANALISIS BENTUK DAN MAKNANYA Hamlatus Sa’adah; Imam Baehaqi; Rustono Rustono
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1431-1443

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses morfologis berupa derivasi dan infleksi dalam Bahasa Madura Dialek Pamekasan. Bahasa Madura, khususnya dialek Pamekasan, memiliki sistem afiksasi yang kaya dan produktif, menggunakan prefiks (ter-ater), sufiks (panotèng), dan konfiks (ter-ater bân panotèng). Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode simak catat dan wawancara dengan penutur asli, serta dianalisis menggunakan metode distribusional dan padan referensial. Hasilnya menunjukkan bahwa proses derivasi berfungsi fundamental untuk mengubah kategori leksikal (kelas kata) dan makna dasar. Proses derivasi yang paling umum adalah konversi Nomina atau Adjektiva menjadi Verba melalui afiks seperti N- (satè menjadi nyatè) dan èpa- (petteng menjadi èpapetteng), atau konversi Verba/Adjektiva menjadi Nomina melalui paN- (tolès menjadi panolès) dan ka-an (sala menjadi kasalaan). Sebaliknya, proses infleksi berfungsi menambahkan informasi gramatikal tanpa mengubah kelas kata, terutama melekat pada Verba (misalnya tolès menjadi nolès dan kèbâ menjadi kèbâaghi) untuk menandai aspek gramatikal seperti keaktifan, kepasifan, atau tujuan. Kesimpulannya, afiksasi di Dialek Pamekasan memiliki peran ganda yang terpisah jelas: derivasi mengubah fungsi struktural, sedangkan infleksi memodifikasi fungsi gramatikal.